The Amazing Cinderella, Chapter 1

 

Title : The Amazing Cinderella | Author : Evil_Yeol ‘^_^’& magnaegihyun | Length : 2.289 words | Genre : Romance, School Life, Family, Other | Rating : PG | Main Cast : Kim Myungsoo, Bae Suzy, Lee Jeongmin, Lee Sungyeol, Wu Yifan and other

amzingcinderella

Bae Suzy tidak sengaja bertemu dengan seorang kakek yang sedang kesakitan. Tentu saja, dengan sigap ia menolong kakek itu ke rumah sakit meski menyadari bahwa ia sudah terlambat bekerja. Ia merasa aneh ketika ia ditanyai apa impiannya oleh kakek itu. Meski begitu, ia tetap menjawab dan bercerita pada kakek yang baru dikenalnya itu. Tanpa disangkanya, keesokan harinya impiannya bener-benar menjadi nyata. Inilah kehidupan barunya yang ia rasakan layaknya cinderella.

Backsound : Brand New Day by Demi Lovato (Camp Rock 2 OST)

Disclaimer : THIS STORYLINE IS BELONG TO EVIL_YEOL & SHARESHERLI7. THE CAST IS BELONG TO GOD AND THEIR PARENTS. DON’T COPY AND BASH IT. IF YOU READ IT, COMMENT AND LIKE THIS POST, PLEASE!

*

Matahari telah kembali ke paeraduaannya berjam-jam yang lalu. Gemerlap kota memenuhi pandangan Suzy. Berdiri melamun di depan pintu toko tempat ia bekerja paruh waktu sambil mengelap meja-meja pelanggan. Seseorang menepuk bahu Suzy.

 

“ Hey, kau melamun? Cepat bereskan setelah itu kau boleh pulang. Siapa tahju orang tuamu mencemaskanmu karena kau pulang terlambat hari ini.” Jia berkata lembut seraya memamerkan deretan giginya yang putih dan rapi.

 

“Ah, eonni aku sedang tidak melamun. Terima kasih sudah mencemaskanku.” Balas Suzy kepada satu-satunya orang yang memperhatikannya semenjak kematian ibunya.

 

“Baiklah kalau begitu aku pulang dulu. Sampai jumpa.” Setelah Jia mengucapkan salam kepada bosnya, dia melangkah pergi meninggalkan toko menuju halte bis.

 

Suzy bergerak cepat membereskan meja-meja pelanggan dan mengepel lantai seperti yang biasa ia lakukan. Seperti hari-hari biasanya, Suzy benar-benar malas jika ia harus pulang ke rumahnya. Ya, memang tak ada seorangpun yang mengharapkannya pulang. Setelah semua pekerjaannya selesai, Suzy pamit pulang kepada bosnya yang hari ini menginap di tokonya. Suzy memakai jaketnya karena musim dingin sedang melanda Korea Selatan kini. Ia melangkah menuju jalan yang membawanya ke rumahnya di daerah selatan kota Seoul.

 

Saat berada di sebuah gang kecil menuju rumahnya, Suzy dikagetkan oleh seseorang yang tiba-tiba muncul dari balik tiang listrik. Suzy sudah siap dengan kuda-kudanya. Suzy memiliki ahli bela diri yang diwariskan oleh mendiang ibunya.

 

Sepertinya ia bukan orang jahat. Dari pakaiannya terlihat jelas bahwa ia seorang yang berpendidikan dan kaya. Apalagi pakaian yang ia kenakan buakanlah baju yang biasa aku beli di pasar Insadong. Baju itu kan baju bermerek seperti yang sering dipakai Jiyeon.

 

BRUKKKK………

 

Tiba-tiba orang dihadapnnya langsung ambruk menimpanya. Suzy mencium bau alkohol dari mulutnya. Berkat keahlian bela dirinya, Suzy mampu mengangkat si pria itu dan menyandarkannya di dinding gang tersebut.

 

‘Tidak mungkin aku membawanya pulang pasti orang-orang rumah akan memakiku habis-habisan apalagi aku sudah pulang selarut ini ditambah lagi orang ini dalam keadaan mabuk. Apa lagi yang akan mereka pikirkan tentangku selain aku ini anak haram. Apa yang harus kulakukan?’

 

Benak Suzy berkecamuk. Disaat yang sama tiba-tiba orang itu sadar dan langsung berdiri. Ia menatap aneh Suzyyang kini berada di depannya. Suzy yang ditatap seperti itu langsung mengernyit bingung.

 

“Siapa kau?” Tanya laki-laki itu kepada Suzy yang kini sudah berdiri tepat dihadapannya.

 

“Aku? Seharusnya aku yang bertanya padamu, tuan. Kau ini siapa? Kau tiba-tiba pingsan dan menimpa tubuhku. Tahukah anda bahwa tubuh anda cukup berat. Untungnya aku masih bisa menyingkiran tubuh anda dari tubuhku. Kalau tidak, mungkin aku akan mati sesak napas karena tertindih.” Jawab Suzy dengan dingin sedingin cuaca kota Seoul malam ini.

 

“ Baiklah aku minta maaf. Namaku Jeongmin. ”

 

“…”

 

“ Kalau begitu siapa namamu?”

 

“ Kau tidak perlu tau siapa namaku. Lagi pula aku tak ingin mengenalmu.” Jawab Suzy dan langsung melangkah meninggalkan Jeongmin.

 

“Hey tunggu.” Jeongmin mencekal tangan Suzy. Dengan gerakan cepat Suzy langsung memelintir tangan Jeongmin ke belakang dan langsung mendorongnya ke tembok dengan kasar dan mata yang berkilat-kilat bak serigala kelaparan. Jeongmin yang kaget setengah mati mendapat serangan mendadak apalagi dari seorang wanita hanya meringis menahan sakit.

 

“Jangan karena kau lelaki dan lebih kuat dariku, kau bisa dengan mudah menyentuhku. Ingat kau tak bisa membeliku.”

 

Jeongmin membelalak kaget medengar pernyataan gadis itu. Jeongmin menganggap gadis ini bukan gadis kebanyakan yang selalu memuja dirinya bukan hanya ketampanannya tapi juga kekayaan yang dimiliki keluarganya.

 

“Sebenarnya aku bisa membelimu. Itu sangat mudah bagiku semudah membalikkan telapak tanganku. Apa kau tak tahu aku ini siapa, nona galak?Apa kau mausatu juta won?Atau sebutkan saja jumlahnya aku akan memberimu.”

 

“Oh, jadi itu yang selalu kau lakukan kepada kami orang-orang yang berada di bawahmu.” Suzy menyahut dengan tawa getir, seakan bulir air mata akan jatuh ke pipinya tapi tak bisa bahkan saat pemakaman ibunya ia sama sekali tak menangis.

 

Jeongmin menangkap ekspresi kesedihan dari guratan di wajahnya yang cantik. Ia seolah tahu bahwa beban hidup yang ditopang sebegitu beratnya. Hal itu juga ditunjukkan dari sinar matanya yang tajam menusuk.

 

“Baiklah pasti kau kaget dengan tindakanku. Mungkin kebanyakan wanita selalu memujamu, aku juga tak peduli soal itu. Kali ini aku kan melepaskanmu. Sekali lagi kau menyentuhku, aku tak tau apa yang akan terjadi denganmu selanjutnya,” Ujar Suzy seraya melepaskan cengkramannya. Dan saat itu juga Jeongmin menarik Suzy kedalam dekapannya dan berbisik tepat ditelinga Suzy.

 

“Maukah kau menjadi tuan putriku malam ini? Jangan berfikir yang aneh-aneh aku hanya akan menjadikanmu pacarku malam ini.”

 

Suzy kaget setengah mati mendengar perkataan Jeongmin,“ A..a..apa alasanmu menjadikanku pacarmu?”

 

“Aku hanya ingin menyingkirkan sesorang.”

 

“Mantan pacarmu yang masih mengejarmu?”

 

“Bisa dibilang seperti itu situasinya.”

 

“Baiklah aku setuju denganmu. Ingat, ini semua tidak gratis!”

 

“Iya aku mengerti. Kalau begitu ayo tuan puteriku, kita harus bertemu Yoona noona sekarang.”

 

Mereka berjalan kaki menuju suatu klub malam dan selama perjalanan Jeongmin merangkul pundak Suzy. Suzy pun patuh dan tidak menolak toh dia akan dibayar nanti dan setelah itu dia bisa mendapat bayaran dan mungkin ia akan menyewa kontrakan juga pergi dari rumahnya.

*

Seperti biasa, suasana klub malam sangat ramai pengunjung karena kebetulan sedang liburan musim dingin. Suzy dan Jeongmin melangkah masuk. Anehnya penjaga klub membiarkan mereka masuk dan malah terkesan menyambut mereka padahal biasanya pengunjung diminta menunjukkan kartu identitas mereka. Banyak bartender yang menyapa Jeongmin dengan sebutan tuan muda.

 

‘Rupanya anak ini memang pria yang sangat kaya.’ Suzy berpikir dalam hati

 

Seorang gadis lugu dengan mata lebar mendekati mereka. Gadis itu berpakaian sangat rapi, berwajah putih bersih kalem dan terkesan dewasa.

 

“Halo,Jeongminnie. Siapa gadis ini?” walaupun dengan nada biasa terlihat jelas dari wajahnya bahwa gadis itu cemburu pada Suzy.

 

“Perkenalkan ini tuan puteriku.” Jeongmin memperkenalkan Suzy sebagai pacarnya kepada semuanya termasuk gadis itu alias Yoona beserta kedua saudaranya Sungyeol dan Myungsoo yang kebetulan sedang berada di sana. Suzy tidak mengatakan sepatah kata-pun dan hanya membungkuk memberi salam kepada orang-orang asing yang berada di sekitarnya. Yoona yang mengetahui bahwa gadis itu adalah pacar Jeongmin langsung merasa dunianya runtuh. Yoona sebenarnya malas mengakui bahwa Suzy sangat cantik dengan kulit putih dan rambut lurus yang panjang di ikat kuda tinggi-tinggi serta bola mata bulat seperti anak kucing yang menggemaskan.

 

“Bagaimana? Dia cantik bukan.” Jeongmin melontarkan kata-kata itu sambil merangkul pundak Suzy dengan mesra, akan tetapi raut wajah Suzy tetap dingin.

 

“ Ya, tentu saja.” mata Yoona mulai berkaca-kaca.

 

“Ayo Noona lebih baik kita pergi dari sini.” Myungsoo langsung menarik tangan Yoona pergi dari klub malam itu.

*

Noona tak apa-apa kan?” Tanya Myungsoo dengan raut muka cemas kepada Noona yang sangat ia sayangi ini.

 

“Ya aku tak apa-apa. Terima kasih karena selalu memperhatikanku, Myungsoo-yaa.”

 

“Hmmm. Tidak perlu berterima kasih.” Myungsoo menjawab pendek.

 

“Bagaimana menurutmu penampilan gadis yang bersama Jeongmin tadi? Dia sangat cantik bukan?”

 

“Tidak, noona tetap lebih cantik bagiku.”

 

“Baiklah kalau meminta pendapatmu kurasa itu tidak rasional. Terima kasih kau selalu baik padaku dan selalu membuatku tersenyum,” jawab Yoona dengan senyum manisnya.

 

Seandainya Jeongmin yang melakukan itu untukku.

 

Myungsoo melihat senyum ganjil Yoona dan sadar, iapun menyahut dengan keras kepala, “Sudah kubilang noona tidak perlu berterima kasih kepadaku. Aku hanya melakukan apa yang ingin kulakukan.”

*

Setelah Yoona dan Myungsoo keluar dari klub tak lama kemudian Suzy dan Jeongmin keluar dari klub. Suzy langsung melangkah pulang karena hari sudah terlalu larut. Jeongmin langsung menarik pergelangan tangan Suzy dan dengan mudah ia mengelak.

 

“Jangan menyentuhku!” Suzy menolak dengan ketus

 

“Ah, baiklah aku minta maaf, tuan putri. Aku hanya ingin minta nomor rekeningmu.”

 

“ Maaf, tapi aku tak punya.”

 

“Baiklah kalau begitu alamat rumahmu. Tapi setidaknya bolehkah aku mengetahui namamu.”

 

“Kau tak perlu mengetahuinya dan kau tak perlu membayarku anggap saja ini bantuan dariku. Setelah ini kita tidak saling mengenal, baiklah aku pergi.” Tanpa menoleh lagi Suzy langsung pergi menjauh dari tempat Jeongmin berdiri.

 

Setelah Suzy melangkah menjauh dan hilang dari pandangan Jeongmin, iatersenyum simpul dan berkata.,“Gadis yang menarik. Setidaknya dia sangat cantik walaupun tingkah lakunya tidak demikian, tapi aku cukup penasaran dengannya.”

*

Suzy sampai di depan pintu rumahnya yang usang. Ia tak langsung masuk.

 

“Ayah, belikan ini ya.” Jiyeon merengek kepada ayahnya.

 

“Iya, jika ayah sudah terima gaji bulan ini.”

 

Samar-samar Suzy mendengar percakapan Jiyeon dengan ayah kandungnya yang tak tampak seperti ayah kandungnya sendiri. Suzy melangkahkan kakinya menuju pintu, dan saat sampai di ambang pintu Suzy di kagetkan oleh bentakan ibu tirinya yang memenuhi seantero rumahnya yang kecil.

 

“Heh! Kau dari mana saja? Kau tak lihat jam berapa sekarang. Apa kata para tentangga tentangmu nanti jika kau terus-terusan pulang malam hah?”

 

“Kalau begitu jangan pedulikan omongan tetangga toh aku bukan anakmu jadi abaikan saja aku.”

 

PLAKKKK……..

 

Suzy merasakan pipinya memanas karena tamparan ayahnya yang mendarat langsung di pipinya yang putih. Suzy hanya memegangi pipinya yang memerah dalam diam. Sementara itu ayah dan ibu tirinya terus-terusan mengomeli dirirnya. Sedangkan Jiyeon hanya meliriknya sekilas sambil memainkan ponsel keluaran terbaru yang baru saja dibelikan ayah kandungnya. Seprti biasa Suzy hanya menganggapnya angin lalu dan melangkah santai menuju kamarnya yang baru.

 

“Dasaranak haram! Apa begini sikapmu terhadap orangtuamu?” perkataan Ayahnya membuatnya berhenti dan menatap tajam ke arah ayahnya.

 

“Sejak kapan kalian orang tuaku? Bukannya hanya dia anak kalian?” dengan nada dingin sambil menunjuk Jiyeon.

 

“……”

 

“ Baiklah tak ada yang perlu kita bicarakan lagi kan? Kalau begitu aku masuk kamar dulu,” ujar Suzy santai dan langsung melangkah masuk kedalam kamarnya dengan membanting pintu yang sudah reyot.

Di dalam kamar Suzy hanya memandangi foto mendiang ibu kandungnya yang teletak di atas meja. Suzy hanya meratapi nasibnya yang sungguh tragis dalam diam karena air matanya telah kering sejak lama. Memori otaknya sedang mengulang semua kejadian sejak ibunya meninggal. Pertama, ibu dan adik tirinya masuk ke dalam rumah dan memperlakukan Suzy dengan semena-mena. Dua, kamar Suzy yang lama ditempati Jiyeon adik tirinya sedangkan ia dipindahkan ke ruangan sempit yang dulunya gudang yang hanya berisi kasur lipat, meja dan kursi kecil, lemari pakaian plastik dan minim cahaya matahari.

 

Tok tok tok……

 

Terdengar ketukan dari pintu rumah Suzy dan keluarganya. Suzy diam dan mulai membuka ponselnya. Ia cukup paham ponselnya mungkin tidak sebagus milik Jiyeon tapi stidaknya ponsel itulah yang ia beli dari gajinya. Beruntungnya, Suzy tidaklah seperti Jiyeon yang sangat modis sehingga untuk baju, ia siap menerima baju bekas Jiyeon yang kadang sudah usang dan ketinggalan jaman. Toh, di sekolahnya yang masuk sekolah negeri, banyak yang memakai baju seperti itu. Begitupun dengan Soojung dan Jinri yang sama sederhananya dengan Suzy ketika berpakaian.

 

“ Suzy cepat bukakan pintu!”

 

Ibu tirinya berteriak membuyarkan lamunan Suzy. Tanpa menjawab, Suzy membuka pintu kamar dan menuju ruang tamu yang berukuran 3×4 meter untuk membukakan pintu yang terus menerus diketuk.

 

Setelah pintu dibuka tampaklah sosok jangkung bersetelan jas rapi dan tertera nama Wu Yi Fan di nametag-nya. Orang yang bernama Wu Yi Fan itu membungkuk penuh hormat dan Suzy membalasnya.

 

“Siapa?” ibu tirinya bertanya dari kejauhan dan segera menuju ruang tamu. Setelah sampai di ruang tamu mata ibu tirinya-pun bersinar-sinar karena mengetahui orang berjas mengunjungi rumahnya yang kumuh pasti memiliki maksud tertentu.

 

“Kenapa kau tidak persilahkan masuk? Anjajuseyo!

 

“Ah terima kasih. tidak perlu karena aku tidak akan berlama-lama disini. Perkenalkan saya Wu Yi Fan, saya salah satu perwakilan dari grup Gamseong.”

 

“Kalau kau tidak mau duduk setidaknya kau masuk saja dulu.” Sahut Suzy dingin.

 

“Bisa tidak kau ramah sedikit! Sepertinya kau bukan orang korea. Kalau dilihat dari namamu apa kau orang Cina?” Jiyeon menimpali dan tersenyum sangat ramah seperti yang biasa ia lakukan kepada kebanyakan orang yang ia anggap ber-uang.

 

“Ah, iya saya memang bukan orang korea. Saya orang Cina dan dibesarkan di Kanada. Baiklah maksud kedatangan saya kesini untuk menjemput salah satu putri dari tuan Jaejoong untuk tinggal di Dream House dan bersekolah di kelas favorit SMA Gamseong. ”

 

Mereka semua tampak gembira dan sangat tertarik dengan pembicaraan ini tak terkecuali Suzy. Karena jika itu dirinya, setidaknya dia bisa keluar dari rumah ini. Tapi ia tahu bahwa Jiyeon dan Ibu Tiri-nya tak akan membiarkannya begitu saja.

 

“ Kalau begitu siapa orang itu? pasti Jiyeon kan?” Tanya ibu tiri-nya penuh percaya diri.

 

“ Maaf akan tetapi tuan Kang menyuruh saya untuk menjemput seseorang yang bernama Bae Suzy.”

 

Jiyeon dan ibu tiri-nya tampak terkejut dengan raut wajah tak rela langsung memandang Suzy. Mereka tak menyangka bagaimana mungkin Suzy bisa mengenal seseorang sekaya keluarga Grup Gamseong.

 

“Apakah tuan tidak salah?” ibu tiri-nya mencoba meyakinkan

 

“Tidak nyonya. Baiklah bisakah kita berkemas sekarang?”

 

“Baiklah.” Tanpa pikir panjang Suzy pergi menuju kamarnya dan mengemasi barang-barangnya dengan cepat karena memang ia hanya memiliki sedikit barang. Dengan cepat Suzy memasukkan beberapa helai pakian, perlengkapan sekolahnya dan kalung pemberian ibunya yang tak pernah ia pakai.Tak kurang dari sepuluh menit Suzy keluar dari kamarnya dengan membawa 1 buah tas tangan dan tas yang berada di punggungnya.

 

“Apakah anda sudah siap? Apa anda yakin hanya ini barang bawaan anda?” Wu Yi Fan bertanya dengan sangat sopan.

 

“Tentu Saja.” Jawab Suzy tak bisa menyembunyikan kebahagiaannya.

 

“Baiklah, tuan,nyonya saya permisi dulu. Saya janji akan bertanggung jawab sepenuhnya atas diri Suzy. Jadi anda tidak perlu khawatir.”

 

“Tuan, apa anda tidak salah. Bagaimana mungkin itu Suzy?” Jiyeon mulai merengek.

 

“Saya sangat yakin nona. Saya rasa saya harus benar-benar pergi sekarang. Permisi.” Wu Yi Fan berkata dengan tegas sampai-sampai Jiyeon benar-benar ingin menangis.

 

“Tunggu sebentar aku akan mengucapkan salam perpisahanku dulu.” Tiba-tiba Suzy yang sedari tadi diam saja angkat bicara.

 

“Baiklah nona kalau begitu akan saya tunggu diluar.” Wu Yi Fan Membungkuk penuh hormat kemudian pergi menuju mobil yang terparkir di luar rumah.

 

“Sebelumnya maafkan aku karena harus mengatakan ini. Sejujurnya aku merasa senang ada yang membawaku keluar dari keluarga ini. Aku merasa kalau aku bukan bagian dari keluarga ini. Akan tetapi biar bagaimanapun terima kasih telah bersedia menampungku selama ini aku tak akan melupakan itu. Aku akan hidup dengan baik setelah keluar dari rumah ini. Baiklah aku pergi.” Setelah selesai mengatakan itu Suzy membungkuk dan melangkahkan kaki keluar. Ia merasa beban berat yang selama ini ditanggungnya tiba-tiba hilang saat ia melangkah keluar dari rumah itu.

 

Baiklah babak kedua dalam hidupku akan dimulai.’ Suzy berbicara dalam hati

-TBC-

 

 

Aloha, readers! Ini note aku sendiri(read:magnaegihyun) yang buat karena temenku padahal yang udah berusaha dan bekerja lebih keras buat chapter ini. Btw, muakasih banget, eon~ Ciyee yang udah 17 tahun. Moga tambah baik yaa eon~ Buat readers, ini ff gabunganku sama temenku, evil_yeol yaa. Jadi, ini bener-bener berbeda sama gaya tulisanku buat part ini karena aku kebagian nulis part selanjutnya 😀 Ini terinspirasi, ah bukan versi fanfic dari novel Cinderella dan Empat Ksatria, karya Bae Myo yaa. Kalo ada yang pernah baca, pasti hafal jalan ceritanya. Tapi bedanya ini udah diedit-edit dan ditambah sendiri dengan adegan terserah author. Oh ya, disini ada Jiyeon yg aku jadiin pemain antagonis, jangan dibash yaa jiyeonnya 😀 aku pilih dia soalnya kayaknya cocok. Emang aku sama temanku, secara pribadi nggak suka sama dia tapi belum tentu juga Jiyeon bener-bener buruk. Semua cast yg antagonis di ff itu hanya di ff. Jangan ditanggepin cast antagonis yg kubuat bener-bener buruk yaa. It’s just fiction. Hope you like it~ GIVE ME YOUR FEEDBACK>>>

Wednesday, April 9th 2014 – 02.13 am

Advertisements

64 thoughts on “The Amazing Cinderella, Chapter 1

  1. aigoo hidupnya suzy kasian bgt yh.. untung ada yang bawa pergii ..
    hehh si myungpa suka ama yoona kh? ..

  2. Chingu ff nie penah baca sbelum’y d wp mn yea?jd waktu bc part 5 n 6 msih ingat. Dibaca ulang dr patr 1 komen saya kok gk da heheh, insya allah klau myungzy pasti saya slalu mengcomen

    suzy yg slalu dibuat gk adil ma appa n icu tiri di+ dngan jiyeon. Akhir’y bisa kluar dr rmah’y

  3. Sru chingu baca ff nie ternyata cman d wp nie. Coz lpa ampek part brapa bc’y. Coz lm updat’y hehehe
    maaf ya

  4. Keinginan Suzy benar2 terwujud, semoga setelah keluar dari rumah itu dia bisa hidup lebih bahagia…
    Ijin baca part selanjutnya, gomawo author 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s