Back, Drabble

 

Title : Back | Author : magnaegihyun | Cast : Bae Suzy, Kim Myungsoo, etc | Length : Drabble | Genre : Romance, Angst | Rating : PG-13 | Poster by Author

poter back

Suzy terbangun sadar dirinya sudah kehilangan Myung Soo. Ia ingat apa yang baru saja terjadi. Ia benar-benar ingat apa yang terjadi pada Myung Soo-nya. Kini kemana Myung Soo? Kini ia tak mungkin sendirian dan kembali tanpa Myung Soo.

 

Ost : Back by Infinite | Disclaimer : This storyline is belong to magnaegihyun. The cast is belong to god and their parents. Don’t claim it’s as yours. Hate the pairing? Hate the plot? Don’t read and don’t leave a bashing, PLEASE! | Warning for typo(s) and OOC><

***

Can you save me,

come save me

 

Soo Ji membuka matanya perlahan. Ia sadar ini bukan tempat yang dikenalnya. Kemudian ia mengerjapkan matanya mencoba mengecek pandangannya yang mungkin saja keliru. Tapi tidak, di tempat itu tidak ada yang berubah. Tempat ini sangat asing di matanya. Terlalu putih dan berbau aneh. Soo Ji benar-benar tak suka.

 

Remember, inside your drawer

The traces that I left behind

Engrave them without leaving anything out

 

Soo Ji memejamkan matanya sekali lagi mencoba mengingat apa yang terjadi padanya. Ia paham bahwa otaknya ini tidak hilang ingatan. Ia juga ingat bahwa tadi, kepalanya tidak terantuk keras. Ia hanya terjatuh ketika melihat–tidak,tidak. Itu pasti salah. Ia pasti hanya kedinginan karena alerginya itu dan kemudian jatuh pingsan. Hal yang terjadi sepuluh menit saat ia pingsan itu tidak mungkin terjadi kan.

 

“Aku turut berduka, Moon Soo-ssi.”

 

Soo Ji diam terdengar suara Jia, unni yang sudah merawatnya hampir tiga tahun. Ia tahu bahwa Jia pasti sedang berbicara dengan seseorang di luar. Soo Ji pun bangkit dari ranjang rumah sakit itu kemudian mengambil sandal rumah sakit. Ia melirik sebentar bajunya. Aneh, baju ini tidak seperti baju pasien. Ini adalah baju yang Soo Ji pakai sebelum pingsan tadi. Soo Ji pun memilih mengabaikan kenyataan tidak penting tadi dan berjalan keluar ruangannya itu.

 

Soo Ji berjalan mendekati Jia dan seorang lelaki yang tampak beberapa tahun lebih muda dari Jia. Ya, meski tubuhnya termasuk lebih maskulin dan sempurna. Tunggu, wajahnya… Soo Ji sadar mungkin lelaki itu adalah adik Myung Soo, kekasihnya. Lalu, dimana Myung Soo? Kenapa Jia bersama dengan adik Myung Soo? Bukankah jika penyakit aneh Soo Ji ini kambuh, harusnya Myung Soo menunggunya disini?

 

“Terima kasih, Jia-ssi. Ah, terima kasih sudah menghubungiku dengan cepat,” Lelaki itu tersenyum terpaksa pada Jia.

 

“Kau tak perlu tersenyum terpaksa seperti itu. Kurasa ini memang bukan waktu yang tepat untuk tersenyum.”

 

Soo Ji membeku di belakang Jia mendengar percakapan keduanya itu. Ia tahu Jia benar-benar tulus mengucapkan ucapan itu pada Moon Soo. Ya, meski ia tahu itu tulus. Ada apa? Apa yang terjadi? Kenapa keduanya tampak sangat bersedih? Sekali lagi, kemana lelaki itu? Jika Soo Ji bertemu dengan lelaki itu, ia akan benar-benar memeluknya karena membuatnya berpikir tidak-tidak.

 

Please don’t lose me

Like the spring wind that

passed over me

Can you save, can you save me

 

“Soo Ji!”

 

Soo Ji berbalik mendengar namanya dipanggil. Ia tersenyum mendengar suara yang sangat dikenalnya itu. Hatinya benar-benar lega bahwa benar apa yang diduganya. Ia hampir saja meneteskan cairan matanya menunjukkan perasaan leganya namun ia ingat kata ibunya bahwa jangan membuat orang lain salah paham melihat air matanya.

 

Soo Ji segera berlari menuju lelaki itu. Lelaki berambut hitam dengan tinggi yang memang rata-rata bagi seorang lelaki. Tapi tidak, lelaki itu memiliki wajah dan sikap yang jelas diatas rata-rata bagi Soo Ji. Soo Ji sadar bahwa anggapan itu memang sudah ia tanamkan sejak dulu dan membuatnya kagum pada lelaki itu. Soo Ji pun sempat berhenti di depan lelaki itu dengan senyum manisnya kemudian memeluk lelaki itu erat menumpahkan kegelisahannya.

 

Sunbae, baik-baik saja kan? Apa yang kulihat tadi hanya mimpi kan?”

 

“Soo Ji, tolong–”

 

Soo Ji mengerjapkan matanya sebentar menyadari bahwa ia tidak sedang memeluk seseorang. Ia hanya memeluk angin. Apa ini? Kemana Myung Soo? Ya tuhan, apa yang terjadi? Soo Ji mencoba berbalik dan mencoba mencari kemana perginya lelaki itu.

 

“Aku juga turut berduka untuk kekasih hyung, Jia-ssi.”

 

I think of each memory

that I should forget

Season after season

I want you back in my arms

 

Dingin. Soo Ji merasakan dingin yang sangat amat. Ia juga merasakan bahwa bulu kuduknya kini meremang. Lelaki itu bukan adik Myung Soo kan? Ya, mungkin ia hanya temannya dan memiliki wajah yang sedikit mirip dengan Myung Soo. Kan pasti banyak orang yang memiliki wajah yang hampir mirip meski bukan saudara. Ya meski lelaki itu seperti duplikat Myung Soo.

 

“Terima kasih. Soo Ji tampaknya juga syok karena kecelakaan Myung Soo hingga keadaannya drop dan kemudian pingsan.”

 

“Dia pasti benar-benar syok hingga keadaannya koma. Kurasa hyung mungkin sekarang tidak rela pergi meninggalkan Soo Ji-nuna.”

 

Sunbae? Sunbae, dimana kamu?

 

Soo Ji membatin putus asa. Matanya sudah sembab mendengar percakapan keduanya ini. Tidak, tidak mungkin kan, Myung Soo meninggalkannya sendiri. Ia pasti hanya pingsan. Ia pasti tidak meninggal. Soo Ji mencoba menghela napas mencoba menghilangkan pikiran anehnya. Soo Ji benar-benar membutuhkan Myung Soo saat ini. Ia benar-benar membutuhkan pelukan lelaki itu saat ini.

 

Don’t place me in time

Don’t try to reminisce me

Please please please

Don’t erase a single bit of me

 

“Ah, mungkin saja ya. Tapi kurasa mungkin sekarang Soo Ji yang bingung untuk memilih mengikuti Myung Soo apa bangun. Lalu, bagaimana untuk pemakaman Myung Soo?”

 

“Mungkin menunggu panggilan dari orang tuaku sebentar lagi. Terima kasih atas segalanya, Jia-ssi.”

 

Soo Ji memejamkan mata mendengar keduanya. Benar kata Jia, Soo Ji membatin sambil menerawang jauh. Mungkin kini ia bisa memilih Myung Soo yang tak pernah dapat ia hapus dari pikirannya. Entah apa ia bisa atau tidak hidup tanpa lelaki itu. Ia rasa setelah ia merasakan pelukan, genggaman dan ciuman dari lelaki itu, apa ia sanggup hidup dengan penderitaan atas penyakitnya ataupun kesepiannya.

 

“Bae Soo Ji, ini waktu terakhirmu untuk memilih…”

 

Soo Ji berbalik mendengar namanya dipanggil. Ia tidak terkejut atau kaget melihat lelaki berpakaian jas hitam dengan raut wajah tampan yang tampak sedang memegang sebuah buku. Lelaki itu tampak sedang menawarkan sebuah cara untuk merenggut nyawa dengan ujung pena tajam yang ia pegang.

 

“Kau tidak perlu takut padaku. Aku No Min Woo. Kurasa aku tak perlu menjelaskan apa pekerjaanku jika kau melihat tanda di buku ini. Jadi, apa pilihanmu?”

 

Soo Ji diam saja mendengar penjelasan lelaki itu. Ya, ia dapat melihat tanda di buku lelaki itu. Ia pernah melihat gambaran yang mungkin sedikit mirip dengan buku yang pernah dibacanya. Jadi, kini apa yang terjadi padanya sudah terjawab bukan? Jawaban mengapa ia bisa keluar ruangannya tadi tanpa membuka pintu. Jawaban mengapa ia masih memakai bajunya tadi. Juga jawaban mengapa Moon Soo tidak memanggilnya ketika ia menguping dan berdiri di belakang Jia.

 

“Aku memilih kembali dengan Kim Myung Soo.”

 

Come back, I want you

back back back

I’ll wait for you, as I remain

here, turned around

I say save me

-END-

Friday, August 1st 2014 – 12.46 pm

 

Anyeong, readers! Ini bisakah disebut drabble? Atau ini ficlet? Ah, molla? Aku rencana banget bikin drabble tapi malah panjang gini. Ini sequelnya The Boys sebenarnya tapi meskipun The Boysnya nggak dibaca juga nggak papa tapi ya karena aku suka ngelantur kalo punya ide jadi aku tuntasin ya ffnya. No sequel lagi. Ini sebenarnya aku pengen buat Songfic sesuai dengan mvnya Back ya tapi aku nggak punya feel karena ya Kim Hyang Gi yang jadi adeknya Sunggyu. Nah jadilah Myungzy gini yang dikit banget momen mereka. Maaf kalo mengecewakan, tapi mungkin semoga suka semuanya. Jangan lupa bacanya sambil dengerin lagu Back milik Infinite ya! GIVE ME YOUR FEEDBACK»»»

 

Love,

magnaegihyun ❤

Advertisements

21 thoughts on “Back, Drabble

  1. aku baru tau blog ini… Salam kenal aja.. Pas awal baca g ngerti tp pas tengah2 aku ngerti.. Eh, nyesek banget pake smbil dengerin lagu back.. Tp tetep bagus thor, ini sequel the boys. Aku g tau crita itu jd agak ngga ngerti.. Next ff fighting.. Izin baca thor…

  2. walaupun di dunia mereka nggak bisa bersatu, yaudalah gapapa toh di ‘dunia lain’ *merinding* mereka kembali lagi! haha
    aku belum baca yang the boys, tapi karena uda baca ini jadi bisa bayangin dikit-dikit lah~ lol
    ditunggu cerita berikutnya 😉

  3. sad happy ending nya wkwk awalnya bingung kenapa moonsoo ama jia gak nyadarin keberadaan suzy ternyata itu cuman rohnya suzy aja. mereka bakalan hidup dengan cinta yg lebih abadi. sweet meskipun myungzy momennya sedikit.
    ficlet? drabble? Haha sama aku juga bingung. kenapa gak sekalian dibuat songfic aja? pasti seru tuh
    fighting!

  4. jadi suzy sama myungsoo sama” meninggal??? gag papa dahhh 😥 dari pada suzy nya sedih di tinggal myung bagus ikut dia aja

  5. Ukuran drabel emang kepanjangan thor, tapi bagus ko
    Sad end? Happy end?
    Biarpun meninggal yang penting mereka tetep bareng kan ya
    Joah
    Gomawo^•^

  6. aku ga tahu ini harus di sebut apa, sad ending atau happy ending. di sebut sad tapi mereka bersatu di sebut happy mereka meninggal.
    aku ga nyangka ternyata itu arqah suzy kereen dan suzy milih bersama myungsoo cinta yang abadi, keren thor keep wraiting^&

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s