It’s a Confession, Drabble

 

Title : It’s a Confession | Author : magnaegihyun | Main Cast : Kim Myungsoo, Bae Suzy | Support Cast(s) : Kwon Sohyun, Jung Il Hoon | Length : Drabble | Genre : Fluff, Romance | Rating : T | Poster by Author

Previous Story

Myung Soo benar-benar membenci dirinya sendiri yang bodoh hingga membuat Soo Ji salah paham. Ia harusnya menahan Soo Ji minggu lalu dan berkata jujur padanya sehingga Soo Ji tidak menjauhinya. Meski waktu terus bergulir dan Soo Ji tetap menjaga jarak dengannya, ia harus tetap menyampaikannya. Inilah perasaannya sesungguhnya.

postersequel jadi

Disclaimer : This storyline is belong to magnaegihyun. The cast is belong to god and their parents. Don’t claim it’s as yours. Hate the pairing? Hate the plot? Don’t read and don’t leave a bashing, PLEASE! | Warning for typo(s) and OOC><

***

 

Myung Soo diam sambil melirik gadis di sebelahnya yang sedang menyalin PR fisikanya. Gadis itu sebenarnya tidak tahu jika fisika ada PR tetapi Myung Soo kemudian mengingatkannya dan meminjamkan buku tulisnya pada gadis itu. Well, sebenarnya Myung Soo juga tidak sepintar dan serajin itu sehingga ia mengerjakan PR-nya sendiri. Jujur, ia mengerjakan PR-nya itu di tempat kursus bersama Na Eun.

 

Son Na Eun. Gadis cerewet yang sering menggodanya di kelas. Gadis itu termasuk tipe gadis tinggi dengan senyum lucunya. Ia termasuk gadis populer layaknya kekasihnya, Kim Jong In. Tipe gadis yang disukai Myung Soo bukanlah gadis seperti itu. Son Na Eun terlalu cerewet dan benar-benar malas. Lagipula, ia juga tidak suka ketika Na Eun selalu memaksanya menjemput dan mengantar pulang saat kursus. Jika saja ibu Na Eun bukan teman ibunya, ia pasti sudah tidak memedulikan paksaan gadis itu.

 

Myung Soo memandang gadis yang duduk di sebelahnya dengan seksama. Jujur, gadis inilah tipe yang disukai Myung Soo. Ia sama tingginya dengan Na Eun, tetapi yang berbeda ia rajin dan sedikit tidak cerewet dibanding Na Eun. Gadis itu selalu beraegyo terhadap siapa saja bahkan dengan Myung Soo ia sering melakukannya. Ketika ia selesai beraegyo dan sudah mendapat kemauannya, ia akan tersenyum begitu manis membuat jantung Myung Soo tidak berdetak normal.

 

Beruntungnya juga, gadis ini bukanlah tipe gadis yang akrab dengan siapa saja, ia memang memiliki banyak orang yang dikenalnya tapi ia tidak sepopuler itu. Kepopuleran gadis itu mungkin di bawah Na Eun tapi ia masih di atas Myung Soo yang tidak mengikuti ekskul satupun di sekolah ini. Bukannya tidak berbakat, tapi Myung Soo benar-benar malas untuk mengikutinya.

 

“Kenapa kau menatapku seperti itu? Terpesona ya?”

 

Gadis itu bergumam pelan sambil tersenyum manis menunjukkan deretan gigi putih rapinya. Ini juga yang membuat Myung Soo menyukainya dua tahun ini. Gadis ini selalu ceria dan ketus secara bersamaan. Ia sering bercanda dan dapat serius dalam satu waktu. Ia sangat baik pada semuanya. Ia juga galak di saat ia membantu sahabatnya yang seorang bendahara untuk menagih teman-temannya. Tetapi, ia benar-benar begitu kuat di mata Myung Soo dengan sikapnya itu.

 

“Ih, Park Myung Soo! Jangan menatapku seperti itu!” Gadis itu mulai gerah saat Myung Soo memandanginya sangat lama.

 

“Kenapa? Kau merona kan jika kupandang, KissBae?”

 

“Kalau begitu, jangan panggil nama orang sembarangan!”

 

“Kau kan mengganti-ganti margaku juga!”

 

“Tapi yang memanggil duluan dengan sembarangan kan kau… Ah sudahlah, ini, Thank you!”

 

Gadis itu menyodorkan buku tulis Myung Soo dan segera bangkit berdiri dan keluar kelasnya. Myung Soo paham kok mengapa gadis itu tampak tak benar-benar ingin berdekatan dengannya lama-lama. Ia masih ingat bahwa gadis itu berkata padanya minggu lalu. Perkataan yang cukup membuatnya merutuki kebodohan dirinya. Gadis itu sudah salah paham.

 

Hal itu dimulai saat ia mengajukan diri menggantikan Jae Hwan yang tidak diperbolehkan ikut lomba oleh kekasihnya dan lomba itu ia ikuti dengan gadis itu. Setelah beberapa perbincangan dengan yang mengikuti lomba itu selain dirinya dan gadis itu, Myung Soo harus berpasangan dengan gadis itu. Well, itu sebenarnya karena kejahilan Myung Soo sih.

 

Jujur, saat ia berpasangan dengan gadis itu, ia merasakan debaran jantungnya bahkan ia berpelukan dengan gadis itu. Betapa beruntungnya, Myung Soo dapat melakukan itu. Kemudian minggu lalu saat ia dipergoki berduaan dengan teman-teman sekelasnya, gadis itu tampak kesal dan malah mengatakan bahwa ia tidak mau salah paham. Tapi gadis itu salah, ia memang bukan mendekati gadis itu agar salah paham tetapi ia memang murni memiliki perasaan padanya.

 

Myung Soo tahu ia bodoh karena tidak berani menyampaikan perasaannya dalam dua tahun ini. Tapi apa? Memang jika Myung Soo menyatakannya dua tahun lalu ataupun tahun lalu, ia tidak yakin bahwa gadis itu akan menerima perasaannya. Ia paham bahwa gadis itu tidak terlalu tertarik pada masalah lelaki sejak dua tahun lalu. Ia lebih mengutamakan boygroup baru yang ia sukai. Heol, jika seperti itu tentu perasaan Myung Soo akan ditepis dengan mudah.

 

Baiklah, mungkin hari ini hari keberuntungannya. Semangat, Kim Myung Soo!

 

*

 

YA, Soo Ji-ya. Kita harus mengerjakannya segera dan kau juga jangan terus-menerus beralasan tidak bisa!”

 

Myung Soo melirik Soo Ji mendengar jawaban panjang Il Hoon. Soo Ji bukanlah gadis yang malas selama Myung Soo mengenalnya, hanya saja gadis itu butuh mood dalam mengerjakan sesuatu hal dengan serius. Lagipula Il Hoon dan Soo Ji bukanlah dua orang yang akur saat mengerjakan tugas. Il Hoon yang perfeksionis dan Soo Ji yang ceroboh dan pelupa. Beruntunglah, So Hyun dapat menengahi Il Hoon yang sering meledak pada Soo Ji.

 

Sedang Soo Ji hanya menggaruk pipinya sambil mengucapakan maaf. Hal menyenangkan itulah yang selalu ditemukan Myung Soo saat ia kerja kelompok. Entahlah, bagaimana bisa guru keseniannya mengelompokkannya dengan Soo Ji, Il Hoon dan So Hyun. Meski ia bisa bersyukur karena bersama dengan Soo Ji.

 

“Kan sudah kubilang, aku tidak bisa, Jung Il Hoon. Ini kan salahmu sendiri yang menentukan hari tiba-tiba saja!”

 

YA, YA, tidak bisa! Kita—“

 

“Sudahlah, Il Hoon-ah. Bagaimana jika dua hari lagi sepulang sekolah?”

 

So Hyun kembali menengahi keduanya. Entah mengapa, yang Myung Soo sadari Il Hoon menjadi penurut setiap So Hyun mengingatkannya. Prediksi Myung Soo, Il Hoon mungkin benar-benar memiliki perasaan pada So Hyun seperti yang diceritakan Jae Hwan padanya. Myung Soo pun menggeleng-gelengkan kepalanya melihat sikap Il Hoon itu.

 

“Baiklah, aku setuju. Terima kasih, So Hyun-ah!”

 

“Nah, kalau begitu aku ke kantin dulu ya!”

 

Myung Soo melirik So Hyun yang bangkit dari bangkunya dan melangkah keluar kelas diikuti Il Hoon. Tunggu, tunggu, Myung Soo sadar akan sesuatu. Ia tidak dimintai atau ditanyai pendapat oleh So Hyun. Huh, dasar gadis itu. Awas saja ya.

 

YA, Park Myung Soo! Kau masih hidup kan?”

 

Tangan Soo Ji melambai di depannya seolah menyadarkan Myung Soo dari lamunannya. Gadis itu kini sudah menggenggam ponsel layar sentuhnya yang dihiasi gantungan boneka idolanya. Myung Soo memandang malas pada gadis itu.

 

“Hei, cepat pindah dari sini lah. Memangnya kau tidak mau ke kantin?”

 

“Mau ke kantin atau tidak, itu kan urusanku,” jawab Myung Soo dingin.

 

“Heol, terserah. Kalau begitu cepat pergi, bodoh. Aku ingin sendirian,” Soo Ji membalas ucapan Myung Soo tak kalah dinginnya.

 

“Aku mau pergi atau tidak, itu terserah padaku kan?”

 

“Aish, lelaki ini benar-benar… Cepat pergi atau kau—“

 

Soo Ji membulatkan matanya bersamaan dengan ucapannya yang terpotong. Bagaimana bisa ucapannya tidak terpotong jika Myung Soo membungkam mulutnya. Yang membuat Soo Ji membulatkan matanya, hanya satu hal. Satu hal yang membuat jantung Soo Ji berdetak dengan ritme aneh. Bibir Myung Soo dengan santainya mengecup bibirnya dengan santai. Bahkan lelaki ini memejamkan matanya seolah menikmatinya.

 

Soo Ji yang mulai sadar kini mendorong bahu lelaki itu,”YA, kau berani-beraninya…”

 

“Aku melakukan seperti itu terserah padaku juga kan?”

 

“Apa katamu? YA!!!”

 

“Itu salah satunya cara cepat menghentikan ucapan gadis cerewet sepertimu.”

 

Soo Ji benar-benar murka sekarang. Lelaki di depannya ini benar-benar tak tahu sopan santun. Bagaimana bisa dia tidak minta maaf dan malah tidak merasa bersalah setelah mencium orang lain yang notabenenya bukanlah siapa-siapanya. Jangan bilang bahwa lelaki ini minta dipukul kepalanya.

 

“Kim Myung Soo…”

 

Saranghae, Bae Soo Ji!”

 

“APA???”

 

“Jadi, berkencanlah denganku!”

-END-

Friday, December 26th 2014 – 7.20 am

Haihai, guys! Jujur sebenarnya aku nggak punya ide untuk menulis sequelnya ‘Is It a Confession?’. Aku sebenarnya pengen nyelesaikan sampai situ aja tapi karena mungkin aku pikir, I’ll be a real witch karena membiarkan kalian penasaran karena endingnya gantung. Jujur lagi, aku agak sakit hati ya ketika banyak yang komen gini ‘endingnya gantung, thor’ udah gitu doang tanpa review apapun. Itu bener-bener nggak sopan menurutku. Kenapa? Kalian nggak tahu ketika betapa capeknya aku nyempetin nulis ff di waktu aku kelas tiga dan kalian cuman balesin gitu. Emang bener endingnya gantung, tapi paling tidak kalian berikan komentar sedikit sopan dan membuat aku suka punya pembaca seperti kalian. Bukannya aku jahat, tapi hal itu bener-bener bikin aku sakit hati. Sekarang aku udah berikan sequel kan, buktinya aku nggak setega itu sama kalian, so buktikan juga kalian nggak setega itu sama aku.

Thanks,

magnaegihyun

Advertisements

24 thoughts on “It’s a Confession, Drabble

  1. Si myung mau ngakuin perasaannya aja susah amat. Untung aja akhirnya dia berani nembak suzy. hohoo
    Btw, masih agak kurang sreg sama diksinya thor. Masih ada kata2 kurang baku seperti kata “Dong” sedikit mengganggu. hehee
    Itu cuman pendapatku sih. 🙂

  2. Waahh,,gk nyangka author bwt sequel nya…..
    Tp emng sih yg oneshoot kmrn tuh emng harus ada sequelnya thor,, abisnya agak gk rela gt baca ending nya tp sekarang jd happy ending deh….
    Suka kok thor,, akhirnya Myungsoo bisa jg ngungkapin perasaannya ke Suzy…
    Ditunggu ff laennya ne thor,,
    Hwaiting…
    Myungzy jjaanngg…. Author jjaanngg…

  3. Aigoo….myung kyeopta…hehe…..akhirnya myung berani juga mengungkapkan perasaannya sama Suzy. Ff nya menghibur. Gomawoyo.
    Hwaiting……untuk ff selanjutnya. Di tunggu karya terbarunya.

  4. ……….Aigoo….myung kyeopta…hehe…..akhirnya myung berani juga mengungkapkan perasaannya sama Suzy. Ff nya menghibur. Gomawoyo.
    Hwaiting……untuk ff selanjutnya. Di tunggu karya terbarunya.

  5. Aigo aigo aigo MyungMyung kebiasaan yach main cipok cipok ªJa̲̅ wkwkwkwk enak bnr2 tuh jd Myungmyung hahahAaa
    Blom jadian ªJa̲̅ Myungmyung udah kyk gitu,apa lgi ЌäĽ☺ ÚĎªª♓ resmi jadian bagaimana ceritanya tuh aigo aigoooo
    Next donk next heheheee

  6. bener2 deh..
    kurang ajat bnget si myungsoo
    kyaknya suzy bakalan nolak myungsoo

    semangat aja bwt nulisnya
    ada beberapa orang y agal susah untuk merangkai kata klo koment, jadi mungkin gitu doank komentnya, mungkin gue salah satunya..

  7. kira2 suzy nerima myung gak yach,,
    suzy kan jg gak terlalu peduli t’hadap laki2 selama 2 taon ini,,
    jangan2 karena udah suka sama myung jg,,,#edisi_sotoy_mooodOn,,
    So sequel again juseyoo,,,,
    gomawo,,

  8. astaga myung…sekalinya berani ngungkapin prasaannya smpai gk tahu tmpat gitu…itu klas apa gk ada org lain selain myungzy…myung pke nyosor aja gk thu kndisi amat…joah joah
    ditunggu ff myungzy nya yg lain…
    oh ya…mengenai readers yg membuat author skit hati yg sabar aja, sifat manusia kan beda2… menurut aq para author yg menyuguhkan cerita harus dihargai and para readers perlu mengucapkan terimakasih…
    para author sdah susah payah membuat cerita yg dpat menghibur, dan itu menguras otak & waktu…
    keep fighting !!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s