When Game is Over : (1B)My Real Rival

Title : When Game is Over

Subtitle : My Real Rival?

Author : Sherli Juliani (twitter : @sharesherli7)

Length : 2,434 words in this part

Genre : School life, Romance, Friendship

Cast :

Lee Joon Hee

Lee Joon MBLAQ

Jung Hee Gi

Park Cheondung MBLAQ

Han Shin Rae

Bang Cheol Yong MBLAQ

Yoon Ji Hyun

Yang Seung Ho MBLAQ

Jung Hae Ra

Jung Byung Hee MBLAQ

Other Cast :

Jo Twins Boyfriend

Hoya Infinite

Rain/Bi

And many more.

Backsound :

1. Mblaq-You And I

2. Mblaq-Cry

Anyeong, hee!!! Selamat membaca yaa~ ini khusus untukmu ceritanya. And kalo ada kesamaaan ide cerita, nama juga alur, mohon maaf sekali~ karena ini benar-benar ditemukan dari salah satu sisi otak saya.

 

Again, I say ‘Saengil Chukkae Hamnida’. I hope you always health and happy everyday and you can be better than before. Wish you all the best dehh~ i hope you can meet your idols~ and pray for me too, Aminn 100x

 

Oh ya, Hae Ra dan Shin Rae enggak muncul di chapter ini. Karena mereka berdua enggak terlalu deket ama si Joon Hee di cerita ini. Tapi di chapter berikutnya ada koq. Kan mereka berdua juga akan saya buatin cerita juga? Terus other cast juga akan bertambah ataupun berganti suatu waktu juga di part selanjutnya. Ada juga mereka hanya disebutkan saja.

 

Yasudalah silakan dibaca atuhh… semoga bagus dehh~

 

DISCLAIMER : “This story is mine. Para member MBLAQ milik orangtuanya masing-masing. Cast OC milik saya jugaa except LEE JOON HEE itu milik Heejoon Sparkyu. Remember, In this part is LEE JOON HEE POV FULL. So, DON’T BASH and COPY IT, please! Plagiator, GO AWAY!!!

 

Previous …

~Aku tahu aku egois. Aku juga tahu aku tak akan menyerah dari gadis itu. Aku harus mendapatkan kembali hatimu, oppa. Aku yakin bahwa kau masih peduli padaku setelah tahu apa yang kulakukan pada yeoja itu. Ya, kau itu benar-benar tergila-gila padaku, oppa. Begitupun dirimu mampu membuatku melakukan segala cara untuk mengambilmu kembali dari yeoja sombong itu~

[Joon] You make me cry (neon)

Kau membuatku menangis (kau)

Naega saraganeun iyu jebal lal ddeonajima

Alasan diriku bertahan Tolong jangan tinggalkan aku

Just tell me why (why)

Hanya beritahu aku mengapa (mengapa)

[G.O] oh nungmureul daggajwo malhaejwo

Oh hapus air mataku Beritahu aku

I’m so crazy (yeah)

Aku sangat kacau (yeah)

[Seungho] sorichyeo bulleo (bulleo)

Menjerit Berteriak (berteriak)

keuge oechyeo bulleo (bulleo)

Dengan keras Memekik Berteriak (berteriak)

[G.O] ige ggeuti aniya neomu apa aiya

Ini bukan akhir Ini sangat menyakitkan

[Seungho] bokbatchyeo bulleo (bulleo)

Berteriak Menyentak (Berteriak)

[G.O] jebal lareul beorijima baby

Tolong jangan buang aku, sayang

 

[MBLAQ – CRY]

Aku menatap lurus kedepan. Meski disini cukup ramai namun yang terdengar di telingaku hanya lagu yang terputar di MP3-ku. Kenapa lagu ini sangat menyindirku? Kenapa seperti menceritakan perasaan, keadaan juga suasana diriku saat ini? Apa ini karma karena aku sudah banyak menyakiti hati orang lain? Aigoo, kini aku sudah mulai memahami arti lagu ini. Ternyata lagu ini menceritakan seseorang yang merasa kekasihnya berubah. Inilah yang kutakutkan. Bagaimana jika aku seperti orang yang ada di lagu ini? Aku tak ingin jika Joon oppa meninggalkanku. Dan mungkin aku kini benar-benar menangis.

“Joon Hee,” panggil Ji Hyun eonnie pelan menepuk bahuku.

Aku mengusap air mataku lalu mendongak mencoba mengukir senyum,”Ada apa, eon?”

Ia memandangku iba,”Gwenchanayo?”

Aku mencoba tersenyum namun sepertinya gagal,”Nan gwenchana.”

“Jam malam asrama akan segera berakhir, ayo pulang! Kau boleh menangis sepuasnya di mobil, okke?” Ia tersenyum tulus.

Aku mengangguk lalu mencoba berdiri namun aneh kakiku lemas. Ji Hyun eonnie yang menyadari hal itu pun memapahku ke mobil dengan Seung Ho oppa. Di mobil, Ji Hyun eonnie membelai punggungku lembut. Aku jadi merasa mempunyai kakak.

“Mengapa ia melakukan hal itu? Tak pernahkah ia menyadari bahwa ia meyakitiku?” Sahutku memandang Ji Hyun eonnie.

“Aku tak tahu, Joon Hee. Lee Joon adalah orang yang terlalu susah untuk ditebak,” jawab Ji Hyun eonnie lembut.

Aku pun tak dapat membendung air mataku lagi. Aku memeluk Ji Hyun eonnie dan menangis sejadi-jadinya. Mengeluarkan semua sesak yang ada di dadaku ini. Seperti dada ini sudah tersobek ribuan kali. Mungkin sampai air mataku habis, aku masih tak dapat menghapus luka yang sudah terukir sangat dalam disini.

“Ia jahat, unnie! Ia jahat padaku! Lee Joon, kau jahat sekali padaku!” Jeritku di tengah jalan menuju asrama. Ini mungkin tak cukup jika dibandingkan dengan luka di hatiku ini. Namun aku cukup sedikit ringan sekarang.

$$$

Sudah beberapa hari ini, aku menjadi yeoja pendiam. Namun tidak seperti yeoja sombong juga namja itu yang selalu ada di perpustakaan. Aku lebih sering di kamar mendengarkan lagu. Aku juga sangat menyukai lagu itu. Sungguh benar-benar menggambarkan diriku. Aku bahkan seperti mayat hidup.

Mungkin aku makan, tidur, juga belajar di sekolah seperti biasa. Namun aku tak pernah lagi memegang iphone kesayanganku lagi atau tertawa dengan teman-temanku ataupun berbicara kepada mereka. Ji Hyun eonnie hanya diam melihat perubahan sikapku. Aku yakin ia takut aku menjadi diriku seperti saat pulang dari bar dulu. Aku mengamuk di ruang khusus. Menghancurkan semua barang disitu. Aku tak peduli disitu ada gadget milik Seung Ho oppakah atau komik Cheol Yong kah atau berkas-berkas penting lainnya. Aku melampiaskan amarahku pada barang-barang itu. Namun aku lelah. Sungguh! Jadi kurasa lebih baik aku menjadi seperti ini.

$$$

Tokk.. Tokk.. Tokk…

“CEPAT BUKA PINTUNYA, JOON HEE! CEPAT BUKA ATAU KU DOBRAK!” Teriakan seorang namja. Kurasa sihh Youngmin oppa. Aku tak peduli. Aku terus membesarkan volume MP3-ku dan mencoba menghayati lagu ini.aku yakin ia kesini karena disuruh eomma. Apa eomma tahu perasaanku? Pasti ia hanya menyuruhku untuk tak marah lagi pada namja itu. Aku menjadi pendiam seperti ini juga untuk menjernihkan pikiranku terlebih dahulu.

BRAAKK…

Terdengar dobrakan pintu. Lalu pintu menjeblak terbuka, masuklah dua namja yang STATUSnya adalah SEPUPUku namun seperti ASISTEN eomma. Aku diam saja juga tak menyapa mereka. Yang lebih muda memandangku iba lalu mendekatiku dan memelukku. Ya Kwangmin oppa mempunyai rasa kasihan yang sangat tinggi dibanding hyungnya, Youngmin. Kwangmin membelai lembut kepalaku hingga aku tak tahan lagi menahan air mataku. Aku pun mulai sesenggukan. Bibir Youngmin oppa mengatup kaku melihatku menangis. Ia sebenarnya juga mengerti bagaimana perasaanku namun ia sudah berjanji pada appa untuk melindungi juga mendidikku dengan tegas.

“Hapus air matamu sebentar, Joon Hee-yaa! Kau tahu aku tak tahan melihatmu seperti itu. Menjadi yeoja yang lemah juga cengeng. Mana dirimu yang dulu? Lee Joon Hee yang keras, kuat juga tegar?” Youngmin oppa mencengkram bahuku kuat. Ia seperti ingin menyadarkanku. Entah mengapa aku semakin menangis dan tak bisa menatap mata Youngmin oppa yang menusukku.

“Sudahlah, hyung! Apa hyung tak kasihan padanya?” Balas Kwangmin oppa memandangku iba.

“Aku tahu namun jika kau bersikap seperti ini tak akan ada perubahan. Kau akan tetap bertunangan dengan Joon dua minggu lagi,” ujar Youngmin oppa. Aku pun teringat. Ia benar, aku masih tunangan Joon oppa. Dan yeoja sombong itupun tetap tak akan bisa merebut oppa dariku. Ahh, kenapa aku menjadi sungguh bodoh sihh??

$$$

“Oppa yaa!” Panggilku sambil berlari menuju Joon oppa yang sedang berbicara dengan yeoja sombong itu dengan duduk di kursi dalam ruangan dance. Mereka berdua menoleh. Aku pun berhambur memeluk Joon oppa. Aku tak mempedulikan pandangan dari banyak murid ekskul dance yang melihatku heran. Ya, heran. Mereka tak pernah melihatku memeluk seseorang seperti ini. Karena meski aku diketahui dekat dengan namja-namja seperi Joon oppa atau Cheondung, Cheol Yong dan lain-lain, aku tak pernah memeluk mereka. Paling hanya sepupuku karena mereka maksimal hanya kugandeng.

“Oppa, akan pergi bersamaku kan malam ini ke pesta? Lagipula Youngmin oppa ingin bertemu dengan oppa!” Kataku sembari melepas pelukanku pada Joon oppa. Aku menyipit memandang yeoja sombong itu. Mengapa ia menahan tawa melihatku? Ada yang salah denganku apa?

“Ne. Dan Joon Hee, kajja pergi dari sini!” Joon oppa menyeretku pergi dari sini. Memangnya ada apa sih?

“Ada apa sihh oppa?” Tanyaku heran saat ia berhenti di ruang khusus.

“Kau tak malu apa? Tadi itu aku sedang membicarakan kompetisi dance dengan para murid ekskul dance, kau malah datang dan merusaknya!” Joon Oppa berkata marah. Ya, aku tahu dia adalah dancer yang cukup handal bahkan sering menjuarai. Tapi tunggu dia membicarakan kompetisi dance dengan yeoja itu? Jadi yeoja itu juga ikut ekskul dance? Oh no!

“Yeoja itu! Jung Hee Gi! Apa dia ikut kompetisi dance?” Aku membelalakkan mata.

Joon oppa menatapku aneh,”Kau tak tahu? Dia juara pertama sekaligus favorit kompetisi dancer internasional dan ia pernah menjadi dancer pendamping Rain hyung di konsernya.”

Mataku semakin terbelalak. Yeoja itu? Aigoo, apalagi kemampuannya kali ini? Waduh, sepertinya aku harus belajar dance mulai sekarang. Dia kan bisa semakin dekat dengan Joon oppa kalau begini.

“Joon Hee?” Lambaian tangan Joon oppa di depan wajahku menyadarkanku.

“Ne?” Sahutku masih terbengong-bengong.

“Apa kau yakin nanti ke pesta denganku?” Tanyanya canggung. Sepertinya sihh pipinya memerah. Aduhh, iya ya. Mengapa tadi aku yang mengajaknya? Nggak keren kan kalau yeoja yang mengajak? Ahh Joon Hee pabbo! Tapi kalau Joon oppa dengan yeoja itu bagaimana? Ahh sudahlah lebih baik aku tak malu saja.

“N.. Nee! Tenn… Tentu saja!” Jawabku terbata-bata juga malu >///<

“Yasuda kalau begitu kujemput jam setengah tujuh di kamarmu,” Joon oppa berujar. Sepertinya ia juga malu. Aduhh memalukan dong kalau besok di mading tertulis LEE JOON HEE, PUTRI DONATUR TERKAYA DI CHAMP ACADEMY DIBUNUH MATI OLEH RASA MALU DAN CANGGUNG SAAT MENGAJAK TUNANGANNYA KE PESTA. Kalau benar ada seperti itu, aku mungkin ditertawakan oleh satu sekolah. Aigoo, eomma, appa, aku malu. Baru kali ini aku seperti ini dehh, benar! >///<

$$$

“Eonnie, eotthe?” Panggilku pada Ji Hyun eonnie. Ya sekarang sudah kurang setengah jam Joon oppa menjemputku. Sekarang aku mencoba menunjukkan gaun yang akan kupakai ke pesta pada Ji Hyun eonnie. Kira-kira bagus tidak ya?

“Kekekeke~ sudah lama yaa aku tak melihatmu canggung dan bingung seperti ini. Juga merona pipimu itu! Kekekeke~ sudah dua tahun yaa?” Ji Hyun eonnie mendongak lalu tersenyum geli dari majalah yang dibacanya. Ia juga sudah memakai gaun sepertiku namun ia sudah menata rambutnya juga hanya kurang make up-nya saja.

“Eonnie!” Pipiku -yang seenaknya juga tak menuruti perkataanku- memerah.

“Kekekeke~ Tapi yeppeo kok. Kau tetap yeppeo dengan gaun itu!” Ia tersenyum meyakinkanku.

“Lalu diapakan? Rias saja ya?” Aku lalu mencari alat riasku.

“Heyy, heyy, kau ingin menggerai lagi rambutmu itu? Kau tak ingin menatanya? Aigoo, meski kau pintar merias tapi tak pernah pintar menata rambut kann? Sini, biar ku bantu!” Omel Ji Hyun eonnie panjang. Hmm, sampai aku hafal. Ya, ia memang benar bahwa aku hanya bisa menggerai dan menguncirnya saja. Karena aku sebenarnya tak terlalu peduli dengan hal yang sering disebut mahkota wanita ini. Aku lebih suka melakukan perawatan kulit ataupun wajah.

“Gratis kann?” Aku mengangkat satu alisku.

“Ne. Tapi kau harus meriasku!”

“Ahh, pasti dengan Seung Ho-blllp mmmhhh…” Ujarku namun terpotong karena dibungkam Ji Hyun eonnie. Ah, dia selalu begitu. Padahal sudah ketahuan sekali jika ia menyukai pewa-… Ehh engga jadi bilang dehh.

$$$

Tokk.. Tokk.. Tokk..

Aku terkesiap. Juga gugup. Aduhh, bagaimana ini? Jantungku benar-benar berdebar-debar. Sejak tadi Ji Hyun eonnie sudah berangkat dan aku menunggu Joon oppa menjemputku. Dan sepertinya ia sudah di depan dehh. Aku lalu kembali bercermin. Sepertinya cukup bagus. Ya tuhan, semoga nanti berjalan lancar.

Kreekk…

Aku membuka pintu kamarku perlahan lalu terlihat namja bertuxedo biru gelap sedang menganga memandangku. Tapi penampilannya sungguh— erm— tampan?? Dan mengapa tuxedonya begitu? Mengapa kemejanya tak dikancing juga model tuxedonya itu membuat abs-nya… Aduhhhh… Kalau begini aku mungkin akan memasang tampang galak mengusir yeoja-yeoja menyebalkan yang terpesona. Hmm…

“Oppa yaa! Mengapa kemejamu seperti itu tak bisakah dipakai biasa? Tak perlu membuka dua kancingnya!” Ucapku agak malu tapi memang harus.

Ia terkesiap mendengarku berucap. Sepertinya ia baru tersadar dari melihat penampilanku. Sebenarnya aku juga khawatir sihh, entah bagaimana penampilanku di depannya ini? Sudut-sudut bibirnya tertarik membentuk senyuman mendengar ucapanku,”Kau cemburu, Joon Hee-yaa??”

Pipiku merona. Benarkah ucapanku tadi berarti cemburu? Mana mungkin siih?? “Anniyaa! Aku tak cemburu koq,” seruku namun mengapa pipiku terasa panas siih?

“Kekeke~ ternyata tunanganku cemburu padaku yaa? Ahh, ini baru kali ini kann?” Ia semakin tersenyum menggodaku.

“A..a..ahhh… Anniyaaa!!! Akk..akk..akku tak cemburu koq! Aahhh, Oppaaa!!! Jangan membuatku malu!!” Aku menjawab gelagapan. Ia semakin tergelak. Aku lalu mengerucutkan bibirku.

$$$

Aku kini sudah ada di aula sekolah tempat pesta diselenggarakan. Pesta ini cukup meriah. Namun yahh sebenarnya aku datang cukup terlambat karena pertengkaran kecilku dengan Joon oppa. Yahh, sepertinya hubunganku dengan Joon oppa sudah kembali seperti dulu. Aku cukup canggung sekarang sehingga aku mengeratkan pelukanku terhadap lengan Joon oppa. Ia terlihat tenang-tenang saja. Yaa rasanya ia mempunyai rasa percaya diri yang tinggi dibanding diriku. Padahal kami berdua jarang seperti ini, sungguh!

“Lohh, Joon-hyung?? Katanya ikut dansa dengan Hee Gi??” Tanya seseorang yang menghampiri kami. Aku pun menoleh pada sumber suara. Ternyata Hoya. Ia kuketahui juga anak ekskul dance seperti Joon oppa. Tapi tunggu katanya Joon oppa akan berdansa dengan si Jung Hee Gi?? Aku pun menoleh penuh tanda tanya pada Joon oppa.

Joon oppa kelihatannya merasa aku pandangi. Ia menoleh padaku dan tersenyum sekilas lalu berbalik pada Hoya,”Ada penggantiku koq, Hoya. Tapi kurasa mereka berdua akan menampilkan tarian yang hebat.”

Hoya mengangguk-angguk,”Ahh, begitu. Tapi kan Hee Gi tak tahu kau diganti?”

Sebenarnya kurasa pertanyaan Hoya tak begitu penting untukku tapi aku dengar saja ahh dan aku ingin lihat kemampuan dance-nya.

“Tenang saja, ia tak akan menyadari. Bukankah mereka berdansa seperti di film Another Cinderella Story? Mereka berdua tak akan menyadari lahh!” Jawab Joon oppa. Jadi mereka mengambil tema dance disitu. Ahh, itu film yang cukup keren dancenya. Jadi tak sabar melihatnya. Ehh, lohh, koq aku menunggu penampilan yeoja itu sihh???

“Ahh, begitu. Memang menarik sekali tema itu. Aku sangat tak sabar melihatnya. Dan Rain hyung spesial datang untuknya ya? Yasudalah aku mau ke Dongwoo-hyung dulu. Byebye, Hyung! Joon Hee!” Ia lalu berlalu pergi.

“Jadi Rain oppa spesial datang untuknya?” Aku berkata pelan. Bagaimana tidak? Hanya untuk yeoja itu sepupu Joon oppa datang? Berarti kan Rain oppa lebih merestui Joon oppa dengan yeoja itu. Aku jadi mengingat saat aku menerima hadiah kontes ulzzang dulu saja Rain oppa tidak datang.

“Ne, waeyo?” Joon oppa menatapku heran.

“Saat aku menang kontes ulzzang saja…” Aku tak sanggup berkata-kata lagi karena mataku mulai perih. Aku mengerjapkan mataku mencegah air mataku tumpah.

Joon oppa sepertinya mulai menyadari perubahan ekspresiku. Ia memegang wajahku lembut lalu menyejajarkan wajahnya dan wajahku sehingga saling berhadapan. “Joon Hee-yaa, dulu itu hyung sedang ada jadwal syuting dan ia juga sangat menyesali ia tak dapat datang. Dan jangan cemburu pada Hee Gi atas kedatangan hyung. Ia kebetulan kosong dan Hee Gi adalah yeodongsaengnya yang baru pulang dari London,” kata Joon oppa panjang lebar menenangkanku. Jadi, Hee Gi adalah yeodongsaeng Rain oppa. Berarti aku akan menjadi ipar dia dong?

“Ehemm, Ehemm,” deham seseorang membuat kami berdua lalu kembali ke posisi masing-masing. Dan kupastikan pipiku memerah. Bagaimana tidak, tadi DENGAN posisi seperti ITU, aku pasti DIKIRA berciuman. >///<

**TBC**

Give me your feedback please!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s