A marriage, Chapter One

Image

Title : A marriage

Author : sharesherli7 / magnaegihyun

Cast : Jung Soojung, Choi Minho, Choi Jinri, Lee Taemin, etc

Genre : Romance, Family, Married life, Angst, Friendship.

Rating : PG

 

Jung Soojung dan Choi Minho adalah dua orang yang sama. Mereka benci kata pernikahan yang membuat orang yang mereka sayangi benar-benar terluka. Mereka seperti dua makhluk yang hidup tanpa rasa cinta. Mereka bertemu untuk menjalankan sebuah pernikahan tanpa dasar cinta dan tanpa perjodohan. Dua orang yang tidak mengenal satu sama lain menjalani hubungan pernikahan yang tanpa mereka sadari mengubah diri mereka…

Ost : Destiny by Infinite

***

“Soojung-ssi, Victoria-ssi meneleponmu!”

Suara seorang wanita tiba-tiba terdengar dari telepon hitam di atas meja yang berserakan banyak kertas. Gadis dua puluh tahunan yang berada di meja itu tampak sangat sibuk dengan sebuah pensil ia taruh di cepolan rambutnya. Ia segera menekan sebuah tombol di telepon itu.

Yeoboseyo, unnie! Waeyo?

“Pokoknya aku menunggu kehadiranmu, meski sampai tengah malam, kau harus datang! Qiqi sangat merindukanmu, Soojung-ahh!”

Ia mengernyit mendengar suara unnienya yang terdengar berteriak padanya. Ia paham bahwa ia salah karena berjanji datang namun sekarang pekerjaannya belum selesai. Mungkin kali ini ia harus mengalah. Jauh di dalam hatinya ia juga merindukan Qiqi dan unnienya itu. Ia lalu mengambil pensil di cepolan rambutnya. Dan meneruskan gambarnya yang tertunda.

“Baik, baik, aku akan datang! Kurasa mungkin satu jam lagi. Paling tidak aku harus menyelesaikan gambarku dan menyerahkannya pada pegawaiku.”

“Jangan terlambat! Pip.”

Sambungan telepon itu terputus setelah respon unnienya yang sangat ceria itu. Ia lalu melanjutkan pekerjaannya dengan cepat. Paling tidak ia harus menyelesaikan dua desain untuk dua pelanggan yang penting. Tapi ia hanya bisa berdoa semoga pelanggannya yang cerewet itu akan menerima dan tidak menyusahkannya. Mungkin jika si pelanggan ini kembali menolaknya, ia akan menyarankan untuk pergi ke butik lain. Pelanggan yang menyebalkan ini sudah protes lima kali padahal ia meminta desainnya sendiri untuk dijadikan baju namun ia menyalahkan Soojung karena baju itu tidak sesuai harapannya.

Ahh tunggu, apa akan baik-baik saja jika ia mengajak Sooyeon, unnie kandungnya? Soojung rasa sudah lama unnienya itu tidak keluar dan berkomunikasi dengan orang lain. Unnienya itu tidak gila ataupun shock terhadap orang lain. Tapi unnienya hanya berubah dalam banyak hal. Unnienya menjadi lebih dingin dibandingkan dirinya yang dikenal dengan sebagai gadis pendiam dan dingin. Sejujurnya ia kasihan melihat Donghae oppa, yang notabenenya suami unnienya itu. Harusnya unnienya mengenal Donghae oppa terlebih dahulu dibanding lelaki brengsek itu! Paling tidak unnienya tak akan tersiksa seperti ini kan?

“Ayolah kali ini saja! Kau tak pernah menepati janjimu, Minho-yaa!”

Seorang lelaki berambut cokelat yang sedang duduk di kursi yang sangat menunjukkan statusnya. Ya, ia adalah Choi Minho pewaris Hyundai Corp yang sangat terkenal. Tubuh yang atletis, Tinggi yang ideal, wajah yang tampan membuatnya menjadi lelaki yang sangat dikejar-kejar oleh para wanita. Tapi sayangnya ada satu hal yang cukup membuatnya dijengkeli beberapa wanita, ia tak pernah mengatakan kata cinta ataupun suka sehingga ia hanya berhubungan tanpa status. Berbeda dengan lelaki yang membujuknya tadi. Lelaki berambut pirang itu dikenal sebagai playboy namun sekarang tampaknya ia sudah sembuh karena ia terikat janji suci pernikahan.

“Baiklah, aku akan ikut ke pesta ulang tahun putri Nickhun hyung. Tumben sekali seorang Kim Jonghyun mengajakku?” Minho pun menyetujui agar hyungnya diam. Sebenarnya Minho berharap hari ini ia segera pulang dan berendam air panas di rumah. Paling tidak rumahnya cukup tenang hari ini tanpa ayahnya dan Changmin, hyung iparnya. Meski mungkin noonanya akan menangis semalaman merindukan suaminya yang bahkan tidak peduli dengannya.

“Tentu saja untuk mencarikanmu seorang istri lah! Paling tidak kau harus mendapatkannya hingga akhir bulan kan sebelum ayahmu menjodohkanmu?”

Jonghyun menjawab skeptis. Minho hanya mendengus dalam hati mendengar kata istri yang dengan entengnya diucapkan si mantan playboy di depannya itu. Kemudian Jonghyun keluar dari ruangan Minho dengan syarat ia akan menunggu di mobil dan Minho harus turun lima belas menit lagi. Minho pun masuk ke ruangan pribadinya untuk mengganti pakaian kerjanya dengan pakaian yang lebih santai.

Minho mengingat kembali bahwa waktu perjodohan dari ayahnya tinggal dua minggu lagi. Tampaknya ia akan menyetujui perjodohan ayahnya. Hal itu sangat mengecewakan sebenarnya. Tapi memang tak ada hal yang dapat ia lakukan, karena gadis yang ia kencani selama ini selain mengharap hartanya juga berharap ia dicintai Minho. Dan hal itulah yang membuat Minho jijik. Ia sebenarnya bisa saja mencintai gadis-gadis itu tapi ia ingin menjadi seperti Changmin yang melakukan hal itu pada noonanya. Dan malahan, ayahnya lah yang mempertemukan noonanya pada lelaki brengsek itu. Ia akan berlaku seperti Changmin agar ayahnya sadar dan tidak membangga-banggakan menantunya itu.

Drrt Drrt

Getaran ponselnya yang menandakan bahwa ia mendapat pesan itu menyadarkannya bahwa ia sudah menghabiskan waktu sepuluh menit untuk berganti pakaian. Ia pun segera mengambil ponselnya dan berjalan ke luar ruangannya. Ia melirik pesan yang ia terima lalu mendengus kesal. Sepertinya si nona Goo, teman kencannya kali ini terlalu posesif dan bodoh. Minho tak pernah mendekatinya, hanya tiba-tiba nona Goo, anak salah satu rekan bisnis ayahnya bersedia menemaninya untuk perjalanan bisnisnya minggu lalu dan sekarang gadis itu memintanya untuk menemani belanja. Huh, apa gadis itu bodoh? Mana ada lelaki yang mau menemaninya belanja padahal lelaki itu bukan siapa-siapanya?

From : Hara Goo

Oppa, bisakah menjemputku malam ini? Aku sangat perlu mengambil pesanan bajuku di butik untuk pesta tiga hari lagi.

*

Soojung segera menyingkir dari acara pengenalan lelaki lajang dari Victoria untuknya. Kepalanya cukup pusing mengingat betapa banyaknya lelaki yang telah dikenalkan padanya. Ia cukup heran mengapa Victoria tetap bersikukuh untuk mencarikannya calon suami. Padahal ia saja menolak dijodohkan oleh orang tuanya. Well apa mungkin orang tuanya menyuruh Victoria yang menjodohkannya. Tunggu, berapa lelaki yang telah dijodohkan pada Soojung tadi? Apakah lebih dari sepuluh? Tunggu lebih baik Soojung mengingatnya. Ada Luhan, Ken, Jeongmin, Kevin, dan banyak lagi. Bagaimana bisa ya Victoria menemukan mereka semua?

Ya, Soojung sudah sampai di pesta ulang tahun Qiqi, anak perempuan Victoria. Nama lengkap Qiqi adalah Qian Horvejkul. Ya sama dengan nama cina Victoria. Tak beda jauh dengan ibunya, gadis kecil ini sangat menyayangi Soojung. Bahkan menganggap Soojung, eonninya sendiri. Gadis kecil ini benar-benar cantik dengan perpaduan wajah Victoria yang asli Cina dan ayahnya, Nickhun yang asli Thailand. Nickhun adalah suami yang sangat sempurna bagi Victoria yang Soojung anggap eonninya sendiri. Mereka saling mencintai meski awalnya mereka dijodohkan. Tapi karena kesopanan dan kebaikan Nickhun, akhirnya Victoria membalas perasaan Nickhun dan hingga sekarang mereka menjadi pasangan yang sangat romantis dengan kehadiran Qiqi.

Soojung sangat iri dengan mereka. Selain memang mereka saling mencintai, hubungan mereka benar-benar baik tidak seperti eonninya dan suaminya. Soojung mulai menghapus pikiran buruknya yang ingin membunuh orang yang menyakiti eonninya. Ia pun kembali ke pesta ini. Pesta ini benar-benar meriah. Qiqi dan teman-temannya merayakan pesta mereka di lantai atas gedung ini, sedangkan yang bahwa adalah pesta bagi orang tua mereka.

Soojung refleks merogoh tasnya. Ia merasakan getaran ponselnya yang berada dalam tas. Sejujurnya ia tak mengubah mode ponselnya menjadi ‘diam’ tapi di tempat ramai seperti ini ringtone ponselnya tak akan terdengar keras. Ia pun berjalan keluar setelah tahu bahwa ia mendapat telepon dari ibunya. Ia menyentuh perintah untuk menjawab telepon.

Yeoboseyo, Eomma. Ada apa?” Ia menyapa eommanya dengan sopan. Ia berhenti di koridor depan toilet yang cukup sepi.

Terdengar latar belakang suara ibunya agak berisik. Ia heran apa yang dilakukan ibunya.”Eomma berada di rumah bibimu. Kau benar-benar kalah dari Hawoo, Soojungie!”

“Memangnya ada apa dengan Hawoo, eomma?” Soojung mengerutkan kening mendengar jawaban ibunya.

“Ia akan menikah minggu depan dengan teman sekelasmu dulu, Han Sanghyuk. Kau lihat? Hawoo yang lebih muda dua tahun darimu saja menikah! Lalu kau malah menolak perjodohan dari…”

Soojung menjauhkan ponselnya dari telinganya. Ia benar-benar bosan ketika ibunya mulai lagi dengan kata pernikahan. Ia sadar jika ia mematikan telepon ibunya, ia akan dimarahi habis-habisan di rumah. Mungkin lebih baik ia mendengarnya dan sesekali membantah jika ibunya mulai kelewatan. Andai saja Soojung menemukan lelaki sebaik Donghae, suami eonninya yang sabar menunggu istrinya membalas cintanya. Tapi lelaki yang ditemui Soojung kebanyakan hanya berpikiran dangkal ingin memiliki tubuh Soojung saja. Tidak, mungkin lelaki yang seperti kakak iparnya itu benar-benar sudah punah.

Minho tidak habis pikir. Apa ini pesta untuk anak berumur lima tahun? Malahan Nickhun membuat pesta yang tampak seperti sebuah pesta di klub-klub malam tanpa ada anaknya di pesta ini. Tapi kata Jonghyun, pesta untuk anak-anak ada di atas pesta ini. Well, hal seperti ini patut ditiru. Minho pun segera mengakhiri panggilan klien bisnisnya yang meminta mengganti jadwal pertemuan mereka menjadi besok siang. Minho pun merapikan bajunya di depan cermin toilet itu. Setelah ia merasa dirinya lebih rapi, iapun keluar dari toilet itu.

Minho mengedarkan pandangannya ke sekeliling sesaat. Ternyata di luar toilet pria ini sangat sepi. Hanya satu dua orang yang melewatinya. Tapi ada satu hal aneh. Ada seorang gadis yang berdiri sendirian yang tampak sedang berada dalam pembicaraan melalui telepon. Gadis itu tampak sedang berdebat dengan lawan bicaranya.

“…tak semudah itu aku harus seperti Hawoo, eomma…aku benar-benar belum menemukan mempelai pria yang cocok!”

Mempelai? Minho mengerutkan keningnya. Ia bukan dengan sengaja mendengarkan pembicaraan gadis itu, hanya saja ia hanya mencoba mencari sinyal untuk menerima email dari sekretarisnya mengenai rapat lusa. Ia rasa, ia paham perasaan gadis itu yang tampaknya juga disuruh cepat menikah oleh ibunya. Ya itu sebelas dua belas dengan apa yang dilakukan ibunya padanya. Hanya saja ibunya tak akan seposesif itu padanya.

“…aku tak patah hati gara-gara dia…apa eomma tidak trauma pernikahan eonni…”

Minho mengerjapkan matanya mendengar kata-kata gadis itu. Tampaknya mereka berdua benar-benar memiliki kesamaan dalam beberapa hal. Pernikahan saudara perempuan yang lebih tua, ia juga merasakan trauma. Tunggu apa gadis ini dapat diajak bekerja sama? Mungkin ia juga menerima desakan yang sama dengan Minho dan itu dapat dimanfaatkan bukan?

Kali ini Minho dengan sengaja mendengarkan pembicaraan gadis itu. Minho juga sadar bahwa gadis itu terus menegaskan bahwa dia belum ingin menikah, trauma terhadap pernikahan eonninya dan membenci beberapa jenis lelaki. Ketiga hal itu juga Minho tegaskan dalam hidupnya meski ia sendiri seorang lelaki. Apa gadis ini bisa diajak kerja sama? Gadis itu kini sudah mengakhiri panggilan telepon itu. Ia segera memasukkan ponselnya ke dalam tasnya yang tampak sangat cocok dengan baju yang dipakainya. Minho pun memberanikan dirinya untuk memulai percakapan itu.

“Ehemm, apa makna sebuah pernikahan bagimu, aghassi?”

Gadis itu menghentikan kegiatannya mencari sesuatu dalam tasnya dan melirik tidak ramah kepada Minho. Minho tahu bahwa gadis itu akan merespon seperti itu padanya. Mana ada gadis akan ramah jika ada seseorang menyapanya dengan pertanyaan serius seperti itu. Tapi Minho tak memiliki pilihan lain kecuali menanyai gadis itu dengan pertanyaan seperti itu.

“Maafkan aku jika aku harus menyapamu dengan pertanyaan tidak sopan tadi, nona. Hanya saja, bisakah nona membantuku dalam hal yang tadi kuucapkan?”

***

Soojung memejamkan matanya sejenak. Ia lelah. Ini memang baru jam sepuluh pagi. Tapi ia sudah memutar otaknya untuk membuat desain yang diambil hari ini dan esok hari. Apalagi hari ini, Hawoo sepupunya akan berangkat dengan calon suaminya untuk membicarakan desain gaun pengantinnya. Ia juga masih harus menyelesaikan pesanan kliennya yang lain.

Selain itu, ia masih terbebani dengan omelan ibunya tadi malam. Go Ara, ibu kandungnya itu bukan jenis wanita yang cerewet ataupun posesif sebenarnya. Hanya saja, banyak teman-temannya yang sering mengejeknya hanya karena Soojung yang belum menikah. Tentu ibunya tak akan tahan bukan? Lagipula dia sendiri juga tak akan tahan. Tapi teman-teman ibunya sungguh kelewatan menurutnya. Tapi apa mungkin sifat ikut campur itu memang harus dimiliki wanita paruh baya seumuran ibunya?

Tokk.. Tokk..

Ketukan pintu ruangannya menyadarkannya dari lamunannya. Ia meneriakkan isyarat agar si pengetuk masuk. Ya, dugaannya tidak meleset. Itu memang sepupunya dan calon suaminya. Soojung menyapa sepupunya dengan pelukan dan calon suaminya dengan jabatan tangan. Soojung melakukan prosedur yang sama dengan klien biasa. Tebakan Soojung tampaknya tidak salah tentang apa gaun pengantin yang diinginkan sepupunya. Yaitu gaun yang anggun, simple dan unik.

Waktu pertemuan dengan sepupunya itu cukup singkat karena keduanya tampak sangat sibuk menyiapkan pernikahan mereka. Soojung sama sekali tidak iri dengan hal itu. Karena tampaknya, sepupunya juga sangat terbebani dengan hal-hal seperti ini. Selain itu, Soojung menemukan raut ganjil sepupunya yang tampak dingin. Sebenarnya Soojung juga heran bagaimana bisa sepupunya menikah dengan si teman sekelasnya ini, padahal keduanya diketahui bermusuhan sejak dulu.

Well, Soojung sadarlah! Soojung mengingatkan dirinya sendiri agar tidak ikut campur dengan urusan orang lain. Tampaknya pernikahan itu sangat rumit bagi Soojung. Dapat dilihat juga, bahwa untuk mempersiapkannya cukup menyita waktu. Apa kira-kira Soojung sendiri sanggup memenuhi permintaan lelaki kemarin. Tunggu, siapa namanya? Min… Ho? Ya, lelaki itu mirip dengannya yang membenci pernikahan. Lelaki itu juga mengajaknya menjalani pernikahan tanpa dasar apapun. Bahkan mereka dapat menulis perjanjian sebelum menjalaninya. Hal itu tampak menarik bagi Soojung tentunya. Tanpa syarat dan dapat menyelesaikan masalah dari pihak keluarganya ataupun kenalannya. Tapi, Soojung takut lelaki itu hanya main-main. Sehingga ia meminta, jika mereka berdua bertemu lagi maka ia akan menerima lamaran lelaki itu. Soojung tahu mungkin hal itu tampak menyepelekan sebuah pernikahan tapi ia rasa itu lebih baik daripada pernikahan kontrak bukan?

“Soojung-ssi, Tuan Choi dari Hyundai Corp sudah datang. Ia menunggumu. Selain itu, nona Goo juga meminta desainnya, apa lebih baik saya menyerahkannya langsung?”

Soojung menghela nafas kasar mendengar ucapan pegawainya melalui telepon itu. Dengan sesegera mungkin, ia menjawab bahwa ia akan mengurusi nona Goo dulu dan meminta pegawainya menemui Tuan Choi untuk meminta maaf. Ia sangat paham dengan sifat nona Goo yang menjengkelkannya sejak dulu. Tapi ia termasuk klien penting karena ia selalu membayar mahal untuk pakaiannya. Namun sifat pemilihnya itu sangat menjengkelkan. Hingga Soojung menyerah dan akan menyarankan jika si nona Goo tidak mau menerima pakaiannya yang sudah disiapkan beberapa kali namun ditolak juga, mungkin ia akan menyuruh nona Goo untuk berpindah desainer saja.

Soojung pun menyiapkan dirinya. Iapun keluar dari ruangannya. Beberapa pegawainya yang menyadarinya keluar dari ruangannya itu membungkuk hormat. Ia menyunggingkan senyum sambil menyapa beberapa pelanggannya. Namun ia tentu segera menuju ke lantai dua dimana terdapat ruang pertemuan, ruang penyimpanan dan beberapa ruangan lain.

Soojung yang awalnya melangkah pasti menuju Tuan Choi yang berbaik hati menunggunya setelah menyelesaikan masalahnya dengan nona Goo, berhenti mendadak sambil membulatkan matanya. Ia benar-benar tidak mengira ataupun menyangka, direktur Hyundai corp yang merupakan klien barunya adalah lelaki tadi malam. Lalu jika hal ini terjadi? Berarti ia harus menikah dengan lelaki ini bukan? Klien barunya itu sama-sama terbelalak memandangnya. Lelaki itu tampak tak mempedulikan si nona Goo yang menggandengnya dan merajuk padanya dengan centil.

“Jauhkan tanganmu, Goo Hara-ssi!”

Lelaki itu berkata tegas kepada nona Goo yang sekarang sedang shock itu. Lelaki itu berjalan ke arah Soojung. Soojung benar-benar membeku dalam posisinya sekarang. Ia kehilangan kata-kata dan terkejut. Ia bingung, ia cemas dan entah ada perasaan lega melihat lelaki itu. Lelaki itu sudah berada didepannya. Refleks Soojung mendongak. Ia terkejut melihat ekspresi senang lelaki itu.

“Jadi, kapan kita menikah, Soojungie? Kurasa kita memang benar-benar ditakdirkan menikah bukan?”

Don’t leave

Don’t turn around

I can’t let you go like this

Even if you leave me like this

You can’t escape me

Cause you’re my destiny

(Destiny by Infinite)

-TBC-

 

Anyeong! Lama nggak berjumpa dengan author yang udah lama hiatus. Ini fict pertama tentang MinStal, couple favorit author. Sebenernya, author pengen buat HyukStal tapi favoritku tetep couple di ff ini. Okelaah, mungkin author akan menyelipkan couple lain yang author shipperkan, dan paling banyak mungkin ada MyungZy? Well, just GIVE ME YOUR FEEDBACK, PLEASE!!!

Feb 04 2014 – 05.48 am

Advertisements

21 thoughts on “A marriage, Chapter One

  1. ceritanya seru author
    salam kenal
    senengnya hari ini entah ada apa iseng2 nyari ff minstal ( u/pertama kalinya, n bakalan jd minstal shipper kyaknya) .. nemu ni wp.. bonusnya eh ternyata ada myungzy nya secara aku myungzy shipper.. senangnya
    author ditunggu lelanjutan ff nya
    FIGHTING!!!!!

  2. hey, salam kenal 🙂
    kisahnya seru nih,, yg marriage life gini nih biasanya bikin reader adiktif heheh
    dtunggu lanjutannya ya thor, ga sabar liat moment minstalnya 🙂
    keep writing!

  3. walah…. ketemu langsung diajak nikah igh… lalu bagaimana dengan reaksi keluarga mereka ya??? seru nih kayaknya.. buat moment yang lucu2 dan banyak ya tentang minstal… q penggemar berat mereka,,,hehehe

  4. Anyyoeng author!!! Reader baru disini!!! Hua minstal!!!! Couple fav bgt ini. Ini kayaknya bakalan jadi ff series yang seru thor!!! Suka bgt thor!!! Lanjutin ya thor!!! Jangan nggak (ngancem masa.-.) oke thor next ditunggu^^

  5. iseng cari ff krystal akhirnya ‘terdampar’ disini XD nah looh itu si flaming bner” pengen nikahin soojung :O aigoo… moga bner deh 🙂

  6. jesica kenapa? aku baru tau wp ini tadi nyasar d google. kemaren” aku ga tau pernah buka apa ndak.. yg jelas aku tertarik ff ini. ini udah selesai kah? aku ijin skip ya..

  7. Eonni .. ceritanya bagus.. feelnya dapet .. aku bisa ngerasain kayaknya stress bgt tuh soojung eonni, trs Minho oppa juga penggambarannya ok.. pokokny daebakkk.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s