Unpredictable Nanny’s Life, Chapter One

 

Title : Unpredictable Nanny’s Life | Author : magnaegihyun | Cast : Choi Jinri, Lee Taemin | Support Cast : Lee Chanhee, Lee Jinki, Han Seungyeon, etc | Genre : Romance, Action, Family | Length : Chaptered | Rating : PG-13 |

Jinri, seorang mahasiswa yang mengejar-ngejar pekerjaan paruh waktu untuk meneruskan hidupnya. Ia memang seorang yatim piatu yang hidup melalui beasiswa. Suatu hari, ada seseorang yang menawarkan pekerjaan dengan gaji yang cukup besar. Tentu iapun tak ragu menerima itu, tapi tanpa ia sangka pekerjaan itu mengubah pandangannya mengenai kehidupan yang ia lihat biasa saja. Kehidupan yang penuh dengan kemisteriusan telah menantinya di depan mata…

 poster nanny

Disclaimer : This storyline is belong to magnaegihyun. The cast is belong to god and their parents. Don’t claim it’s as yours. Hate the pairing? Hate the plot? Don’t read and don’t leave a bashing, PLEASE! | Warning for typo(s) and OOC><

***

-Jinri POV

 

Aku menghela nafas kasar. Sekarang sudah jam satu pagi dan aku baru sampai di apartemen. Dan parahnya aku belum mengerjakan tugas kuliahku yang dikumpulkan besok. Well, good! Ini adalah tugas Kang sonsaengnim. Dan ia adalah dosen yang cukup killer. Dan mengapa aku tadi lupa tak mengerjakannya terlebih dahulu sebelum kerja?

 

Aku lalu menyalakan laptop kesayanganku dan mulai membuka email yang selalu kubuka. Aku terbelalak melihat ada sebuah email yang cukup aneh dan aku tak dapat menjelaskannya lebih rinci lagi.

 

Email itu dari seseorang dengan id ‘Cars&Barbie~’ dan mungkin ia menemukanku dengan kata kunci ‘Kungfu Panda’ yang memang kugunakan. Seseorang itu ingin aku menghubunginya sekarang dengan mengklik suatu link. Ahh, aku jadi penasaran. Jangan-jangan dia mempunyai film kartun baru seperti Hotel Transylvania? Wahh, aku hubungi saja mungkin ya~

 

Cars&Barbie~ : Anda Choi Jinri?

 

Tunggu, kenapa ia bisa tahu namaku? Aku kan tak pakai nama asliku. Eh, apa dia tahu akun SNSku?

 

Kungfu Panda Girl : Ya, dan ada apa anda mencari saya?

 

Cars&Barbie~ : Apa benar anda membutuhkan pekerjaan paruh waktu?

 

Kungfu Panda Girl : Ya benar, anda siapa?

 

Aku mengerutkan kening. Bagaimana ia bisa tahu aku membutuhkan pekerjaan paruh waktu? Aku kan tak pernah mengatakannya dalam akun-akun dunia mayaku.

 

Cars&Barbie~ : Saya punya pekerjaan mudah untuk anda!

 

Kungfu Panda Girl : Pekerjaan seperti apa?

 

Cars&Barbie~ : Anda harus menjadi pelayan dan merawat adik dan keponakan saya.

 

Aku menelan ludah susah payah. Well, jadi dia ingin aku menjadi seorang baby sitter, begitu? Kurasa hal itu masih bisa kulakukan. Tapi yang agak tidak enak adalah kata ‘adik’. Dan kurasa ‘adik’nya bukan anak kecil yang mungkin masih bisa kutangani.

 

Kungfu Panda Girl : Saya akan memikirkannya dahulu.

 

Cars&Barbie~ : Anda akan tinggal di rumahku dan biayanya tak akan memotong gaji. Dan gaji anda kurasa antara delapan hingga dua belas juta won sesuai perundingan kita nanti.

 

Aku terbelalak. Mataku mungkin hampir keluar. Well, aku tinggal gratis di rumahnya dan gaji itu bahkan beberapa kali lipat dibanding gajiku sekarang sebagai kasir di supermarket. Well, kurasa ini hal yang bagus!

 

***

 

Sekarang aku duduk di depan seorang wanita berambut panjang dan mengenakan baju elegan. Membuatku minder karena aku hanya mengenakan rok selutut berbahan jeans dan hoodie. Dia sangat-sangat WOW menurutku. Gaya bicaranya cukup luwes dan pembawaannya tenang. Jelas beda sekali denganku yang mungkin dicirikan gadis hiperaktif.

 

“Bagaimana? Anda mengerti tugas anda disini?”

 

Aku mengerjap-kerjapkan mata. Aku mulai fokus memandang wajahnya. Dan yang sangat-sangat tolol, aku tak tahu apapun yang ia bicarakan. Bagaimana ini? Kalau aku menjawab mengerti, pasti wanita ini mencoba menanyaiku tentang hal tadi. Tapi kalau aku bilang tidak, aku pasti akan malu sekali.

 

Uhh

 

Oh no!

 

Gila, penyakit sakit perutku mulai muncul di saat yang tidak tepat! Mungkin aku harusnya bersyukur tapi ini memalukan.

 

 

“Emm, bagaimana, Nona Choi?” ulang wanita itu masih memandangku.

 

“Eh..”

 

Kata-kataku mulai tersendat karena perutku sungguh sangat sakit. Aku mulai memegang perutku. Dan mulai menggigit bibir gelisah. Ya tuhan, bagaimana ini?

 

“Nona Choi, gwenchanayo?”

 

Wanita di depanku itu memandangku prihatin. Apa mungkin ekspresiku sangat jelek? Atau bahkan seperti orang yang sedang tersiksa?

 

“Emm, kurasa, aku harus pergi ke toilet sebentar, Nyonya Lee, bisakah?”

 

***

 

 

Fuuh, akirnya aku bisa mengeluarkan semua bebanku. Dan well, sekarang aku harus buru-buru kembali menuju ke tempat wanita yang tadi, Nyonya Lee. Akupun memutar kenop toilet itu dan…

 

 

 

 

 

BYUUUURRR…

 

 

 

 

“Hahaha, ahjussi kena!!!”

 

 

 

 

Aku mengerjap-kerjapkan mataku. Semua bajuku basah begitupun wajah dan rambutku. Ku lihat seorang anak lelaki berumur lima tahunan sedang tertawa sambil memegang ember berwarna hijau. Ia tertawa terbahak-bahak dengan mata sipitnya sehingga ia seperti memejamkan mata. Pipinya cukup berisi dan kurasa, inilah keponakannya yang dimaksud nyonya Lee.

 

 

 

Oh gosh, I think that’s bad.

 

 

Aku mulai terbelalak melihat hoodie terbaikku kado dari Soojung dan Jiyoung ini terkena cairan hijau yang berbau tak sedap ini. Rasanya aku ingin menangis. Padahal ini hoodie favoritku dan kurasa cairan ini tak mudah hilang. Apa ini benar-benar hari yang sangat buruk untukku?

 

“Chanhee-ya, apa yang kau lakukan?”

 

Terdengar suara nyonya Lee dan suara ujung hak high heels-nya. Ahh, kepalaku agak pusing sekarang. Ini gara-gara cairan ini yang berbau menyengat. Aku mencoba memfokuskan pandangan ke depan namun tubuhku terasa melemas seketika.

 

“NONA CHOI!!!!”

 

***

 

-Taemin POV

 

Ppali, Taemin-ah! Kasihan dia sudah sakit malah disiram oleh Chanhee! Ini salahmu kan?” Oceh Seungyeon noona membuatku pusing.

 

Ya, mungkin kebiasaannya harus mengomel mungkin ya? Dan buruknya, aku harus menggendong yeoja yang akan menjadi ‘pelayan’ baru ini gara-gara tadi aku bermain dengan Chanhee. Bukankah harusnya Chanhee yang menggendongnya? Kok malah aku? Aku kan tak menyiramnya?

 

Aku pun hampir melempar tubuh gadis ini ke kasur namun aku sadar saat dipandangi Seungyeon noona dan yang jelas aku akan kena marah lagi jika itu kulakukan. Aku lalu mencoba keluar dari ruangan itu, namun sepertinya itu tak mudah. Karena nuna masih menginginkanku disini. Dan sekejap beberapa pelayan masuk untuk membantu nuna membersihkan tubuh gadis ini dari cat yang disiram Chanhee padanya. Pelayan-pelayan yang menangani gadis ini kurasa cukup handal, karena gadis ini dapat bersih dalam waktu lima belas menit. Yang aku herankan, kenapa nuna memperkerjakan gadis ini? Padahal gadis ini anak kuliahan dan kurasa ia tak punya sertifikat untuk menunjang ia diterimanya di sini. Pasti ada sesuatu!

 

Noona, bolehkah aku keluar?”

 

Aku mengeluh. Bagaimana tidak? Aku kan paling tidak suka dengan kegiatan membosankan seperti ini. Lebih baik membaca komik yang baru kubeli kemarin. Dan tidak enaknya, aku sama sekali tak mengenal gadis ini. Tapi entah mengapa, aku merasa ia familiar ya?

 

“Kau disuruh Jinki untuk menemuinya!” Jawab noona datar.

 

Ya tuhan, kenapa anggota keluargaku tak ada yang waras? Yang anak kecil sangat kekanakan dan yang ini malah dinginnya keterlaluan.

 

Taemin POV end-

***

 

 

“Sebenarnya, hyung, aku agak tak setuju denganmu,” sahut Taemin dengan rambut pirang acak-acakan sama seperti dirinya tadi saat menggendong Jinri.Lelaki di depannya yang sedang sibuk membaca sebuah berkas melirik sedikit dibalik kacamatanya,”Tentang apa? Rencanaku?”

 

“Bukan, tapi tentang penerimaan mahasiswa si ‘pelayan’ baru itu. Dia kurasa tak mempunyai keahlian tersendiri, tapi mengapa ia diterima? Padahal untuk mauk rumah ini kan sangat susah?”

 

Lelaki didepan Taemin mulai mendongak dan tersenyum,”Well, baru kali ini aku merasa kau agak protektif dan peduli terhadap pelayan di rumah ini loh! Wow, suatu kemajuankah ini?”

 

Taemin menatap lelaki itu dengan tatapan sarkastiknya. Ia agak heran, apa sebenarnya salahnya? Mengapa semua anggota keluarganya tak ada yang bisa diajak bicara dengan normal? Mungkin yang normal disini hanya dirinya, batin Taemin sambil bergidik agak ngeri.

 

Hyung, kurasa itu bukan suatu kemajuan. Memangnya mengapa jika aku peduli? Memangnya aku terlalu egois?” sahut Taemin dengan muka malas.

 

Namja didepan Taemin mulai tersenyum simpul,”Akhirnya kau menyadari!”

 

Taemin menganga dan keningnya berkerut dalam. Ia memandang hyung-nya itu dengan tatapan aneh. Sungguh jika siapapun ia pandangi seperti ini, pasti mereka bergidik dan ketakutan. Namun tidlelakituk lelaki ini. Entah sudah kebal atau tak mengerti arti tatapan itu.

 

“Oh ya, Taem, Kau tahu besok jam 3 pagi Kau harus menyerbu markasnya dengan yang lain. Aku akan memegang kendali peralatan dan kumohon jangan katakan apapun pada Seungyeon karena Ia akan membunuhku jika aku ikut pergi besok!” Hyungnya berkata dengan nada datar Dan penuh rahasia.

 

Taemin memutar bola matanya,”Kalau itu aku tak janji. Karena bisa saja salah satu dari tim membocorkan? Apalagi si Jongin itu, dia kan hampir seperti selingkuhan noona?”

 

“Tenang saja, ia sudah kukunci mulutnya untuk hari ini dan besok.”

 

***

 

-Jinri POV

 

Tercium bau wangi teh hijau disini. Ehh, tunggu, ini kan teh hijau dari Jepang. Bagaimana bisa aku mempunyainya? Aku kan hanya membeli yang teh buatan lokal. Dan mengapa sekarang ada? Ehh, tunggu, tunggu, ini dimana ya? Jangan-jangan…

 

Aku membuka mataku perlahan. Terlihat wajah seorang namja kecil tadi yang menyiramku tepat di depanku. Aku mengerjap-kerjapkan mataku. Sungguh berat sebenarnya tubuhku sekarang. Bagaimana tidak? Ia mendudukiku sekarang. Oh man, ini sebenarnya aku dirawat atau disiksa sih?

 

“CHANHEE-YA! CEPAT TURUN DARI TUBUH NONA CHOI!”

 

Terdengar pekikan nyaring seorang yeoja. Membuatku agak menahan tawa. Sungguh tak pernah kusangka bahwa Nyonya Lee akan seperti itu. Kukira ia akan sangat diam dan kalem. Perlahan beban diatas tubuhku mulai berkurang karena bocah tadi turun. Jadi dia yang akan kuasuh?

 

Ia memandangku malu-malu. Ahh, lihatlah wajahnya sekarang! Kyeopta~ Kalau seperti ini aku pasti tahan menjadi pengasuhnya. Ia mendekatiku dan menunduk.

 

“Aku benar-benar minta maaf, noona! Aku tak tahu jika tadi noona, kukira Taemin-ahjussi,” jelasnya dengan suara pelan.

 

Aku tak tahan untuk tersenyum lalu mengangkat wajahnya dan bangkit duduk di kasur,”Gwenchanayo. Dan apakah kau Chanhee? Kita akan bermain bersama loh mulai besok!”

 

Jeongmal? Noona akan menemaniku bermain disini?” Matanya berbinar-binar mendengar perkataanku.

 

Aku terkikik didalam hati melihat ekspresinya. Ya ampun, dia manis sekali. Coba saja lihat sekarang. Ia seperti menahan dirinya yang sedang meluap-luap. Andaikan saja aku punya adik. Mungkin rasanya seru ya? Daripada sepertiku sekarang yang tinggal sendirian. Hidup terasa sepi dan tidak ada hal yang menarik.

 

Nde, Chanhee-ya. Nuna akan menemanimu besok. Dan bisakah kau keluar sekarang. Tadi katanya membicarakan rencana nanti malam dengan appa?” Kata Nyonya Lee pada Chanhee lalu menurunkannya dari tubuhku.

 

Chanhee pun terlihat bersemangat saat berjalan keluar dari ruangan ini. Mungkin menemui appa-nya. Aku pun memandang Nyonya Lee yang sedang duduk disampingku ini. Ia tersenyum. Sangat manis. Kurasa ia hanya berbeda tiga hingga empat tahun dariku tapi kenapa dia sudah memiliki Chanhee ya? Wajahnya terlihat masih muda, tak ada kerutan jelas disana.

 

“Tolong maafkan bocah satu itu ya, Nona Choi! Well, akhirnya kau bertemu dia. Dia memang sangat nakal, namun ia sangat menggkmaskan kok. Dan apakah kau bisa kesini nanti sekitar jam tujuh malam?” Tanya Nyonya Lee ramah.

 

Aku bangkit dan duduk bersandar pada bantal. Nyonya Lee tampak ingin membantuku namun karena aku masih cukup kuat dan lagipula aku tidak menderita penyakit parah, aku dapat bangkit sendiri. Well, kurasa ia majikan yang cukup baik hati dan ramah. Ya paling tidak, tidak seketus majikan di drama yang ditonton Jiyoung setiap hari.

 

Aku mengangguk dan membalas senyum nyonya Lee sopan,”Ahh, geurae, Nyonya Lee. Jika anda meminta saya datang, saya akan datang.”

 

“Ah, anda pekerja yang baik. Dan jangan panggil aku nyonya, Nona Choi. Aku tak setua itu. Kau bisa memanggilku Seungyeon agar lebih akrab,” Nyonya.. Eh Seungyeon eonni tersenyum ramah.

 

Aku membalas tersenyum,”Terima kasih, Seungyeon eonni. Dan anda jangan memanggilku nona, panggil saja Jinri. Apakah saya akan memakai seragam seperti yang lainnya?”

 

“Seragam apa? Rumah ini tak menyediakan seragam khusus bagimu yang mengurus Chanhee dan Taemin. Kau akan memakai gaun nanti malam, Jinri-yaa,” kata Seungyeon eonni agak kaget mendengar kata seragam.

 

Tunggu. Aku memakai apa? Gaun? Ya tuhan, apakah harus gaun? Ini akan tampak sangat memalukan bagiku. Jika aku harus memakai gaun, pasti ini pesta spesial. Sebenarnya aku seorang gadis yang suka memakai rok, namun aku tak punya cukup uang untuk membeli gaun. Mungkin bisa saja membeli gaun yang murah-murah, tapi uang itu lebih baik untuk kubelikan mi ramen atau makanan lain. Aku juga harus membayar uang sewa rumah setiap bulan, sehingga aku harus berhemat. Dan sekarang aku harus jujur bahwa aku tak memiliki gaun pada Seungyeon eonni yang jelas-jelas memiliki koleksi gaun satu lemari?

 

Aku menggigit bibirku canggung,”Ehm, apa harus memakai gaun? Lebih baik aku memakai seragam pelayan saja daripada memakai gaun menipu statusku yang hanya pengasuh.”

 

Seungyeon eonni memandangku tak suka setelah mendengar ucapanku,”Kau akan memakai gaun milikku, Jinri-yaa. Aku tak pernah menganggapmu serendah pelayan, karena statusmu tak serendah itu.”

 

Jinri POV end-

-TBC-

Sunday, December 4th 2011 – 7.45 am

Anyeong! Ini ff lamaku ya yang sebenarnya castnya OC dan MBLAQ’s Mir. Tapi karena aku agak bingung mendapatkan feelnya, jadilah aku menulis lagi dengan cast MinSul. FF ini terinspirasi dari FF TOP-Bom yang kubaca di fb. Ceritanya benar-benar keren deh. Ah ada yang kenal Chanhee? Kalo kalian bener, pinter deh. Bayangin Chanhee yang gedenya gitu, jadi kecil. Pasti imut kan? Aku paham kalo ceritanya geje kok, mohon maklum. Ini ff belum kulanjutin sampai sekarang, hampir tiga tahun loh nggak kuterusin, jadi kalau menurut kalian ini bagus, komen pliss~ Hope you like it~ GIVE ME YOUR FEEDBACK»»»

 

*Oh ya, itu di bawah blog ada Hot Issue(s) kan. Nah di nomor satu post-anku yg apa tapi komenannya dikit. Kalo SIDERS masih belum sadar juga, kemungkinan lanjutan ffku semuanya diprotect aja.*

Advertisements

6 thoughts on “Unpredictable Nanny’s Life, Chapter One

  1. kereeen author
    taelli lagii, aku kan taelli shipper 🙂
    lanjuuut yaaaaa
    jangan lama-lama soalnya penasaran sm lanjutannya 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s