Don’t be Sad, Sister!, Drabble

 

“Tae Yeon–and Baek Hyun–actually weren’t dating, Soo Jung.”

don't be sad poster

Title : Don’t be Sad, Sister! | Author : magnaegihyun | Genre : Family, Sad | Length :1.554 words | Rating : T | Cast : Jung Soo Jung, Jung Soo Yeon. ||

 

Jung Soo Jung hanya bisa menggerakkan bibinya gelisah melihat eonninya, Jung Soo Yeon menangis di depannya. Ia tidak dapat mengatur nafasnya yang mulai terengah-engah. Ia tidak sanggup memandang kakaknya yang sedang terluka itu.

 

Disclaimer : This storyline is belong to magnaegihyun. The cast is belong to god and their parents. Don’t claim it’s as yours. Hate the cast? Hate the plot? Don’t read and don’t leave a bashing, PLEASE!

Warning for typo(s) and OOC><

*

 

Min Ho oppa

Jungie, kamu dimana? Bisakah kita melakukan video chat melalui skype satu jam lagi?

 

Soo Jung tersenyum pendek membaca pesan chat yang dikirim Choi Min Ho, rapper grup SHINee itu padanya. Ia menyeruput milkshake miliknya sambil mengetikkan balasan pada lelaki itu. Ia paham bahwa ia tidak dapat bertemu dengan lelaki itu beberapa hari ini sehingga jelas lelaki itu meminta melakukan video chat. Tapi ia tidak dapat melanggar janjinya yang sudah ia buat kan.

 

Jung Soo Jung

Aku di kafe menunggu Soo Yeon eonni, oppa. Sebenarnya bisa saja, tapi kurasa dua jam lagi saja, bagaimana?

 

Ia mengunci layar ponselnya kemudian melihat ke arah pintu kafe itu menunggu kakak perempuannya itu. Ia mengaduk milkshake-nya dengan sedotan menunjukkan wajah bosannya. Ia sudah menunggu kakaknya itu hampir dua puluh menit namun kakaknya belum datang juga.

 

Ia bahkan sudah banyak melihat orang keluar-masuk kafe itu untuk membeli sesuatu. Terkadang sekedar americano atau bahkan milkshake seperti miliknya. Ia bahkan sempat tergiur melihat sekelompok siswi SMA yang memakan sundae stroberi di sebelahnya. Tapi ia kembali ingat bahwa dirinya masih dalam masa diet.

 

Iapun memutuskan surfing hal-hal baru di internet. Ia dapat melihat berita reality show terbarunya bersama kakak perempuannya yang cukup dibahas. Meski masih kalah jauh dibanding berita kencan salah satu senior dan junior-nya di perusahaan. Pertama kali mendengar berita itu, ia sempat iri. Apa mungkin bisa hubungannya dengan Min Ho dapat dikonfirmasi dengan mudah seperti itu? Huh sudahlah, Jung Soo Jung, jangan berharap terlalu banyak.

 

Teng

 

Terdengar suara lonceng yang menandakan bahwa pintu kafe itu terbuka. Soo Jung segera menoleh dan berharap dalam hati bahwa itu adalah kakaknya. Soo Jung tersenyum dan melambai pada orang yang baru saja masuk. Tentu ia dapat mengenali orang yang baru masuk itu dengan mudah. Siapa lagi yang memakai jaket panda hitam-putih dengan kacamata coklat dan topi hitam. Tentu saja itu adalah kakak perempuannya yang dinantinya sejak tadi.

 

“Kau memesankanku apa?”

 

Milkshake, eonni. Oh ya, ada apa eonni mengajakku bertemu? Bukankah dua hari lagi ada shooting Reality Show?”

 

Soo Jung menyodorkan milkshake yang masih utuh di sebelah milkshakenya itu pada eonninya. Soo Yeon langsung menyeruput milkshake itu. Soo Jung mengajukan pertanyaan yang sebenarnya ingin ia sampaikan kepada Soo Yeon melalui pesannya. Tapi ia sempat menahan sikapnya itu, mengetahui bahwa itu akan menunjukkan sikap malasnya. Ya memang perlu Soo Jung akui, ia sebenarnya menyiapkan diri untuk tidur siang di dormnya karena hanya dirinya yang tidak ada jadwal. Namun, hal itu segera saja menjadi mimpi ketika ia membaca pesan kakaknya itu dan Min Ho.

 

Eonni-”

 

“…”

 

Soo Jung bingung. Jelaslah, ia benar-benar bingung dan kaget. Soo Yeon tiba-tiba saja menangis dengan menutupi wajahnya. Beruntungnya, suara tangisan Soo Yeon tidak keras sehingga yang mengetahui tangisannya hanyalah Soo Jung.

 

Eonni, ada apa?”

 

Soo Jung terus mengajukan pertanyaan dengan bingung. Ia benar-benar tak tahu mengapa kakaknya itu tiba-tiba menangis. Ya memang ia sadar, ia sudah dapat melihat ada kantung mata di mata kakaknya itu. Tapi ia tidak berpikir sejauh ini. Ia hanya mengira kakaknya itu hanya begadang dengan teman-teman satu grupnya. Tapi ternyata tidak dan inilah kenyataannya, kakaknya menangis. Lalu apa? Ada apa? Ia tidak mendengar berita buruk apapun mengenai kakaknya di internet. Bahkan ia juga tidak mendapat berita apapun dari manajernya jika terjadi sesuatu di agensinya mengenai kakaknya itu.

 

“Aku–benar-benar–bersalah–Jungie-yaa,” Soo Yeon menjawab dengan kalimat yang terputus-putus suara tangisannya.

 

Soo Jung terdiam. Ia benar-benar tidak paham atas jawaban kakaknya itu. Tapi ia benar-benar tidak suka melihat kakaknya itu menangis. Tapi apa? Apa salah kakaknya itu? Siapa yang berani menyalahkan kakaknya? Apa yang telah dilakukan kakaknya? Soo Jung benar-benar tidak mengerti.

 

Eonni, apa maksudmu?”

 

Soo Jung tetap bertanya dengan suara lembut sambil berharap kakak perempuannya itu berhenti menangis. Namun tidak, Soo Yeon tetap menangis. Soo Jung menggerakkan tangannya gelisah di bawah meja. Ia sedang berusaha mengontrol dirinya yang ingin memeluk kakaknya itu. Tapi itu tidak boleh, ia tidak boleh menarik perhatian pengunjung kafe ini dan hingga membuat status mereka ketahuan.

 

Soo Yeon pun kini mulai mengusapi pipinya yang sembab dengan tisu. Soo Yeon tampaknya sudah cukup puas menangis. Soo Jung bersyukur setidaknya meskipun ia masih dapat melihat raut wajah sedih kakaknya tetapi ia sudah tidak melihat tangisan kakaknya itu. Soo Yeon mulai mengatur nafasnya tampak ingin menceritakan alasan tangisannya pada Soo Jung.

 

“Tae Yeon-dan Baek Hyun-sebenarnya tidak berkencan, Soo Jung.”

 

“Apa?”

 

Soo Jung menjawab pernyataan Soo Yeon tanpa sadar. Jelas ia kaget mendengar pernyataan itu. Pernyataan yang bahkan berlawanan dengan berita yang sudah dikonfirmasi di media sosial oleh agensinya. Tapi, Soo Jung jelas tidak mungkin mengolok-olok Soo Yeon pembohong. Setahu Soo Jung, kakaknya tidak pernah bisa menyembunyikan sesuatu darinya. Dan berarti apa yang dikatakan Soo Yeon barusan itu jujur.

 

“Aku serius, Soo Jung. Berita yang ada di media itu semua salahku,” jawab Soo Yeon sungguh-sungguh.

 

“Tapi, eonni. Aku benar-benar tidak mengerti. Jika seperti itu…lalu berita yang ada?” Soo Jung menyahut dengan ekspresi ragu-ragu yang terlihat jelas. Ia sebenarnya sudah ada dugaan bahwa bisa saja berita yang beredar itu bohong. Tapi, bagaimana bisa berita yang bohong itu menjadi salah Soo Yeon?

 

“Yang sebenarnya ketahuan oleh Dispatch itu sebenarnya hubunganku dan Dong Hae oppa, Soo Jung. Mereka menunjukkannya pada Young Min sajangnim dan Tae Yeon juga Lee Teuk oppa. Namun Tae Yeon mengatakan akan bertanggung jawab atas berita itu,” Soo Yeon menjelaskan panjang lebar.

 

“Bertanggung jawab?”

 

Soo Yeon mengangguk dengan wajah sedihnya,”Ya dan Young Min sajangnim memilih membuat konfirmasi bohongan mengenai hubungan Tae Yeon dan Baek Hyun agar dapat menutupi berita keluarnya Kris. Paling tidak, Young Min sajangnim juga ingin musikal Baek Hyun lebih terkenal karena berita itu.”

 

Soo Jung membisu. Ia tidak tahu harus menjawab apa. Ia bingung dan tidak dapat berpikir jernih mendengar cerita Soo Yeon. Hal itu benar-benar tak pernah disangkanya. Tapi jika itu terjadi bukankah harusnya Soo Yeon lega dan bukannya sedih seperti ini?

 

“Soo Jung-ahh, eonnimu ini benar-benar jahat bukan? Aku merasa bersalah pada Taeng dan Baek Hyun. Baek Hyun begitu terlihat tertekan menerima respon dari fansnya. Taeng bahkan harus meminta maaf di akunnya. Padahal yang seharusnya melakukan itu aku. Aku benar-benar gadis jahat!”

 

Soo Jung kini paham. Ia tahu apa yang membuat Soo Yeon sedih. Ya mungkin jika ia dalam posisi Tae Yeon bisa saja menyebut Soo Yeon gadis jahat. Tetapi dari cerita itu, tidak disebutkan bahwa Soo Yeon yang meminta Tae Yeon menggantikannya. Jadi, kesalahan itu bukan sepenuhnya milik Soo Yeon bukan. Ia dapat merasakan dadanya sakit melihat ekspresi sedih dan terluka dari Soo Yeon itu. Soo Jung pun memilih menghibur kakaknya dengan kata-kata yang ia rasa benar.

 

Eonni!” Soo Jung memanggil Soo Yeon agar menatapnya.

 

“…”

 

“Kurasa itu bukan salah eonni sepenuhnya. Jika dari awal Tae Yeon eonni tidak memilih bertanggung jawab dan membiarkan hubungan eonni dan Dong Hae oppa tersebar, mungkin itu yang benar. Dia harusnya membiarkan itu dan mengajari eonni bagaimana harus meminta maaf pada fans dan mungkin juga hubungan eonni seperti Yoon Ah eonni.”

 

“…”

 

Soo Jung menghela nafas melanjutkan ucapannya melihat tidak ada sahutan dari Soo Yeon,”Jika hal itu yang dilakukan pasti semuanya tidak seperti ini. Baek Hyun oppa mungkin dapat lebih bahagia dan Tae Yeon eonni mungkin tetap seperti biasa ceria. Jadi eonni tidak perlu menyalahkan diri sendiri. Yang harus eonni lakukan sekarang, berterima kasih pada Tae Yeon eonni dan Baek Hyun oppa. Kemudian eonni dan Dong Hae oppa harus sering-sering membawakan sesuatu untuk mereka berdua.”

 

Soo Jung heran melihat ekspresi Soo Yeon yang berubah. Ya memang sih ekspresi Soo Yeon sekarang lebih baik. Tapi itu aneh. Ia jarang melihat ekspresi Soo Yeon yang seperti itu. Ah tidak, Soo Jung pernah melihatnya beberapa minggu yang lalu. Tunggu, itu ekspresi Soo Yeon yang sedang… Sedang gemas.

 

Terlambat. Soo Jung kini sudah dicubit pipinya dan di peluk dengan erat. Soo Jung benar-benar terlambat untuk menghindar. Tapi ya memang salah Soo Jung sendiri sih kenapa tidak menyadari dengan cepat. Soo Jung baru bisa bernafas lega sekarang. Soo Yeon kini tersenyum padanya.

 

“Soo Jung sudah dewasa ya? Aku benar-benar menyayangimu, Soo Jungie-yaa.”

 

Soo Jung kini sudah bisa tersenyum. Ia tetap saja bersyukur meskipun kakaknya masih mencubitinya. Soo Yeon kembali ceria setidaknya. Ia bersyukur Soo Yeon sudah kembali seperti biasa saat bersamanya. Soo Yeon mulai menceritakan hari-harinya dan Soo Jung pun membalas dengan ejekan cuek.

 

“Ah, karena kau sudah membuatku senang, bagaimana kalau kita berbelanja?”

 

Soo Yeon pun yang moodnya mulai membaik mengajak Soo Jung melakukan hobinya. Soo Jung hampir saja menyetujui dan berjingkrak-jingkrak. Bagaimana tidak? Jika Soo Yeon mengajaknya belanja, pasti ia dibelikan apapun. Tapi ia ingat kembali bahwa ia memiliki janji yang sudah ia buat dengan orang lain.

 

“Sayang sekali, aku sudah berjanji melakukan video chat setelah ini, eonni.”

 

Soo Yeon tertawa kecil melihat ekspresi kecewa adiknya itu. Ia tahu dan sadar ada yang dapat menahan adiknya untuk melakukan hobi favoritnya ini. Ya memang hanya satu orang. Tentu ia tidak bisa membuat adiknya menjadi orang yang ingkar janji bukan.

 

“Oh, Min Ho ya? Ia dimana sekarang? Indonesia? Sudahlah Soo Jung, bersemangatlah. Kalau begitu ayo memesan pizza dan memakannya di dormmu.”

 

Ekspresi wajah Soo Jung langsung berubah cerah mendengar ucapan Soo Yeon. Ia memeluk lengan Soo Yeon senang,”Benarkah? Ah kalau begitu ayo!”

 

Soo Jung tersenyum ceria dan mulai bangkit dari tempat duduknya mendahului Soo Yeon. Ia mengeluarkan ponselnya dan mengetikkan nomor untuk memesan pizza. Soo Yeon mengikuti Soo Jung di belakang sambil tersenyum. Ia bersyukur memiliki adiknya itu.

 

Soo Yeon terkejut melihat adiknya tiba-tiba berbalik setelah menutup panggilan melalui ponselnya,”Ah, iya. Jangan bersedih lagi ya, eonni!”

 

-FIN-

 

Haihai, readers! Ini ff drabble bergenre non-romance pertamaku loh! Gimana? Do you like it? Feelnya kerasa kah? Aku pernah disindir temenku di FF The Girl katanya feel FFku kurang kerasa-.- Okedeh, jujur, aku bikin ff ini karena kecewa berita Baek Hyun-Tae Yeon. Tapi aku bener-bener berharap kalau ffku jadi kenyataan. Yaa paling tidak masalah hubungan BaekYeon itu bohongan deeh 😀 Ini juga dari nonton Reality Shownya Jessica&Krystal loh. They are so cute, guys! Ini ff yang kubuat dalam waktu singkat jadi typo biasanya ada-_- Sudah cukup cuap-cuapnya. SIDERS, GO AWAY! GIVE ME YOUR FEEDBACK, PLEASE»»»

Wednesday, June 25th 2014 – 12.36 pm

Advertisements

One thought on “Don’t be Sad, Sister!, Drabble

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s