A marriage, Chapter Two

 

Title : A marriage

Author : sharesherli7

Cast : Jung Soojung, Choi Minho, Choi Jinri, Lee Taemin, etc

Genre : Romance, Family, Married life, Angst, Friendship.

Rating : PG

 aMarriagechap2poster

Jung Soojung dan Choi Minho adalah dua orang yang sama. Mereka benci kata pernikahan yang membuat orang yang mereka sayangi benar-benar terluka. Mereka seperti dua makhluk yang hidup tanpa rasa cinta. Mereka bertemu untuk menjalankan sebuah pernikahan tanpa dasar cinta dan tanpa perjodohan. Dua orang yang tidak mengenal satu sama lain menjalani hubungan pernikahan yang tanpa mereka sadari mengubah diri mereka…

 

Ost : I Hope It’s You by Zia ft Kwill

***

Drrt… Drrt…

 

Ponsel putih Soojung bergetar menimbulkan suara di meja makan keluarganya. Soojung terdiam dan menunduk minta maaf pada ayah, ibu dan suami unnienya. Sedangkan unnienya sendiri makan dengan melamun. Ia merutuki dirinya sendiri mengapa bisa-bisanya ia menaruh ponselnya di atas meja makan. Harusnya ia sadar bahwa tuan muda Choi itu akan mengiriminya pesan lagi pagi ini. Seharusnya si tuan itu dapat bertahan tanpa mengirimi Soojung pesan karena tidak lama lagi mereka akan bertemu.

 

Seminggu sudah berlalu setelah pertemuan tidak sengaja Soojung dengan Choi Minho. Soojung tentu masih ingat betul dengan perkataan Choi Minho yang berani mengajaknya menikah hari itu juga. Beruntung, tuan Choi itu mau memberikan pengunduran waktu. Bahkan tuan Choi itu memilih mengajak kencan Soojung agar hubungan mereka terlihat lebih natural tapi jangka waktu itu hanya berlaku sebulan artinya tiga minggu lagi mereka harus menikah.

 

Selama seminggu ini mereka berdua sudah berkencan beberapa kali, bahkan ibu Soojung menyadari perubahan Soojung dan benar-benar menunggu saat-saat mengenal calon menantunya itu. Minho sebenarnya sudah beberapa kali menawarkan untuk mengenalkan diri pada orang tua Soojung namun Soojung melarangnya karena ini terlalu cepat. Soojung dapat menemukan fakta bahwa Minho adalah seseorang yang sopan, dan sempurna seperti suami unnienya itu. Bahkan Minho jujur mengatakan bahwa ia trauma pada pernikahan noonanya sehingga ia suka mempermainkan wanita untuk menjadi teman kencannya. Ia mengakui bahwa ia akan berubah demi Soojung. Semua itu terbukti dengan Minho sudah tak pernah lagi berhubungan dengan teman wanitanya dulu.

 

“Soojungie, appa dengar dari umma kamu memiliki teman kencan beberapa hari ini, apa itu benar sayang?”

 

Soojung menghentikan kegiatan makannya. Ia refleks mendongak dan menyadari semua anggota keluarganya memandangnya. Bahkan unnienya juga memandangnya penasaran. Itu hal yang jarang mengetahui unnienya yang peduli padanya lagi. Donghae, suami unnienya yang sangat sempurna itu juga memandangnya dengan tersenyum. Apa baik mengakuinya sekarang?, batin Soojung bimbang.

 

Ia cukup paham dengan sifat appanya yang memang protektif pada anak-anaknya. Selama ini, Soojung belum pernah membicarakan masalah teman kencan pada keluarganya karena jelas Soojung sendiri tidak memiliki teman kencan sejak masuk universitas. Tentu ia harus mengatakan dan bercerita secara lengkap terhadap appa-nya. Tapi sifat protektif Jung Yunho, appa Soojung itu dapat termasuk baik, karena contohnya unnie Soojung dapat memiliki suami sempurna seperti Lee Donghae.

 

Ting Tong

 

Terdengar bunyi bel itu menyadarkan Soojung. Ya, itu tidak hanya membuat Soojung tersadar, tetapi juga membuat semua keluarganya di ruang makan ikut menoleh. Tanpa menunggu lebih lama, Donghae bangun dan permisi untuk membukakan pintu. Soojung pun mencuri kesempatan untuk melirik pesan yang tadi diterima ponselnya. Selain itu, ia juga berharap bahwa Choi Minho bukanlah pengirim pesan itu.

 

From : Choi Minho

Aku dalam perjalanan, Soojungie. Kuharap kau sudah siap di depan rumah. Jika tidak, aku akan membunyikan bel.

 

Soojung membaca pesan itu seksama. Dugaan Soojung benar-benar terjadi. Yang menjadi masalah, kalimat terakhir itu benar-benar membuat Soojung membelalakkan mata. Tunggu, baru saja terdengar bunyi bel bukan? Jangan-jangan, itu adalah Choi Minho?

 

“Soojung-ahh, ada yang menjemputmu.”

 

Donghae, suami unnienya itu berjalan masuk sambil tersenyum lebar. Soojung rasa tebakannya akan menjadi kenyataan dalam waktu tiga detik. Ya, Choi Minho berjalan dibelakang Donghae masuk ke ruang makan keluarga Soojung. Mungkin sekarang benar-benar waktu untuk mengenalkan Choi Minho pada keluarganya.

 

“Perkenalkan, ini Choi Minho. Teman kencanku selama ini.”

 

Soojung segera berdiri menghampiri Minho. Minho refleks membungkuk dan tersenyum sopan di depan keluarga Soojung. Soojung rasa Minho sudah paham betul bagaimana cara bersikap sopan di depan orang lain yang jelas membuat Minho dengan mudah disukai. Itu terbukti saat ia mengenalkan Minho pada pegawainya, dalam sehari pegawainya terus-terusan memuji bagaimana tampan dan sopannya seorang Choi Minho.

 

Iapun mulai melihat reaksi masing-masing anggota keluarganya terhadap Minho. Sooyeon, unnie kandung Soojung tampak tak terpengaruh dengan sikap Minho. Sooyeon hanya mengangguk sebagai balasan bungkukan Minho. Donghae tampak tersenyum ramah pada Minho. Entah mengapa, Soojung melihat tatapan bersahabat dari Donghae pada Minho. Jangan bilang, jika mereka saling mengenal?, batin Soojung. Ara, ibu Soojung tampaknya sangat bahagia akhirnya dapat mengenal teman kencan Soojung. Ara tampak lega atau mungkin puas dengan pilihan anak bungsunya itu. Yunho, ayah Soojung tersenyum penuh wibawa membalas bungkukan Minho. Bagaimanapun, ayahnya adalah yang tertampan disini bagi Soojung.

 

“Tunggu, kau anak dari Siwon kan? Dia yang kemarin ke kantor itu kan, Donghae?”

 

Yunho bertanya sopan pada Minho. Soojung membatin jangan-jangan ketiga pria disini saling mengenal. Jika iya, itu akan semakin gawat. Mungkin saja pernikahan itu akan semakin cepat dilaksanakan sesuai instruksi Minho yaitu lebih cepat lebih baik. Tapi trauma Soojung sepertinya masih belum bisa diajak kompromi.

 

“Ya, saya anak dari Choi Siwon, Yunho ahjussi. Maaf sebelumnya, saya ingin minta izin mengajak anak bungsu anda ke daerah Yongsan.”

 

Minho menjawab dengan ramah. Soojung cukup lega bahwa Minho adalah orang yang cukup pintar membaca situasi dan posisi. Ia juga cukup pintar membuat orang lain merasa senang terhadapnya. Well, ia tipe orang yang disukai semua orang. Soojung juga melihat bahwa anggota keluarganya memandang ramah pada Minho. Tidak, ada satu yang berbeda. Sooyeon memandang Minho memuja. Itu aneh bagi Soojung. Soojung sadar bahwa ia pernah melihat dulu sekali pandangan Sooyeon itu. Itu membuat Soojung membeku di tempatnya.

 

 

 

Minho diam-diam agak cemas menyadari perubahan sikap Soojung pagi ini. Ah tidak, ini sudah siang yang tetap terlihat pagi karena ini adalah musim dingin. Minho memuji penampilan Soojung dalam hati. Meski Soojung hanya memakai sweater berwarna belang biru-oranye-hijau-merah dengan rambut yang dibiarkan tergerai, Soojung tetap cantik. Kata cantik itu relatif menurut Minho. Ia sering bertemu wanita cantik menurut orang lain tapi menurutnya itu hanya biasa dibandingkan dengan kecantikan noona dan ibunya. Sekarang daftar wanita cantiknya bertambah satu yaitu Soojung.

 

Hampir dua jam, Minho dan Soojung berada dalam mobil dalam diam dengan alunan pemutar musik mobil Minho. Ini tidak biasa, Soojung memang jenis gadis pendiam namun ia mudah bosan sehingga ada saja yang ia bicarakan meski sepatah atau dua kata. Selain itu, Minho jelas tidak akan tahan dengan suasana diam seperti ini. Ia termasuk tipe cerewet dengan orang yang dikenalnya. Ini sudah lewat sepuluh menit mereka berdua sampai di pantai daerah Yongsan.

 

“Apa kau ada masalah, Soojungie?”

 

Minho mulai membuka suara. Ia tahu bahwa itu tidak sopan karena ia langsung menanyakan hal terlalu pribadi itu. Bukannya Minho sudah tidak sabar, namun Minho merasa aneh. Soojung biasanya bersikap biasa kini tampak menjaga jarak dengannya. Saat Minho memasangkan seatbelt pada Soojung, Soojung saja menolak. Padahal tiap pagi, Minho melakukan itu namun ini membuat hubungan mereka tampak sangat canggung dimata orang lain. Jelas Minho tidak bisa diam saja, mungkin waktunya tinggal sedikit sebelum ia didesak menikah oleh ayahnya.

 

“Aku tahu aku tidak sopan, maafkan aku. Tapi waktu pernikahan kita semakin dekat, ayahku sudah mendesakku, Soojungie.”

 

Soojung menoleh menatap Minho dengan raut datar,”Ya, aku juga didesak oleh ibuku, Minho-ssi. Hanya saja aku berpikir hubungan ini sangat memuakkan. Tak sadarkah, kita sudah membohongi orang lain? Dibohongi dan dikhianati itu sangat menyakitkan tentunya.”

 

Minho terdiam dan memandang lurus kedepan. Ia benar-benar tak menyangka bahwa Soojung akan mengatakan hal seperti itu padanya. Ia paham ucapan Soojung namun ini benar-benar aneh. Hari-hari sebelumnya Jung Soojung tidak menanyainya hal seperti ini dan baru sekarang. Kini Minho sadar, perubahan Soojung hari ini karena perkenalannya tadi pada keluarga Soojung.

 

“Ya, aku paham. Tapi ini sudah terlanjur dan kurasa aku tak bisa meninggalkanmu, Soojungie.”

 

“Tidak, kau bisa. Kau pasti sudah biasa memutuskan hubungan. Kau mengatakan kau seorang player dan ingin menjadi seperti kakak iparmu bukan. Tak apa, jika aku menjadi korbanmu dan kau bisa meninggalkanku.”

 

Minho terhenyak. Ia sadar seorang Jung Soojung adalah tipe wanita pintar dan tidak mudah dibohongi. Tetapi, wanita itu salah. Minho bukan jenis pria seperti itu. Meski ia mengakui seorang player, ia tidak pernah memutuskan hubungan. Ia hanyalah pria yang tak tegaan dan hanya berkata dingin untuk melepaskan wanita-wanita yang pernah ada di sekelilingnya.

 

“Ya, aku seorang player yang hanya bisa menjauhi tanpa mengatakan kata ‘putus’ bagi korbanku. Bahkan aku tak pernah mengatakan ‘menyukai’ pada korbanku.”

 

Minho sadar bahwa Soojung menoleh mendengar perkataan Minho. Minho sudah tak tahu lagi menghadapi wanita ini. Ia sering menyesali sendiri mengapa ia dapat membuat wanita ini dingin dan bahkan berkata-kata ketus padanya. Tapi ketika wanita ini tersenyum dan tertawa mendengar leluconnya ataupun melihat tingkahnya, hatinya begitu bahagia. Ini aneh. Ia tak pernah merasakan hal ini sebelumnya semenjak lima tahun lalu.

 

“Kakak iparku adalah Shim Changmin, mantan kekasih istri Nickhun hyung. Ketika Changmin hyung diputuskan secara sepihak, ia berubah menjadi seorang player. Ia sering bermain ke klub malam dan pulang dengan bermacam-macam wanita. Aku dulu adalah junior kesayangannya. Aku sering menasehatinya namun ia membeciku karena aku juga bersahabat dengan Nickhun hyung. Akhirnya aku menyerah dan menjauh darinya.”

 

Minho mulai menceritakan kakak iparnya dengan nyaman. Ia membiarkan Soojung menjadi pendengar ceritanya itu. Ia bahkan tak pernah menceritakan ini pada semua sahabatnya termasuk Kim Jonghyun, sahabatnya sejak kecil. Seorang pria tentu bukan seorang pencerita masalahnya pada orang lain bukan? Tentu saja tidak mungkin, seorang pria cassanova seperti Minho berbagi masalahnya. Itu sangat mustahil, tapi kali ini Minho merasa aneh dengan dirinya sendiri.

 

“Beberapa hari kemudian, aku mendengar noonaku akan menikah seminggu lagi. Awalnya, saat aku tahu kakak iparku adalah Changmin hyung, aku senang. Setelah beberapa bulan, aku memergokinya tidur dengan sekretarisnya dan bahkan ia menunjukkannya pada noonaku. Akupun meminta ayahku menceraikan mereka namun noona menolaknya. Setelahnya noona bahkan divonis depresi karena ia dilukai oleh Changmin hyung secara fisik dan batin. Changmin hyung sengaja melakukan itu untuk balas dendam padaku karena mengenalkan Nickhun hyung pada mantan kekasihnya. Aku benar-benar adik yang jahat, bukan?”

 

Minho mulai menoleh memandang Soojung. Ia cukup kaget melihat pipi Soojung yang basah. Ya, mungkin cerita noonanya itu benar-benar menyedihkan bagi wanita. Namun Minho hanya bisa mengelak dan menyesal dalam hati. Minho merasa kesalahannya itu sudah benar-benar fatal dan ia tak dapat memperbaikinya.

 

“Kini aku sadar, tak hanya ibuku, noonaku dan sahabatku, beberapa wanita yang harus kulindungi. Aku tahu ini terlalu cepat dan mungkin lancang, aku ingin melindungimu, Soojungie.”

 

 

Soojung menoleh cepat mendengar perkataan Minho. Mata Minho begitu jernih dan dalam. Soojung tahu disana hanya ada kejujuran yang dalam. Ia terkunci dan membatu di kursi mobil itu. Bahkan Soojung rasa ia sudah tak dapat mengelak. Ia benar-benar jatuh dalam perangkap Minho. Ya, Minho memang termasuk jenis pria cassanova seperti mantan kekasih unnienya.

 

Klek

 

Soojung memandang asal datangnya suara itu. Ia melihat sebuah kotak coklat yang langsung diambil Minho. Minho segera membukanya dan menunjukkannya pada Soojung. Air mata Soojung kembali meleleh melihat cincin putih bertahtahkan kristal berwarna onyx mungil yang tampak anggun. Mata Soojung kembali naik menatap mata coklat Minho. Apakah ini benar-benar takdirku?, batinnya dengan debaran jantungnya yang tak teratur itu.

 

“Aku tahu aku bukan pria sabar dan sempurna bagimu. Tapi diatas semua itu, mari kita menikah!”

 

The words “I love you”, I’ll say it first

The word “break-up”, won’t exist anymore

Look at me, do you know how my heart?

Believe me, Is it you? Hold my hand

I hope it’s you, let’s be together forever

(I Hope It’s You by Zia ft. Kwill)

 

-TBC-

 

Anyeong! Nggak nyangka ada yang RCL. Kamsahamnida! Well, jadi makin semangat ngelanjutinnya. Maaf kalo makin nggak jelas dan nggak sesuai dengan yang diharapin karena otak makin mumet gabungan ngerjain limit yaa-_- *curcol* tapi insya’allah chapter selanjutnya bisa lebih cepet. Jangan lupa tinggalin jejak kalo baca. Kalo mau kenal authornya bisa langsung follow twitter author yaa! http://twitter.com/sharesherli7 *promo* GIVE ME YOUR FEEDBACK»»»

 

Sunday, March 9th 2014 – 9.37 pm

Advertisements

23 thoughts on “A marriage, Chapter Two

  1. Akhirnya setelah sekian lama…
    Myungzynya juga diupdate y author
      / ̄ ̄ヽ_
     /^ヽ ・  ●
    `|##| __ノ
     `―-)=(  / ̄∨ ̄\
      /  二З     |
     c(  ノ \     /
      _」 LL_   \ /
     (__)_)   Y

  2. kyaaaaa minstal…ska bngt crita.a ..cpet nikah minstal ..ahhh lanjut yahh jngn lama lma…thor…maap yahh bru ngmen di chpter 2.hhe fighting buat author…

  3. seneng ny chapt 2 d share,,
    hubungan mereka termasuk unik,,
    mereka g sadar bhwa sudah saling cinta,,
    d tunggu next nya,

  4. salam kenal… new readers 🙂 suka banget sama ff kamu,serasa balik lagi ama minstal couple 🙂
    tapi menurut aku ff ini masih kependekan,di tunggu chapter selanjutnya.. hwaiting!!

  5. Akhirnya dipost juga thor. Ceritanya makin lama makin menarik ya. Huaaa ayo thor semangant nulis lanjutan ffnya biar cepet dipost. Hehhehehe cepet dipost ya next chaptnya^^

  6. Memiliki masa lalu yang mirip…
    Omo… Sooyeon jgn smpai jtuh cinta dgn Minho…
    Soojung terima aja lamaran Minho..

  7. lanjut min~ makin seru nih,
    soojung terima lamarannya minho donk, jgn kecewain readers ok, kkkk~
    keep writing 🙂

  8. aah.. aku suka minong disini. kodok itu so sweet ternyata. karakter kakaknya sooyoung kah? sooyeon jangan bilang masa lalu minong juga? kasihan soojung dung.. d lanjut dong chingu. bagus ini. gomawo ffnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s