When Game is Over : (1A)My Real Rival

Title : When Game is Over

Subtitle : My Real Rival?

Author : Sherli Juliani (twitter : @sharesherli7)

Length : 3,427 words in this part

Genre : School life, Romance, Friendship

Cast :

Lee Joon Hee

Lee Joon

Jung Hee Gi

Park Cheondung

Han Shin Rae

Bang Cheol Yong

Yoon Ji Hyun

Yang Seung Ho

Jung Hae Ra

Jung Byung Hee

Other Cast :

Jo Twins Boyfriend

Myungso Infinite

Dongwoo Infinite

And many more.

Backsound :

1. Mblaq-You And I

2. Mblaq-Cry

Anyeong, hee!!! Selamat membaca yaa~ ini khusus untukmu ceritanya. And kalo ada kesamaaan ide cerita, nama juga alur, mohon maaf sekali~ karena ini benar-benar ditemukan dari salah satu sisi otak saya.

 

Again, I say ‘Saengil Chukkae Hamnida’. I hope you always health and happy everyday and you can be better than before. Wish you all the best dehh~ i hope you can meet your idols~ and pray for me too, Aminn 100x

 

Oh ya, Hae Ra dan Shin Rae enggak muncul di chapter ini. Karena mereka berdua enggak terlalu deket ama si Joon Hee di cerita ini. Tapi di chapter berikutnya ada koq. Kan mereka berdua juga akan saya buatin cerita juga? Terus other cast juga akan bertambah ataupun berganti suatu waktu juga di part selanjutnya. Ada juga mereka hanya disebutkan saja.

 

Yasudalah silakan dibaca atuhh… semoga bagus dehh~

 

DISCLAIMER : “This story is mine. Para member MBLAQ milik orangtuanya masing-masing. Cast OC milik saya jugaa except LEE JOON HEE itu milik Heejoon Sparkyu. Remember, in this part is LEE JOON HEE POV FULL. So DON’T BASH and COPY IT, please! Plagiator, GO AWAY!!!

 

“The Story Begin ^^”

 

Tokk.. Tokk.. Tokk..

“Nona muda! Nona muda! Sekarang sudah waktunya kembali ke sekolah!” Teriakan seorang pelayan dari depan pintu menggema di kamarku. Siapa sihh yang berani seperti itu? Kalau aku tahu siapa pasti akan kupecat dia nanti! Aku menutupi telingaku dengan bantal.

Tokk.. Tokk.. Tokk..

Ketuk pelayan itu kembali. Oh gosh! Siapa yang berani menggedor kamarku sekali lagi hah? Aku lalu bangun lansung berjalan tersaruk-saruk ke pintu. Aku membuka mata perlahan dan kelihatan jelas. Ya, dia..

JO KWANGMIN

Omaigat, namja ini! Katanya “SEPUPU” “KESAYANGAN”ku tapi kenapa dia ikut bersekutu dengan pelayanku. Aku lalu menutup pintu di depan hidungnya. Lalu kembali ke kasur memasang selimut kembali.

“Kajja bangun, Joon Hee !!!” Jo Kwangmin, sepupu yang sudah kuanggap oppa ini sudah membuka selimutku dan mencolek bahuku. Bagaimana ia bisa masuk? Ahh, pasti aku lupa menguncinya tadi. Yaah, Joon Hee babo!

Aku membuka mata lalu memandangnya menyipit. Berani sekali dia membangunkan putri tidur sepertiku! Ia hanya memandangku dengan senyum lalu melirik jam dinding perakku. Aku pun mengikuti pandangannya.

OMO ! Sekarang sudah jam tujuh tepat. Ohh, tidak! Aku harus buru-buru ini. Apa aku cuci muka saja yaa?

$$$

Sekarang aku sudah ada di mobil Cheondung, temanku sejak kecil. Untung ia tadi sengaja menjemputku untuk mengambil bukunya yang kubawa. Ahh, ia lebih mendingan dengan sepupu kesayangan ehh anniy, sepupuku yang pengkhianat itu.

“Kajja, ppaliwa, Doongie! Kita akan terlambat,” seruku pada Cheondung sambil melirik jam tangan silverku kado dari appa yang sekarang berada di Jepang bersama umma. Ahh, aku merindukan mereka~

“Kau itu tak perlu buru-buru seperti itu, Joon Hee-ya. Siapa yang berani menutup gerbang untuk kita?” Cheondung menjawab cuek namun menambah kecepatan mobil sport hitamnya.

“Oh ya, ​​‎​​benar juga! Ahh, tapi tadi salahku sendiri sih terlambat bangun dan terima kasih tumpangannya,” Aku membetulkan tatanan rambutku sambil bercermin.

“Tenang saja, Joon Hee. Aku kan temanmu.”

Aku terdiam mendengar ucapan Cheondung. Ya benar, ia temanku. Mendengarnya aku ingat dengan tunanganku, Lee Joon. Ia tinggi seperti Cheondung tapi sepertinya lebih tinggi Cheondung sihh. Yang aku suka tatapan matanya. Aigoo, sangat tajam seperti elang. Namun ia sangat pendiam. Bahkan ia tak pernah mengajakku ataupun mengantarku keluar seperti Cheondung.

“Andai Joon-ppa sepertimu,” sahutku datar memandang ke depan. Aku menahan air mataku yang hampir tumpah ini. Aku tak ingin kelihatan lemah di depan Cheondung. Aku harus kuat! Ia pasti akan berubah Joon Hee, percayalah dan terus berusaha! Fighting, Lee Joon Hee!

Tiin.. Tiin..

Aigoo, siapa sihh yang memencet bel. Mengagetkanku saja. Oh no! Mobil itu akan bertabrakan dengan kami. Aku memegang dadaku mulai berdoa. Ya tuhan semoga tak terjadi apa-apa. Beruntunglah …

Ciitt…

Ahh beruntung tak terjadi tabrakan. Aku langsung turun dengan Cheondung. Siapa sihh yang mengendarai mobil itu? Aku memandang menantang ke mobil itu.

Lalu keluarlah seorang namja berjas resmi memakai kacamata hitam dan bermasker dan seorang yeoja berkuncir kuda serta yeoja berambut sebahu. Sang namja aneh itu menunduk sedikit sepertinya sih mengucap salam menyapa Cheondung dan aku yang terbelalak melihat dua yeoja yang asing sepertinya adalah murid baru. Yang satu kelihatan polos sedang satunya sungguh rautnyaa… Sangat dingin juga kaku. Hmm, kenapa murid baru sangat sombong begitu?

“Jadi, bagaimana tentang ganti rugi tergoresnya badan mobilku?” Namja aneh itu berkata. Kenapa suaranya tak asing yahh?

“Maaf sekali, tuan. Saya rasa itu salah tuan yang tak mau mengerem mobil tuan,” jawab Cheondung sombong. Pintar, mereka itu biar tahu rasa.

“Jinjjayo? Itu salah Oppa?” Yeoja berambut sebahu mengerutkan kening.

“Sudahlah, Oppa, Hae Ra! Tak ada gunanya kita minta ganti rugi pada orang yang tak mau mengakui kesalahannya. Lebih baik kita masuk,” sahut yeoja berkuncir kuda cuek lalu masuk ke mobil. Aigoo, ucapannya~ hmm, benar-benar yaa!

“Baik, unnie!” Yeoja berambut sebahu mengikuti. Sang namja bermasker aneh terdiam menatap Cheondung dan aku lalu membungkuk dan masuk ke mobil. Lalu mobil itu berlalu masuk ke area sekolah mereka.

Aku dan Cheondung lalu masuk ke mobil dengan murka(*lebe :p). Aku mulai menteraturkan nafasku dengan mengelus dadaku perlahan. Sedang Cheondung hanya menutup mata.

“Yeoja itu… Kalau aku bertemu dengannya lagi, sepertinya kita akan punya permainan baru,” ujarku sambil memandang lurus ke depan. Cheondung hanya diam lalu menjalankan mobilnya masuk ke dalam area sekolah.

$$$

Aku kini sudah duduk di kelas. Aku memainkan iphone putihku. Aku melihat foto-fotoku dengan Cheondung, Seung Ho-ppa, Byung Hee-ppa, Ji Hyun eonnie  dan yang terakhir dengan Joon-ppa. Hanya satu sedang yang lain ku ambil diam-diam. Aku tak memedulikan kelas ini seramai apa.

Lalu tiba-tiba…

Suasana menjadi hening. Ahh, ada apa sihh? Aku pun menghadap ke depan. Ahh ternyata Songsaenim sudah datang. Tunggu dengan yeoja sombong tadi? Dan… CHEOL YONG??? Ia tersenyum menyapaku. Ahh, dia ternyata sudah kembali. Ya benar, dia adalah temanku sejak kecil seperti Cheondung.

“Anyeong haseyo, kali ini kelas kita kedatangan dua teman baru. Silakan perkenalkan diri kalian!” Songsaenim berkata pada kami semua lalu berpaling pada Cheol Yong dan yeoja sombong itu.

Cheol Yong dan yeoja sombong itu mengangguk lalu saling berpandangan. Yeoja sombong itu mundur satu langkah. Lalu Cheol Yong mengangguk. Apa yang mereka lakukan sihh?

“Anyeong! Nan Bang Cheol Yong imnida. Bangapseumnida,”Cheol Yong membungkuk sedikit.

“Anyeong ! Joneun Jung Hee Gi imnida. Bangapseumnida,” Yeoja sombong berkuncir kuda maju lalu membungkuk. Ahh, jadi namanya Hee Gi?

“Baiklah kalian boleh mencari tempat duduk!” Songsaenim mempersilahkan agar tak perlu waktu lama memulai pelajaran. Aku melihat yeoja itu berjalan menuju ke deretanku. Ahh pasti tempat kosong persis disebelahku ini. Aku lalu tersenyum evil. Ahh, sepertinya aku punya ide.

Sreett…

Bruakkk…

“Auww,” yeoja itu menahan sakit di pantatnya karena kursi yang akan ia duduki kutendang menjauh. Hmm, kau tak akan bisa menang dariku yeoja sombong!

“Gwenchanayo, Hee Gi?” Tanya Songsaenim khawatir. Hahh, untuk apa yeoja ini dikhawatirkan?

“Nan gwenchana, Songsaenim,” ia berdiri lalu menarik kursinya dan duduk manis. Fuuh sok manis! Seisi kelas pun berbalik memandang ke depan dan Songsaenim memulai pelajaran kembali.

“Oops, sorry ya sengaja!” Celetukku padanya. Ia menoleh dan hanya memandangku tak minat. Aigoo, yeoja ini, benar-benar yaa!

 

$$$

“Holahola, semuanya!” Sapaku pada semua temanku di ruang khusus tempatku berkumpul.

Ya kami semua adalah yang mempunyai wewenang cukup tinggi disini. Cheondung dan aku adalah donatur terkaya di sekolah ini. Yang Seungho, namja gadget-holic, adalah pewaris sekolah ini. Karena itu ia dipanggil ketua kesiswaan. Sedang Jung Byung Hee adalah murid yang cukup berbakat disini. Bahkan ia sangat pandai menyanyi. Dan Cheol Yong adalah sanak famili dari ketua dewan donatur sekolah ini. Juga tunanganku, Lee Joon. Dia adalah sepupu dari salah satu penyanyi terkenal di asia yaitu Rain alias Bi atau dengan nama asli Jung Ji Hoon. Jadi kami semua dapat disebut dewan kesiswaan yang lebih tinggi dari OSIS. Dan ada satu lagi, Ji Hyun-eonnie. Dia adalah mantan ketua OSIS karena sekarang ia sudah pensiun dan diganti yeoja menyebalkan bernama Han Shin Rae. Ji Hyun-eonnie adalah anak seorang direktur perusahaan gadget terkenal di korea. Namun ia selalu membantu permainanku dan dewan kesiswaan disini untuk menyingkirkan orang-orang yang sok berani menentang kami.

“Heyy, heyy, engga usah berlebihan begitu menyambutku,” celetuk Cheol Yong yang ikut masuk ke ruangan itu. Cheondung, Byung Hee-ppa dan Seungho-ppa yang berada di ruangan ini langsung mendongak suara celetukan yang familiar.

“CHEOL YONG?” Tiga namja itu histeris memandang namja yang berceletuk sedang aku langsung menghempaskan tubuh ke sofa lalu bermain iphone-ku. Ahh, biarlah mereka melepas rindu. Lebih baik aku memasang headset mendengar lagu dari penyanyi kesukaanku. Aku mencoba mengirim pesan pada Ji Hyun-eonnie untuk segera kesini. Aku ingin merancang permainan untuk yeoja murid baru yang sombong itu. Ahh, aku ingat sesuatu.

“Byung Hee-ppa, Seung Ho-ppa, tahukah kau dimana Joon-ppa?” Tanyaku menatap Byung Hee-ppa dan Seung Ho-ppa.

“Dia pasti ke tempat favoritnya, Joon Hee. Waeyo?” Seung Ho-ppa menatap penasaran padaku.

“Ahh, begitu rupanya. Sayang sekali sebenarnya, karena aku sedang merencanakan permainan baru. Yang pasti sangat seru. Kalian mau dengar?”Aku menjawab dengan membuat mereka penuh tanda tanya. Seung Ho-ppa, Byung Hee-ppa juga Cheol Yong sepertinya mulai tertarik. Sedang Cheondung kembali duduk di kursinya tadi sambil menopang dagu. Ada apa sih dengan Cheondung? Ahh biarlah!

“Baiklah, tapi tunggu Ji Hyun eonnie dulu ne? Dan sepertinya aku butuh bantuanmu, Cheondung,” aku tersenyum evil pada Cheondung sedang yang lain memandangku penuh tanda tanya.

$$$

Sekarang, aku harus duduk manis mengikuti apa kemauan kakak Kwangmin, YOUNGMIN. Ya, dia adalah Jo Youngmin. Dia adalah sepupu kepercayaan eomma dan appa agar mengendalikan perilakuku. Aku pun hanya duduk dengan memasang tampang bosan saat menemaninya duduk di ruang khusus membaca buku perilakuku dan Joon-ppa. Aku juga heran mengapa milik Joon-ppa juga dibaca. Bukankah dia bukan keluargaku?

“Young-ppa,” rengekku manja.

“Hmm…” Sahutnya masih membaca buku perilakuku.

“Apa yang sebenarnya kau inginkan sekarang?” Aku menatapnya tajam.

Ia menoleh padaku lalu tersenyum, “Hmm, ternyata kau mengerti gelagatku. Ya memang kau pintar, Joon Hee!”

“To the point aja dehh, oppa!” Balasku malas.

“Kekeke~ basa-basi sebentar pun tak papa kann? Begini aku disuruh memeriksa buku perilaku Joon karena sepertinya ia akan masuk keluarga kita,” Youngmin-ppa menggodaku. Tunggu, Joon-ppa masuk keluargaku?

“Jadi maksud oppa, aku akan segera menikah begitu?” Pekikku.

“Anniya, saengie~ maksudku bulan depan pertunanganmu akan diresmikan. Tepat saat eomma dan appamu pulang dari Jepang,” Youngmin-ppa tersenyum sedikit lalu menatapku serius.

“Satu bulan lagi?” Desisku pelan. Berarti aku harus benar-benar melupakan Myungso, namja yang meninggalkanku karena disingkirkan appa dan eomma. Entahlah yang pasti sebenarnya aku menganggap Joon-ppa adalah oppa yang selalu melindungiku. Entah aku mencintainya sebagai seorang namja atau oppa. Tapi mungkin nanti akan datang perasaan yang kurasakan saat bersama Myungso dulu.

>>> Flashback

“Oppa-yaa, aku lelah sekali hari ini!” Keluhku pada namja yang memiliki mata sangat tajam. Bahkan yang paling kusukai adalah matanya. Kim Myungso. Itulah namanya. Ia adalah Sunbae-ku di Champ academy. Ia setingkat dengan Oppaku, Lee Joon. Aku pun menyenderkan kepalaku di bahunya.

“Ne, Hee-ya! Tapi aku sangat bahagia hari ini!” Katanya sambil mengelus kepalaku.

“Ne, oppa! Aku benar-benar menikmatinya!” Sahutku lalu mengangkat kepala dan tersenyum.

Ia membalas senyumku. Lalu menyejajarkan kepalaku dan kepalanya. Perlahan wajahnya mendekat. Senyumku mulai pudar. Apa yang akan ia lakukan padaku?

CHUU…

Ia mencium pipiku. Mataku membulat sempurna. Tapi sungguh tadi aku sangat menikmatinya. Entah mengapa seperti ada kebahagiaan tersendiri melebihi saat aku tahu Joon-ppa akan menjagaku selamanya.

“Na neun dangsineul saranghaeyo, Lee Joon Hee,” bisiknya tepat di telingaku. Saat mendengar ini sungguh aku ingin waktu berhenti saat ini saja. Membahagiakan mengetahui Myungso-ppa mencintaiku.

“Mianhae. Joon Hee, eomma dan appamu sudah menunggumu,” Seseorang merusak peristiwa favoritku. Ehh, ternyata Joon-ppa. Ia terlihat tersenyum malu melihatku dan Myungso-ppa. Kami pun menjauh dan malu juga tentunya. Joon-ppa membungkuk seperti meminta izin pada Myungso-ppa. Lalu ia menarikku mengajak pulang dari taman bermain ini.

Keesokan harinya, aku tak melihat Myungso-ppa dimanapun. Kemana dia? Mengapa ia pergi setelah mengatakan hal itu padaku? Namun aku menemukan sepucuk surat di kamarnya. Yang mengatakan bahwa ia berharap aku bahagia selamanya tanpanya. Tanpa kusadari, air mataku mulai jatuh menetes.

Flashback End<<<

“Joon Hee?” Youngmin-ppa melambaikan tangannya didepan wajahku. Aku pun tersadar dan menghapus air mataku. Aku mencoba mengukir senyum pada Youngmin-ppa.

“Aku tahu kau pasti mengingat kejadian dua tahun lalu. Kumohon kali ini saja turutilah. Dan eommamu akan diam saja masalah permainan yang baru kau rencanakan itu,” ujar Youngmin-ppa membuatku kaget. Eomma tahu permainanku? Bagaimana bisa? Ahh, kurang seru kalau eomma ikut campur. Cihh…

“Yasudah, aku pergi dulu, byebye!” Youngmin oppa langsung meninggalkanku yang masih terpaku.

$$$

“Bagus sekali kau mau membantuku, Dongwoo-ssi! Dan urusan pembayaran uang sekolah, kau kupastikan bebas hingga lulus,” ujarku pada namja di depanku yang daritadi hanya diam. Yahh, aku telah menyuruhnya menjalankan rencanaku yang pertama, jelas bukan karena ia ingin namun terpaksa karena ia terbelit masalah biaya sekolah. Apalagi ia adalah murid tingkat dua belas yang akan segera mengerjakan ujian kelulusan.

“Baiklah kau boleh pergi, Dongwoo-ssi. Tenang saja yeoja sombong itu tak akan tahu bahwa itu kau,” ujarku lagi. Dongwoo-ssi pun mengangguk dan berjalan keluar dari ruangan khusus ini. Aku melihat berkeliling di ruangan ini. Ada Seungho oppa yang bermain ipad dengan Byunghee oppa. Lalu Cheol Yong yang membaca komik dan Ji Hyun eonnie yang sedang berjalan tersenyum.

“Sebenarnya aku tak mengerti alasanmu untuk memilih yeoja itu sebagai korban kali ini, Joon Hee,” katanya berjalan mendekatiku.

Aku tersenyum, “Aku pun juga tak mengerti. Ya mungkin salah satunya kesombongannya tapi aku tak pernah mempedulikan yeoja yang sombong disini. Aku hanya merasa dia dapat menjadi ancaman untukku disini.”

“Berarti kita hanya menunggu saatnya ia mulai menjadi ancaman untukmu,” Ji Hyun eonnie balas tersenyum.

“Ehh, tunggu, dimana Cheondung?” Aku mulai mengerti kejanggalan disini.

“Tadi katanya dia keluar sebentar,” sahut Cheol Yong tanpa mengalihkan pandangannya dari komik. Ahh, dia itu! Padahal kan aku ingin memberi tahu tentang rencana kedua.

$$$

“Oppa yaa!” Teriakku pada Joon oppa yang kelihatannya sedang berjalan ke kelasnya. Ia hanya menoleh dan memandangku. Aissh, dia tetap saja dingin.

Aku pun menariknya ke ruang khusus. “Oppa harus ikut kali ini! Aku akan melakukan serangan akhir nanti siang, jadi oppa ikut yaa~~” kataku manja padanya.

“Aku hanya melihat seperti biasa, Joon Hee. Kurasa kau harus mulai dewasa sekarang!” Jawabnya malas.

“Aku tahu aku akan bertunangan, oppa. Ini yang terakhir dehh!” Aku tetap bersikeras meneruskan rencana ini.

“Kurasa kau tak punya alasan yang kuat untuk terus mempermainkannya, Joon Hee! Berhentilah, ia yeoja yang baik!” Sanggahnya.

“Tak bisakah oppa sekali ini membiarkanku menyelesaikannya?” Aku mengeluarkan puppy eyes andalanku.

“Kalau kau keterlaluan aku akan turun tangan,” ujarnya lalu meninggalkanku sendiri.

Aku terdiam lalu terduduk di lantai. Air mataku perlahan mulai jatuh. Hingga semakin deras. Ya memang sejak dulu ia tak pernah setuju untuk melakukan permainan seperti yang ku lancarkan pada Hee Gi, yeoja sombong itu. Namun ia biasanya hanya diam dan tak pernah ikut melihat ataupun turun tangan. Mengapa ia mencoba menghentikanku kali ini? Mengapa ia peduli dengan yeoja itu? Apa ini bahaya yang kurasakan saat aku melihat yeoja itu dari dulu? Yeoja itu akan merebut Joon oppa dariku? Aku tak akan membiarkan kejadian Myungso oppa terjadi lagi, kurasa aku mulai merasakan hal yang kurasakan pada Myungso-ppa.

$$$

“Ji Hyun eonnie, segera singkirkan yeoja sok manis itu! Dia akan mencoba menghubungi yeoja OSIS menyebalkan itu!” Ucapku lewat telepon pada Ji Hyun eonnie yang kelasnya dekat dengan adik yeoja sombong itu. Aku berencana untuk menyelesaikan permainan saat istirahat kedua. Aku yakin ia akan ke kantin karena tadi ia sudah mual. Dan kedua yeoja yang dekat dengannya harus ditendang sejauh mungkin.

“Hmmm,,, lalu bagaimana dengan yeoja OSIS yang cent… Ehh, menyebalkan itu? Dan yeoja sok manis itu dibuang kemana?” Suara Ji Hyun eonnie menjadi agak samar. Cent… Centil?? Apa gara-gara pewa– ehh aku tak boleh bicara.

“Yeoja OSIS itu akan membahas rencana pesta dansa dengan panitia. Jadi ia akan berada sejauh mungkin. Kau bisa gunakan gedung gelap agar ia tak bisa ditemukan dalam waktu cepat. Minimal hingga kita selesai?” Jelasku panjang.

“Oh ne. Dan kau hanya akan menggunakan Cheondung?” Ia berkata agak terdengar ragu.

“Tenang saja aku sudah memikirkan dengan mantap. Dan unnie hanya akan menikmati adegan film yang lebih menarik daripada kejadian dua tahun lalu,” kataku mantap.

“Yasudahlah. Aku akan segera menyingkirkan yeoja itu. Byebye! Pip” tutup Ji Hyun eonnie. Aku mulai tersenyum lagi dan meregangkan ototku. Kurasa aku akan mimpi indah malam ini.

Sudut-sudut bibirku tertarik membentuk senyum evil melihat yeoja sombong itu kebingungan. Bagaimana tidak? Ia yang tadi berjalan dengan Cheondung tidak dipedulikan murid-murid yang lewat. Lalu saat Cheondung izin ke belakang, murid-murid melemparinya dengan telur dan tepung. Ya persis dengan Geum Jan Di saat mendapat kartu merah karena menganggap remeh Goo Joon Pyo di Boys Over Flower atau Tsukushi Makino yang juga mendapat kartu merah karena menantang Tsukasa Domyoji di Meteor Garden. Namun aku tak hanya menjadikannya adonan kue namun akan kutunjukkan foto bodohnya ke seluruh Seoul. Dan itu beribu kali memalukan daripada apa yang dialami Geum Jan Di atau Tsukushi Makino. Lalu tak ada yang akan menjadi Goo Joon Pyo dan Domyoji untuknya.

Aku mulai menuruni tangga dan berjalan menuju tempat yeoja itu kebingungan. Yaa kurasa tak perlu berlama-lama sebelum yeoja OSIS menyebalkan itu kembali dan mendengar hal yang terjadi sekarang. Aku mulai berjalan anggun bak ratu dan membuat suara langkah kakiku terdengar. Beberapa siswa yang melihat mulai menoleh ke arahku. Aku memasang senyum manis penuh kelicikan. Semuanya pun mulai fokus memandangku. Aku semakin dekat dengan yeoja sombong itu. Ia mulai memandangku. Namun aneh, ia tak kelihatan marah atau takut. Ia hanya memandangku seperti biasanya, tak minat. Apa ia hanya berpura-pura?

“Memasang tampang seperti itu tak akan membantumu bebas dari serangan selanjutnya, asal kau tahu, Jung Hee Gi! Dan aku juga ingin muntah melihat dirimu yang sebelumnya memuakkan menjadi lebih menjijikkan dari sebelumnya!” Ujarku mulai berhenti berjalan.

Ia memandangku entah dengan ekspresi apa, tak dapat ditebak,”Memangnya aku meminta bantuanmu, Lee Joon Hee? Aku malah ingin mengetahui bagaimana akhirnya serangan ini.”

Cihh, yeoja ini tetap saja sombong. Sungguh dia satu-satunya korban yang berani bilang seperti itu padaku. Daridulu semua pasti diam saja dan menangis atau memohon untuk berhenti. Ya mungkin benar, ia berbeda dan ancaman untukku.

“Baiklah lebih baik kau lihat dulu orang yang membantuku untuk melancarkan serangan ini. Doongie, keluarlah!” Aku berkata dengan nada yang cukup keras agar Cheondung mulai keluar.

Cheondung pun berjalan pelan dari tempatnya bersembunyi menuju ke tempatku berdiri. Ia memasang tampang bosan seperti biasanya. Yeoja itu pun mulai mengerti apa yang kumaksud. Ia memandang Cheondung. Memandang lurus hanya kepada Cheondung seperti kami semua disini tak ada. Jadi ia juga ikut tergila-gila pada Cheondung?

Cheondung kini sudah di sampingku dan balas memandang yeoja itu. Mereka berdua beradu pandang. Terlihat pandangan yeoja itu mulai mengeras dan tubuhnya membeku. Ada hal yang tak dapat kupahami di antara mereka. Sedang Cheondung mulai memasang tampang aneh seperti mencoba mengelak. Ahh, apa-apaan sih mereka? Ahh, lebih baik aku selesaikan saja ini.

“Apa kau benar-benar yakin ingin melihat akhir dari ini, Jung Hee Gi?” Aku memandang yeoja itu. Namun yeoja itu tak menjawab. Sepertinya ia tak mendengar atau ia benar-benar membatu serta kehilangan sistem koordinasinya. Aku pun menoleh pada Ji Hyun eonnie dan kebetulan ia juga sedang memandangku. Akupun mengangguk kepadanya.

Lalu guyuran air pun membasahi seragam yeoja itu. Aku hanya diam entah mengapa aku tak dapat mengeluarkan ekspresiku yang biasa. Bahkan sampai-sampai seragam yang sebelumnya lusuh itu menjadi cukup bersih namun sangat basah.

Tiba-tiba…

“CUKUP SUDAH, LEE JOON HEE!” Suara seseorang menggelegar di lorong ini. Aku pun mendongak mencari sumber suara tersebut. Beberapa anak di sisi kiri yeoja itu mulai minggir perlahan. Dan aku membelalakkan mata mengetahui siapa yang berteriak kepadaku seperti itu.

Ya, itu adalah tunanganku. Arraseo? “Tunangan”ku? Untuk apa dia berteriak padaku seperti itu? Juga mengapa ia sekarang berjalan mendekati yeoja sombong itu?

Mataku membulat ketika melihatnya mulai mengangkat yeoja itu dan menggendongnya. Bibirku mulai terkatup kaku. Mataku perih juga hatiku terasa hancur. Aku sebagai TUNANGANnya pun tak pernah diperlakukan seperti itu. Apa ini? Sepertinya kehadiran yeoja itu benar-benar mengancamku. Ia lalu berjalan meninggalkan tempat ini tanpa memedulikan semua mata memandang mereka juga diriku juga Cheondung. Baiklah, sepertinya aku akan melakukan hal yang lebih dari ini. Jangan halangi diriku lagi kini.

~Aku tahu aku egois. Aku juga tahu aku tak akan menyerah dari gadis itu. Aku harus mendapatkan kembali hatimu, oppa. Aku yakin bahwa kau masih peduli padaku setelah tahu apa yang kulakukan pada yeoja itu. Ya, kau itu benar-benar tergila-gila padaku, oppa. Begitupun dirimu mampu membuatku melakukan segala cara untuk mengambilmu kembali dari yeoja sombong itu~

NEXT >>>>

Give me your Feedback, please !

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s