A marriage, Chapter 5A

poster marriage photoshop

Title : A marriage

Author : magnaegihyun

Main Cast : Jung Soojung, Choi Minho

Support Cast(s) : Choi Jinri, Lee Taemin, etc

Genre : Romance, Family, Married life, Friendship.

Rating : PG

Poster by Author

Previous Part

Jung Soojung dan Choi Minho adalah dua orang yang sama. Mereka benci kata pernikahan yang membuat orang yang mereka sayangi benar-benar terluka. Mereka seperti dua makhluk yang hidup tanpa rasa cinta. Mereka bertemu untuk menjalankan sebuah pernikahan tanpa dasar cinta dan tanpa perjodohan. Dua orang yang tidak mengenal satu sama lain menjalani hubungan pernikahan yang tanpa mereka sadari mengubah diri mereka…

Ost : Trap by Swings feat Yoo Seung Eun(My Secret Hotel Ost) | Disclaimer : This storyline is belong to magnaegihyun. The cast is belong to god and their parents. Don’t claim it’s as yours. Hate the pairing? Hate the plot? Don’t read and don’t leave a bashing, PLEASE! | Warning for typo(s) and OOC><

***

 

Jinri diam saja melihat Sohyun sibuk menyuruh salah satu temannya untuk mengemudikan mereka pulang. Ia benar-benar tidak menangkap apa yang Sohyun katakan tadi setelah ia meminta pulang. Bahkan ia tidak tahu nama teman baik Sohyun yang mau mengantar mereka pulang ini. Ya, meski Jinri tahu mungkin saja lelaki yang mengantarnya ini menyukai Sohyun. Heol, mana ada sih seseorang yang rela pulang untuk mengantarkan temannya orang yang tidak ia sukai?

 

Oke, oke, sekarang abaikan beberapa hal sebelumnya dan fokus kembali, Choi Jinri, batin Jinri sambil memandang keluar jendela. Sejak tadi pikirannya benar-benar tidak fokus. Jangan tanyakan alasannya, karena pikirannya kini melayang hanya untuk sepupu kesayangannya itu. Kepalanya kini benar-benar penuh mengenai lelaki itu mendengar ucapan si brengsek itu. Ucapan si brengsek itu pasti bohong kan?

 

Tapi, sejak dulu ia mengenal si brengsek itu adalah orang yang jujur. Ya meski sudah beberapa tahun, ia tidak tahu apa sifat lelaki itu berubah seperti penampilannya. Yang Jinri sayangkan, ia benar-benar tidak mengerti mengapa lelaki brengsek itu mengubah rambut sopannya yang sejak dulu Jinri sukai menjadi blonde seperti itu membuatnya terlihat seperti orang bodoh dan semakin brengsek. Dulu, dia benar-benar tampak sebagai seorang lelaki manis dan penyayang beda dengan penampilannya sekarang yang lebih nakal. Entahlah apa yang membuatnya berubah.

 

“Jinri-ya, kita sudah sampai.”

 

Jinri mengerjapkan matanya sadar bahwa ia sudah sampai di rumahnya. Iapun menatap minta maaf pada Sohyun kemudia keluar dari mobil itu. Ia melambaikan tangan sambil berterima kasih ketika mobil teman Sohyun itu mulai pergi dari rumah itu. Jinri pun berjalan masuk ke rumah itu dengan cepat agar segera menemui Minho.

 

Jinri sadar ada yang aneh di halaman depan rumahnya. Ada satu mobil asing yang tidak ia kenali. Ah itu pasti mobil rekan kerja paman Siwon kan. Mana ada orang penting bertamu malam ini, jika ada pasti bibi dan pamannya tidak akan membolehkannya pergi kan. Iapun tidak mempedulikan itu dan segera menemui Minho.

 

Oppa tidak akan menikah kan?” semprot Jinri sesegera mungkin melihat sosok tinggi sepupu kesayangannya itu.

 

“CHOI JINRI!”

 

Jinri menoleh mendengar geraman marah pamannya itu. Ia hanya memandang pamannya itu dengan raut tidak peduli. Ia kini dapat melihat ada sepasang suami istri yang kelihatan sedang berbicara dengan paman dan bibinya dengan ramah. Bahkan ia juga baru tahu bahwa ada seorang gadis yang tingginya lebih pendek darinya berdiri di samping Minho. Iapun kembali memandang Minho tanpa memedulikan pandangan orang-orang itu padanya.

 

“Jadi, oppa benar-benar tidak menikah kan?” Jinri bertanya dengan tidak sabaran.

 

Minho pun memandang ke arah ayahnya kebingungan kemudian menjawab dengan ramah,”Aku akan menikah, Jinri. Dan ini, kenalkan—“

 

“APA? Jangan bilang, dengan gadis pendek dan jelek ini?”

 

Jinri merasakan ia dihujami tatapan tajam dan mematikan dari segala arah. Namun itu benar-benar tidak mempan baginya karena ia harus benar-benar membatalkan pernikahan itu. Ini sudah cukup ia diam saja selama ini mengenai hal ini. Ia tentu tidak bisa hanya diam kan? Semua perempuan pasti akan melakukan apapun kan agar orang yang mereka sukai tidak direbut orang lain.

 

 

“Jangan bicara sembarangan, Jinri—“

 

“Sadarkan gadis itu. Dia pikir dia tidak sedarah denganmu dan sekarang dia akan membatalkan pernikahanmu. Dia menyukaimu, Minho-ya.”

 

Si istri yang merupakan tamu paman dan bibi Jinri itu kini mengucapkan hal yang tidak-tidak. Apa-apaan wanita itu? Apa jangan-jangan dia gila? Dia lebih stres ya daripada Sooyoung, kakak Minho? Ya tuhan, apa dunia kini sudah benar-benar terbalik hingga orang gila semakin banyak.

 

“Sooyeon-ah, jangan bicara sembarangan,” Si suami ini pun menenangkan si istri dengan suara lembut.

 

Bahkan, gadis di sebelah Minho itu juga tampak terperangah,”Eonni, apa maksud eonni?”

 

“Huh, ternyata calon istri oppa tidak hanya pendek ya tapi juga memiliki kakak yang gila.”

 

Gadis di sebelah Minho kini menoleh tajam memandang Jinri dengan pandangan mematikannya. Jinri hanya balas memandang gadis itu dengan pandangan yang tak kalah mematikannya. Ia benar-benar tak peduli dengan tatapan itu. Yang ia pikirkan saat ini hanyalah membuat keluarga calon istri Minho membatalkan pernikahan dengan ucapannya ini.

 

“Choi Jinri, diamlah!”

 

Jinri menoleh kaku mendengar bentakan Minho yang hanya ditujukan untuknya. Raut wajahnya mengeras. Ia benar-benar tidak menyangka bahwa Minho berani membentaknya seperti itu. Minho yang sejak dulu berbicara dengan baik padanya juga selalu memanjakannya. Sekarang, Jinri dibentak hanya karena gadis di sebelahnya itu. Ya ampun seberapa lama, Minho kenal gadis itu? Pasti ini semua gara-gara gadis sialan itu.

 

“Well, jadi oppa sudah berubah sekarang? Oke, aku memang hanya orang luar yang tidak pantas diberi tahu apa-apa. Baik, aku akan pergi!”

 

“Ya tuhan, gadis itu!”

 

*

 

Minho tersenyum hangat dan ramah di sebelah kedua orang tuanya menyapa tamu undangan yang datang ke acara pentingnya hari ini. Well, ini semua hanyalah senyum palsu sejujurnya. Sesungguhnya ia hampir tidak bisa tersenyum karena apa yang terjadi minggu ini. Tapi khusus hari ini, ia harus bisa tersenyum dan seolah memamerkan kebahagiaan pada orang lain. Ia benar-benar ingat pesan yang dikirim Soojung tadi pagi padanya. Mereka berdua harus benar-benar kelihatan sebagai pasangan yang serasi dan bahagia.

 

Hal pertama yang ia gelisahkan minggu ini adalah kepergian Jinri. Ya, mungkin ia benar-benar sudah keterlaluan pada sepupu kesayangannya itu. Ia tidak seharusnya membentaknya. Paling tidak, ia harusnya menasehati gadis itu sehingga ia tidak perlu salah paham dan tidak pulang ke rumah seperti sekarang. Oke, Minho mengaku, ia sudah memberikan undangan padanya melalui sahabatnya, Sohyun. Meski ia juga sebenarnya tahu bahwa Jinri juga menginap di rumah Sohyun setiap harinya. Well ia harus mengaku bahwa ia mengirim undangan itu juga akan mempertemukan Jinri dengan ibunya yaitu bibi Minho yang berada di Hongkong akan datang dan menjemput anaknya itu. Sejujurnya, Jinri memang tidak tahu bahwa ia keluarga sedarah Minho karena ia tidak pernah bertemu dengan ayah dan ibu kandungnya selama ini. Ia selalu merasa sebagai adik angkat Minho.

 

Hal yang kedua yang membuat ia tidak bisa fokus pada pesta lajangnya semalam. Ia terus saja memikirkan masalahnya dengan Soojung. Ya, ya, ya, mungkin Soojung sudah marah padanya karena ucapan ceplas-ceplos dari Kyuhyun minggu lalu. Meski Minho sudah berkali-kali mengajak Soojung membicarakan itu, namun hal itu tidak dihiraukan oleh Soojung. Soojung malah menjawab dengan suara dingin kemudian kembali mengabaikan Minho hingga malam.

 

“Kalau kau memang mau memutuskanku sehari setelah pernikahan, aku menerima kok. Lagipula aku hanya boneka mempelai untuk pesta pernikahan nanti kan.”

 

Yang ketiga, ia sebenarnya bingung harus mengatakan apa pada Soojung mengenai bulan madu yang direncanakan Myungsoo untuknya itu. Ia tidak yakin Soojung akan menurut begitu saja untuk bulan madu yang menghabiskan waktu mereka di minggu-minggu sibuk seperti ini. Oke, sebenarnya Minho juga belum bisa bertanya pada Soojung mengenai satu hal penting lain yang harus mereka pikirkan matang-matang.

 

Ia tidak bisa langsung berlari menemui Soojung sekarang untuk bertanya hal mendesak itu. Apalagi ia juga akan malu bertanya hal itu di depan teman-teman Soojung. Ia jelas tahu bahwa teman-teman Soojung akan datang ke ruang tunggu Soojung entah untuk berfoto ataupun hanya bertemu rindu dengan Soojung. Ia sudah paham hal itu melihat pernikahan kakaknya dulu. Hal ini benar-benar membuatnya gelisah mengira-ngira reaksi apa yang akan diberikan Soojung nanti.

 

“Minho, sudah waktunya.”

 

Minho membuyarkan lamunannya mendengar suara penuh wibawa milik ayahnya sedang memanggilnya. Ya, ini sudah waktunya ia untuk berdiri di altar. Iapun menghela napas menghilangkan rasa gugup yang tiba-tiba hinggap dalam dirinya. Tidak, ia pasti bisa menghilangkan rasa kebenciannya ini. Toh ini hanya pernikahan dengan janji saja kan.

 

“Baik, ayah.”

 

 

Soojung mengatur nafasnya dengan perasaan benar-benar aneh. Oke, ia tahu perasaannya sekarang seolah apa yang diceritakan Suzy padanya mengenai seorang mempelai menjelang janji sucinya atau seperti Hawoo yang padahal juga tidak terlalu setuju pada pernikahannya minggu lalu. Ya tuhan, ini hanya bohongan tapi kenapa rasanya seperti sungguhan. Hapus perasaan gugup, Jung Soojung!

 

Ia tidak bisa memperlihatkan gugupnya ini di depan Minho. Huh, bisa-bisa dia kalah pamor, karena Minho selalu memandangnya rendah. Ia melirik Suzy yang benar-benar sibuk sendiri mengurusi gaun pengantinnya ini. Suzy yang akan berperan menaburkan bunga pernikahan bersama Hawoo dan ia harus berjalan di belakang mereka dengan ayahnya. Soojung paham akan hal ini tentu saja. Dulu saat kakaknya menikah ia juga menaburkan bunga bersama Hawoo.

 

“Apa kau sudah siap, Klee?”

 

Soojung menoleh mendengar sapaan ramah ayahnya itu. Ia dapat melihat ayahnya yang memakai tuksedo hitam terlihat benar-benar tampan dan Hawoo yang memakai gaun berwarna putih tersenyum menyapanya. Jika saja ia tidak ingat ucapan jujur teman Minho dan makian sepupu Minho, ia pasti benar-benar bahagia hari ini melihat semuanya bahagia karenanya. Tapi setelah mendengar kedua hal itu, Soojung hanya bisa merasa lega bahwa semuanya tampak bahagia di hari pernikahannya.

 

“Ya, ayah. Apa ini sudah waktunya?” Soojung menjawab dengan sopan.

 

“Ya, Klee. Ah ya, sayangku ini benar-benar cantik hari ini.”

 

Soojung mengecup pipi ayahnya dan memeluknya menunjukkan rasa terima kasihnya. Entahlah, apa ayahnya itu hanya menyuntikkan semangat saja untuknya atau yang lain, tapi Soojung benar-benar merasa bahwa ia akan jauh dari ayahnya. Ya, ya, ya, mungkin selanjutnya ia harus tinggal di rumah orang tua Minho meninggalkan ayahnya ini. Ia tak dapat membayangkan, apa ia sanggup hidup saat jarang bertemu ayahnya ini. Ayah yang selalu perhatian padanya di saat ibunya memang lebih akrab dengan kakaknya, hanya ayahnya yang peduli padanya.

 

“Soojung, apa kau ingin melihat bagaimana penampilanmu hari ini?”

 

Suzy menyela dan membuat Soojung harus melepas pelukannya. Sejujurnya ia tidak terlalu peduli bagaimana dirinya sekarang karena yang penting semuanya sudah menyukai penampilannya. Oke, ini mungkin ajang balas dendam Suzy yang pernah Soojung tidak perbolehkan melihat penampilannya juga di hari pernikahannya. Suzypun segera membalikkan tubuh Soojung menghadap cermin besar setubuhnya.

 

Jujur, Soojung merasa asing dengan bayangan di cermin itu. Dia tahu bayangan itu memiliki tubuh dan wajah sepertinya tapi pesona atau gerak tubuh yang menguar darinya benar-benar berbeda dengannya. Oke, ia harus mengakui bahwa gaya desain baju milik Suzy berbeda dengannya. Suzy benar-benar detail saat memilih pesona apa yang akan dikeluarkan oleh baju desainnya. Itu jelas berasal dari bahan dan pemilihan detail baju. Sedangkan Soojung lebih memilih pemilihan detail dan aksesoris. Well, jika dipikir-pikir hasil Suzy terlihat lebih mengena dengan kesan simple yang ia harapkan sejak dulu.

 

Soojung pun berbalik dan memeluk Suzy,”Terima kasih, Suzy-ya. Desainmu benar-benar sempurna.”

 

“Hanya ini—yang dapat kuberikan untukmu, Klee. Selamat menikah—sahabat karibku,” Suzy balas berbisik dengan suara sesenggukan.

 

“Mari kita mulai, sayang. Semuanya sudah menunggu,” ayahnya memotong pelukan mereka membuat Soojung malu.

 

Soojung saling tersenyum dengan Suzy sambil mengusap air matanya. Entah mengapa, hari ini benar-benar membuatnya emosional tidak seperti biasanya. Iapun mulai menggandeng lengan ayahnya dengan erat seakan ia benar-benar takut kehilangan ayahnya. Ia menghela napas berat ketika kemudian ayahnya mulai menggandengnya berjalan keluar ruangan kecil ini.

 

“Ayah, jangan biarkan aku jatuh,” Soojung mendesah khawatir.

 

Kini, ia benar-benar merasa gugup dan gelisah. Ia dapat melihat bahwa semua tamu undangan beserta semuanya yang ada di ruangan itu melihat ke arahnya. Jujur, ia tidak suka pandangan seperti itu. Ia lebih baik memandangi orang lain daripada dipandangi seperti sekarang. Soojungpun mulai mendongak mencoba mengabaikan pandangan itu. Ia dapat melihat bahwa Minho benar-benar terlihat tampan. Ia mengenakan tuksedo putih yang rapi dan tampak benar-benar sempurna di tubuhnya.

 

Soojung merasa waktu seolah berlalu begitu lambat ketika ia sekarang saling pandang dengan Minho. Manik mata mereka beradu seolah sedang berbicara dengan serius. Mereka terkunci dengan kegiatan itu tak dapat mengalihkannya. Entah mengapa, Soojung merasa aneh sekarang. Ia kini dapat merasakan bahwa dirinya kembali merasakan perasaan asing yang pernah ia rasakan saat SMA dulu. Ketika ia masih polos dan mengharapkan lelaki itu. Lelaki yang membuatnya dingin hingga saat ini.

 

“Kedua mempelai dipersilahkan mengucapkan janji pernikahan,” Pendeta yang sedari tadi berdiri di belakang Minho kini menyadarkan Soojung dan mengembalikannya ke kenyataan. Kenyataannya, sekarang Soojung sudah berdiri berhadapan dengan Minho. Bahkan keduanya sudah saling bergandengan tangan. Soojung dapat melihat Minho kini tersenyum percaya diri kemudian mengucapkan janji pernikahan dengan lancar.

 

“Saya, Choi Minho menerimamu, wanita paling berharga dan cantik, sebagai istri. Guna memperoleh kepercayaanmu, dan mencintai selama sisa hidup kita, saya akan melakukan yang terbaik.”

 

Soojung dapat mendengar tepukan tangan dari tamu undangan setelah Minho mengucapkannya dengan lancar. Soojung menghela napas dalam dan mulai mengeluarkan suara dengan percaya diri, “Saya, Jung Soojung, saat ini menerimamu, pria yang paling berharga dan tampan, sebagai suami. Guna memperoleh kepercayaanmu, dan mencintai selama sisa hidup kita, saya akan melakukan yang terbaik.”

 

Sekali lagi, ia dapat mendengar tepukan tangan dan suara riuh tamu undangan. Jujur, saat ini ia tidak terlalu peduli suara-suara itu. Yang dapat ia lihat dan dengar hanyalah Minho. Ia seolah terbius pada Minho seorang. Bahkan ia dapat merasakan pipinya memerah ketika hanya dirinya yang dipandang lelaki itu dan hanya dialah yang digenggam oleh lelaki itu. Ia bahkan sempat menggigit bibirnya mendengar teriakan para tamu undangan yang meminta keduanya berciuman. Kemudian hanya suara Minholah yang dapat ia dengar sedang mengalir lembut ke gendang telinganya.

 

“Maaf, jika aku terlalu lancang.”

 

Jujur, Soojung tidak mengira bahwa Minho benar-benar mengikuti apa yang dikatakan tamu undangan itu sehingga membuat Soojung benar-benar terkesiap dan membelalakkan matanya berdiri di situ. Yang dikenalnya, Minho adalah lelaki sopan idaman semuanya apalagi setelah mendengar gosip pegawai Suzy kemarin, tentu Soojung mengira bahwa Minho tidak akan melakukan ini. Tapi sekarang apa? Minho sekarang menempelkan bibirnya di atas bibir Soojung dan mengulumnya lembut. Ia benar-benar tidak menyangka hal ini. Ya tuhan, apa yang sebenarnya terjadi?

*

Jinri berjalan keluar ruangan dengan bahu bergetar. Ia memejamkan matanya mencegah air matanya tumpah. Ia juga kembali menormalkan nafasnya setelah rasa sesak yang ia rasakan itu. Ia menutupi mulutnya dengan tangan mencoba mencegah perasaan sakit yang akan datang lagi padanya. Ia sadar bahwa dadanya benar-benar sesak saat ini.

 

Harusnya ia menuruti perkataan Sohyun untuk tidak datang saja tadi. Ia juga tidak harus sok kuat dan tabah datang dengan raut sombong. Nyatanya ia kini benar-benar sakit hati dan kembali menangis. Oke, jujur dulu ia tak pernah terpikirkan bahwa ia akan melepaskan Minho agar menjadi milik orang lain seperti ini. Ia hanya berpikir bahwa Minho pasti lebih-lebih menyayanginya daripada istrinya itu. Tapi tidak, ia paham dari pandangan Minho padanya tadi. Ia tahu bahwa Minho memang menyayangi istrinya itu.

 

“Choi Jinri…”

 

Jinri diam saja mendengar suara yang begitu akrab di telinganya. Suara yang dulu sering mengisi harinya. Sesungguhnya ia memang merasa bahwa ia pernah sekali merindukan suara ini saat di Beijing. Jinri membuang nafas kesal merasakan bahwa si pemilik suara ini mulai menyentuh bahunya mencoba menenangkannya. Oke, itu mungkin niat yang baik tapi ia benar-benar ingin sendiri saat ini.

 

“Jinri-ya—“

 

Jinri menoleh ke arah lain. Aneh, ia tak pernah mendengar suara ini tapi si pemilik suara itu menyapanya dengan panggilan akrab. Ia dapat melihat bahwa seorang wanita cantik berumur empat puluhan itulah yang memanggilnya. Aneh, wanita itu berjalan mendekatinya dengan Siwon, pamannya. Tunggu, siapa wanita ini.

 

“Jinri, ini adalah ibu kandungmu.”

 

Apa?

 

“Maafkan ibu sayang, terlalu lama meninggalkanmu!”

 

Jinri diam saja dan memandang kedua orang di depannya dengan nanar. Apa-apaan ini? Apa tidak cukup membuatnya sedih dengan pernikahan ini? Sekarang, ia harus menghadapi kenyataan bahwa ibu kandungnya masih hidup? Sudah dua puluh tiga tahun ia hidup dan ibunya baru mencarinya sekarang?

 

“Well, tidak kusangka ya, Direktur Choi ini berani membohongi anak angkatnya sendiri.”

 

Jinri membisu mendengar balasan Taemin yang menggandengnya sekarang betapa tidak sopan. Oke, jujur, ia mengenal Taemin luar dalam sejak dulu. Ia tahu bahwa Taemin memiliki sikap sopan di depan orang yang lebih tua setiap saat. Ya meski ia memang kadang kasar dan sombong pada teman sebayanya, Taemin adalah tipe seorang sopan dan bermulut manis di depan orang yang lebih tua. Tapi ini, Taemin bersikap tidak sopan untuk membelanya?

 

“Maaf sekali, Lee Taemin. Tapi ini adalah kebenarannya. Adikku ini memang ibu dari Jinri.”

 

Jinri benar-benar hanya bisa berdiri membisu disini. Kepalanya terasa sangat berat hari ini. Ini benar-benar cukup melelahkan baginya. Ia sudah mengalami banyak hal yang benar-benar membuatnya ingin lenyap saja dari dunia ini. Ia ingin memiliki kantung ajaib doraemon dan mengeluarkan pintu kemana saja untuk menghindar dari keluarga Choi ini, sungguh. Iapun menarik nafas dalam kemudian menghadap ke arah wanita di sebelah pamannya.

 

“Terima kasih atas pengakuanmu, Nyonya. Tapi kurasa aku sudah cukup hidup sebagai seorang yatim piatu selama ini jadi kurasa aku hanya tahu bahwa Nyonya sebagai ibu kandungku, aku cukup bersyukur atas hal itu. Kalau begitu, kami permisi.”

 

Jinri tahu setelah mengatakan hal itu kesesakan dalam dadanya akan terlepas semua. Yang ia pentingkan dahulu adalah ia harus pergi dari tempat ini. Ia kemudian menarik Taemin pergi dari tempat ini dan berjalan tanpa tujuan menjauhi wanita itu. Hari ini sudah cukup berat baginya, jadi ia rasa ia hanya belum siap saja menghadapi wanita itu lagi.

 

Jujur, ia juga ingin memeluk wanita itu tadi karena memang sejak dulu ia menginginkan memilik ibu seperti yang lainnya tapi jika dengan seperti itu, tentu ia belum siap bukan. Ia yang sejak dulu menganggap dirinya sebagai anak angkat keluarga Choi jadi ia hanya bisa bersyukur akan hal itu. Ia bersyukur terhadap kenyataan itu sehingga ia dengan mudahnya menyayangi Minho sebagai seorang lelaki setelah hatinya disakiti Taemin dulu. Ia memang sering berpikir bahwa perasaannya pada Minho itu benar-benar salah, apalagi Minho dikenal sebagai seorang player setelah lulus SMA.

 

Kini, ia harus sakit hati bahwa Minho sudah serius menjalankan hubungan dengan seseorang dan ia harus mengetahui bahwa perasaannya ini benar-benar terlarang. Ya tuhan, apa salahnya? Mengapa hanya dirinya harus selalu merasakan sakit hati berkali-kali? Ia iri dengan Sohyun sebagai anak bungsu dan memiliki kakak yang menyayanginya. Ia memang memiliki Minho yang sering menganggapnya adiknya. Tapi itu benar-benar berbeda, karena dirinya baru saja bahagia merasakan kasih sayang seorang kakak, ia dikuliahkan di Beijing oleh pamannya dan hidup sendirian.

 

“Menangislah, Jinri. Maafkan aku karena tidak bisa melindungimu hingga harus merasakan kejadian sesakit ini.”

 

Jinri tercengang sesaat mendengar ucapan Taemin itu. Taemin menghentikan langkah mereka dan menarik Jinri ke dalam pelukannya. Entah, atas dasar apa, Jinri mengikuti dan melakukan sugesti Taemin. Ia terisak keras di dada Taemin. Taemin yang memang sejak dulu menjadi tempatnya menumpahkan kegelisahan. Entah mengapa, ia merasa bahwa lelaki ini berubah, ia menjadi dewasa dan lebih-lebih bisa menghiburnya. Baiklah, ia harus jujur bahwa ia benar-benar membutuhkan Taemin.

 

Your thoughts give me a hard time

I can’t escape your shadow

Why can’t I forget a person like you

Foolishly, I endlessly call out to you again today

 

-TBC-

Sunday, October 12th 2014 – 9.03 am

Anyeong! Ini udah paling cepet ya aku bisa ngelanjutin. Aku bener-bener minta maaf kalo lama bangeet. Aku udah kelas tiga ya, readers jadi benar-benar sibuk. Dan aku cukup paham pasti sekarang banyak yang ngeshipper MyungStal yaa? Kalo aku sih dari dramanya Krystal eonni malah suka couple Rain-Krystal 😀 FYI, buat next chapter, akan aku protect. Jadi buat kalian yang mau passwordnya bisa follow akun twitterku : @sharesherli7 terus mention ke aku dengan id kalian pas komen di ff ini ya. Ntar aku folback dan dm deh passwordnya. Ah ya, aku akan dm kalian kalau kalian sudah komen di setiap chapter. SETIAP CHAPTER ya. Jadi buat siders, nggak akan aku kasih passwordnya. Kalo kalian bener-bener mau passwordnya, komen dulu baru aku kasih passwordnya. GIVE ME YOUR FEEDBACK>>>

P.S:Jangan panggil aku thor‘, panggil aja namaku yaituSherli’ atau ‘Gihyun’ juga nggak papa. Dan komennya jangan cuma ’lanjut,thor!’ atau ‘aku sukaa banget’, kalo misalnya suka, kenapa alasannya, jelasin lah. Hargai karya author dengan review kalian. Gini deh, kalo mau komen yang panjang, komen aja kalo kalian pengen ceritanya siapa yang lebih dibahas selain Minho-Krystal di chapter selanjutnya. Misalnya, kalian pengen masa lalunya Minho atau cerita pernikahannya Sooyoung. Nah dan sebutkan alasannya apa.

XOXO,

magnaegihyun :*

 

Advertisements

29 thoughts on “A marriage, Chapter 5A

  1. waduhhh kenapa harus d protect..? ak rada kesusahan kalo berhubungan dgn twitter..syukur dch mereka udah nikah..pi kayanya ad kesalah pahaman dch dan Minho belum jelsin k Krystal …ak rada penasarn m cerita Haesica nya…next nya ga usah d kasih pw ya…

  2. akhirnya minho krysyal menikah
      ❤️
       `・+。
           `*。
      ,。∩    *
    +  (´∀` ) *。+゜
    `*。 ヽ、 つ *゜*
      `・+。*・’⊃+゜
      ☆  ∪~。*゜
       `・+。*・

  3. jahat bgt ff ini baru di lanjut lagi….
    next next next chapter,aku ampe kebingungan gara2 ga ada yg post ff minstal lagi

  4. Asyiki diLanjutin….
    waduh chapter berikutnya Mo di protect yah…
    nanti kasih tau passwordnya donk…??
    Tapi Q gk punya twitter gimana dong??

  5. ternya sulli suka ma minho gara2 disakiti taemin, kyakx krys udh mulai bsa nerima minho ya smga aj kedepan mereka bsa saling cinta deh, pnasran knp sulli bsa ditingalin taemin dan ibux ama cerita dibalik sulli diangkat anak kluarga minho

  6. aduhh.kok dipassword sih? skrg sulit bgt buat dpt ff minstal yg update. so lanjutin ya sherli.. aku kepo bgt sama hubungan minstal kedepannya. semangat bikin ff minstalnya!!!

  7. Sherli,maaf ya baru komen sekarang soalnya aku gak hafal nama email 😦
    Ffnya bagus banget.tambah adegan sedihnya dong hehehe. Kasian sooyoung eonnie disiksa 😦
    Aku tunggu chapter 5bnya hehehe
    Follback twitter aku ya heheehe. 😉

  8. Annyeonghaseyo~~ Sherli-ssi… New reader here… Aku udah baca Fic ini dri first chapter, tpi comment-ny baru di chapter ini… Aku MinStal-Shipper pake banget… Aku suka genre-nya…

    Oo ya aku udah follow twitter kmu, follback yahhh…
    Oke itu aja… Gamsahamnida Sherli-ssi
    ^_^

  9. Hai aku new readee . Maaf baru komen d chap ini soalnya aku keasikan tancap dari prt 1-5 . Ceritanya keren. Semua tokoh keceritain dngn menarik . Next yaww

  10. Makasih udah lanjutin Sherli author 😉
    Aku penggemar MinStal berat jd walaupun byk yg ngeshippin Krystal sm yg lain, aku ttp cinta MinStal.
    Aku suka ceritanya, Sherli author.. karna ya emg sesuai bgt gitu Klee yg dingin + Minho yg sopan bgt 😉
    Dibikin yg ruwet nggakpapa , biar gk cepet selesainya hehe ..
    Lanjut ya thor .. walaupun bkalan diprotect.

  11. kalau boleh ceritaiin dong tntng masa lalu taelli.penasaran sama kisah mereka. heheheh
    kalau bisa ada cerita honeymoon ny minstal, dimana minstal bnyak momentny pas honeymoon. dan klee bisa prcaya lagi sm minho. lebih seru jg klw ada kisah setelah minstal nikah

  12. Lanjuuuttt… ni minho sm krystal gmna kelanjutannya? Jdi honeymoon kah? Punya anak kah? Sama2 saling menyatakan cinta mrk kah? Pgn mrk sweet sweet gitu kak.. romantic nya donk kak..

  13. knpa hrus di PW, aku penasaran sma kelanjutan hubungannya haesica, kyaknya krystal sudah agak percaya sama Minho

    sbenarnya aqw sdah baca dri part 1tpi maaf baru comment

    kalau mau minta pasword nya tpi gak punya twitter gimana

  14. Daebakk ceritanya.. greget bgt sama jinri .. rasanya tuh kayak jinri itu gmana gtu .. aku sih klo gni pingin liat jinri ditampar soojung wkt ngomongin sooyeon gila.. abisnya kayak ga tau sopan santun gtu.. tp pernikahannya dapet gambarannya kok

  15. sorry baru comment, baru nemu ini ff, aku minstal shipper, so apapun segala bentuk ff minstal pasti aku baca 🙂
    ceritanya menarik, rapi, jd enjoy bacanya. Feel nya dapet banget.

    tetep berkarya sherli, kalau bisa bikin ff minstal lagi ya 🙂

  16. Annyeonghaseyo~~ Sherli-ssi… New reader here… Aku udah baca Fic ini dri first chapter, tpi comment-ny baru di chapter ini…
    Kenapa di protect sher? Jadi sedikit ribet nih huhuhu…..Follback twitter Aku ya eonni 🙂

  17. nah ini masalahnya maaf banget ini lagi nemu fanfict ini. harus baca dr awal ya?
    skrg banyak banget yg ngeship krystal sama lainnya jadi susah dpt minstal
    oke bakal komen dr awal
    salam kenal ya khansa 96 line

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s