Ye In’s Anger, Drabble

 

Title : Ye In’s Anger | Scriptwriter : magnaegihyun | Genre : Fluff, Romance | Duration : 954 words | Rating : T | Main Cast : Jeon Jung Kook, Jeong Ye In| Support Cast : Yoo Ji Ae

.

Summary

Jung Kook bingung dan merutuki dirinya sendiri saat itu. Well, Ia benar-benar bodoh karena membiarkan Ye In menunggunya begitu lama hingga ia mengamuk sekarang. Lalu bagaimanakah cara Jung Kook meredakan amarah Ye In itu? So check this story out!

 Jungin

Disclaimer : This storyline is belong to magnaegihyun. The cast is belong to god and their parents. Don’t claim it’s as yours. Hate the cast? Hate the plot? Don’t read and don’t leave a bashing, PLEASE! | Warning for typo(s) and OOC><

*

“Ye In-a…”

 

“Ye In-a…”

 

“Ye In—“

 

“Diam, oppa!”

 

Jung Kook menatap gadis di depannya itu takut, benar-benar takut. Gadis itu sudah mendiamkannya sejak tiga puluh menit yang lalu. Well, ia tahu ia bersalah. Ia tahu ia harus minta maaf dan hal itu sudah dilakukannya tadi. Well, ia cukup paham bahwa ini bukan satu atau dua kali ia melupakan janji dengan gadis itu, tapi hal tadi benar-benar mendesak dan ia tidak bisa meninggalkannya.

 

Jujur, ia juga sebenarnya lebih memilih memenuhi janjinya dengan gadis itu daripada bersama dengan hyunghyungnya yang keterlaluan itu. Ya, Ji Min dan Ho Seok, hyungnya itu mengerjainya. Huh, kalau saja keduanya tidak menggunakan nama Seok Jin hyung, ia pasti sudah menemui gadis ini dan gadis ini pasti tidak marah padanya sekarang.

 

“Ye In-a, aku benar-benar minta maaf. Aku janji, aku tidak akan mengulanginya—“

 

“Jung Kook? Ye In? Apa yang kalian lakukan di depan sini?” Seorang gadis berambut lurus mengenakan hoodie berwarna abu-abu itu menyapa Jung Kook dan Ye In yang sangat kurang kerjaan berdiri di depan rumah atau lebih tepatnya dorm gadis itu.

 

“Ah—Ji Ae nuna. Anyeong haseyo!” Jung Kook membungkuk menyapa member satu grup gadis di sampingnya itu.

 

Ji Ae mengernyit melihat Ye In diam saja dan fokus pada ponselnya,”Ye In-a, ajak Jung Kook masuk. Di sini benar-benar dingin, kasihan dia.”

 

“Tidak usah, nuna. Aku hanya mampir sebentar kok.”

 

Jung Kook menjawab pelan sembari tersenyum canggung. Ji Ae pun sadar akan apa yang menyebabkan Ye In seperti itu. Ia pun mendekati Jung Kook kemudian membisikkan sesuatu.

 

“Kurasa kau harus membelikannya makanan. Setahuku jika dia diam saja karena marah, kau bisa mengurangi kemarahannya dengan makanan. Kalau begitu semoga berhasil, Jung Kook-a!” Ji Ae berbisik pelan pada Jung Kook kemudian dibalas Jung Kook dengan padangan penu terima kasih.

 

Ji Ae pun mengacungkan jempolnya pada Jung Kook kemudian berjalan masuk dormnya itu. Jung Kook berpikir keras. Apa ya yang ingin dimakan gadis ini? Huh, kenapa ia tadi lupa bertanya pada Ji Ae sih mengenai makanan kesukaan gadis ini. Ah, jujur Jung Kook juga kelaparan. Ah, bagaimana jika Jung Kook mengajaknya makan makanan kesukaan Jung Kook saja ya?

 

“Ye In-a, kau mau makan bersamaku?”

 

“Makan apa?” Ye In mulai mendongak dan merespon dengan suara datar.

 

Jung Kook tersenyum lega sambil meneriakkan berhasil dalam hati,”Sashimi?”

 

“Huh, itu sih makanan kesukaan oppa sendiri. Sana makan dengan Soo Jeong eonni saja!”

 

“Oke, oke, hmm, sup rumput laut?”

 

“Sekali lagi oppa mengatakan makanan kesukaan member lain, aku lebih baik masuk saja.”

 

Jung Kook merutuki dirinya sendiri. Kenapa sedari tadi ia salah tebak sih? Well, kalau begitu aku harus mengira-ngira. Tunggu… Ia pernah membaca artikel tentang Ye In baru-baru ini. Ah, apa yang satu itu?

 

“Kaki?”

 

“Huh, pasti oppa ingin mengatakan kaki babi kan? Sudah,pulang sana, oppa! Oppa benar-benar tidak tahu makanan kesukaanku,” Ye In menunduk kesal sambil mendorong bahu Jung Kook menyuruhnya pulang.

 

Jung Kook menahan tangan gadis itu,”Siapa bilang aku mau berkata kaki babi, aku akan membelikanmu kaki ayam—“

 

Mata Ye In bersinar-sinar,”Jinjja? Akhirnya oppa ingat juga makanan kesukaanku.”

 

.

 

 

“Ye In-a, apa kau sudah belajar? Bukankah besok kau ada ulangan?” Jung Kook membuka suara sambil melihat gadis itu melahap kaki ayam dengan lahap.

 

Ye In menelan makanannya itu kemudian menjawab,”Ya, aku sudah mengurung diri seharian di kamar untuk ulangan besok.”

 

“Ah ya, oppa, tadi kenapa oppa datang terlambat? Aku tadi sempat mengirim pesan ke Taehyung oppa, katanya oppa keluar. Keluar kemana?”

 

Ye In mengajukan pertanyaan kembali dengan polos membuat Jung Kook memutar otaknya. Ia tidak mungkin menjawab sejujur-jujurnya mengenai hal itu tentu saja. Jika ia menjawab jujur, ia yakin Ye In ini pasti menggantungnya. Huh, ini kesalahan Ji Mim dan Ho Seok hyung memang, batinnya kesal.

 

Gadis itu menghentikan kegiatannya makan kaki ayam itu kemudian menatap mata Jung Kook tajam,”Oppa pergi kemana?”

 

Jung Kook mengerjapkan matanya dengan canggung,”H—h—hanya disuruh Ji Min dan Ho Seok hyung?”

 

“Disuruh apa?”

 

Jung Kook terdiam. Otaknya benar-benar buntu sekarang dan dia tidak dapat menemukan jawaban yang tepat untuk gadis itu. Ia duduk di kursinya gelisah. Ia terkesiap merasakan tangan Ye In menyentuh lengannya seolah menyadarkannya dari lamunannya.

 

Oppa disuruh apa?”

 

Jung Kook menjawab dengan takut-takut,”Mem—mem—membelikan sesuatu saja. Ya, membelikan sesuatu.”

 

Jung Kook tersenyum bangga karena menemukan jawaban yang tepat. Ye In mengernyit heran mendengar jawaban itu yang dijawab dengan terbata-bata. Ia meneyelesaikan makanannya kemudian mengusap mulutnya dengan tisu. Ia kemudian kembali menatap Jung Kook dengan pandangan mematikannya.

 

“Jangan bohong, oppa. Cepat katakan, Ji Min dan Ho Seok oppa menyuruh oppa berbuat apa?”

 

Jung Kook menggigit bibirnya menyadari bahwa kebohongannya,”A—a—aku tidak bohong. Mereka hanya menyuruhku membeli sesuatu.”

 

Ye In memasang raut kesalnya sadar bahwa Jung Kook hanya mencari alasan untuk membohonginya. Iapun mengangguk-angguk mengerti dan mulai menjawab dengan jawaban skak mat untuk Jung Kook,”Begitu ya. Baik, aku akan menghubungi Tae Hyung oppa sekarang untuk menanyakannya.”

 

“JA—JANGAN!”

 

Ye In tersenyum menang,”Baik, lalu disuruh apa?”

 

Jung Kook menggerakkan bibirnya gelisah kemudia menjawab dengan pasrah melihat Ye In sudah benar-benar memasang tatapan marah padanya,”Mereka menjebakku datang ke fanmeeting Girls Day sunbaenim.”

 

“Oh, jadi saat aku kedinginan menunggu oppa di depan dorm dan oppa asyik-asyik bertemu dengan gadis cantik nan seksi seperti Girls Day sunbaenim tanpa mengabariku ya?” Ye In berkata dengan nada berbahaya.

 

“Ti—ti—tidak seperti itu, Ye In-a!” seru Jung Kook berang.

 

“Aku tahu kok, oppa benar-benar fans mereka. Tidak apa-apa. Hanya saja jangan bertemu aku seminggu ini!” Ye In awalnya berkata dengan manis namun mengakhiri ucapannya itu dengan ancaman kemudian ia bangkit dari tempat duduknya untuk pergi.

 

“Ye In-a, tunggu!”

 

Jung Kook bangkit mengikuti gadis yang pasti benar-benar marah itu. Huh ini semua salah kedua hyungnya yang menyebalkan. Awas saja mereka, jika Jung Kook tidak bisa berbaikan dengan Ye In hari ini juga maka hyungnya itu akan mati hari ini juga.

-FIN-

Saturday, January 3rd 2015 – 4.16 pm

Haihai, guys! FF Jeong-In perdana yang aku buat ya. Jelek? Nggak ada feelnya? Aku tahu kok, nggak papa. Ini kubuat dalam waktu singkat loh, nggak nyangka sama diriku sendiri bisa buat ff sesingkat ini waktunya 😀 Dari jam 2 tadi sampai sekarang, terus ini juga keputus sama aku mandi malahan. Wel, ini terinspirasi dari factnya member Lovelyz yang tadi kubaca loh. Sudah ya cuap-cuapku. Hope you like it~ GIVE ME YOUR FEEDBACK>>>

Love,

magnaegihyun

Advertisements

3 thoughts on “Ye In’s Anger, Drabble

  1. Yeay ada juga ff jeong-in, hehe mereka couple cute magnae tahun ini. .
    Ceritanya lucu* gimana gt, ya pacaran ala anak belasan tahun lah, masih marah*an karena cemburu akan sesuatu. .
    Jadi ngebayangin sendiri wajah yein pas ngambek, dan wajah kookie pas kebingungan. .
    Next buatin oneshoot dong thor. . 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s