A marriage, Chapter 6(Sooyoung’s Feeling)

Title : A marriage

Author : magnaegihyun

Main Cast : Jung Soojung, Choi Minho

Support Cast(s) : Choi Sooyoung, Kwon Yuri, Shim Changmin.

Genre : Romance, Family, Married life, Friendship.

Rating : PG

Poster by Author

Jung Soojung dan Choi Minho adalah dua orang yang sama. Mereka benci kata pernikahan yang membuat orang yang mereka sayangi benar-benar terluka. Mereka seperti dua makhluk yang hidup tanpa rasa cinta. Mereka bertemu untuk menjalankan sebuah pernikahan tanpa dasar cinta dan tanpa perjodohan. Dua orang yang tidak mengenal satu sama lain menjalani hubungan pernikahan yang tanpa mereka sadari mengubah diri mereka…

poster marriage photoshop

Ost : Scream by EXO’s D.O(Cart Ost) | Disclaimer : This storyline is belong to magnaegihyun. The cast is belong to god and their parents. Don’t claim it’s as yours. Hate the pairing? Hate the plot? Don’t read and don’t leave a bashing, PLEASE! | Warning for typo(s) and OOC><

***

 

Sooyoung memandang Soojung dengan mata berkaca-kaca. Ya, entah kenapa pada istri Minho ini Sooyoung berani mengaku, bahkan kepada ibu, adik ataupun ayahnya, iapun tak mengaku. Ia tahu wajah Soojung begitu mirip dengan Yoona, sahabat karibnya yang berada di Jepang itu. Hanyalah Yoona yang mengerti perasaannya sejak dulu begitupun ia yang mengerti diri Yoona. Ia seolah menemukan diri Yoona pada Soojung yang masih memasang wajah syok.

 

“Dengarkan ceritaku, Soojung-a…”

Can you hear our sad cries?

We held it in and endured through endlessly

 

 

 

 

Aku Choi Sooyoung. Anak pertama dari pasangan Choi Siwon dan Hwang Miyoung. Tentu keduanya adalah pasangan yang ideal dan sempurna satu sama lain. Ayahku Choi Siwon. Well, siapa yang tidak kenal dia? Anak konglomerat pemilik Hyundai Corporation yang sekarang sudah menjadi CEO salah satu perusahaan entertaiment. Ibuku Hwang Miyoung. Mantan model dan pembawa acara terkenal di Hongkong. Ayah dan Ibunya pemilik salah satu hotel berbintang enam di Hongkong. Siapa yang tidak mengenalnya dengan eye smilenya yang menggemaskan itu?

 

Hidupku berjalan benar-benar sempurna sejak kecil. Kakek dan nenekku pensiun begitu mengetahui Minho, adik laki-lakiku lahir. Semua berjalan begitu sempurna dan aku menemukan sahabatku pertama kali Im Yoona di sekolah dasar. Dia benar-benar cantik dan bersinar begitupun denganku. Kami berdua terkenal di sekolah, aku dengan tinggi yang semampai dan perpaduan wajah Korea dan Hongkong sempurna dan Yoona dengan wajah cantik dan senyum polosnya.

 

Masalah pertama yang menimpa keluarga kami berasal dari bibi kami. Aku benar-benar ingat, saat itu aku masih kelas satu sekolah dasar. Kakek sempat masuk rumah sakit karena itu. Bibiku, Choi Jinah, mengandung anaknya tanpa ayah. Ya, ayahnya tidak diketahui atau lebih tepatnya tidak kuketahui. Hanya ayah, ibu, kakek dan nenek yang tahu. Bibiku yang awalnya bekerja di restoran milik kakek sebagai koki disana pun cuti dan diasingkan di rumah keluarga di Daegu. Setelah sembilan bulan, akhirnya bibi melahirkan seorang anak perempuan yang cantik. Kami memberi namanya Choi Jinri.

 

Kakek menyuruh ayah mengadopsinya untuk menjadi adik tiriku. Minho begitu senang memiliki kakak dan adik perempuan yang cantik begitupun aku yang juga menyayangi Jinri. Kakek menghukum bibi karena kesalahannya dengan mengirimnya ke keluarga Ibu di Hongkong. Aku tahu kakek cukup baik karena hanya menjauhkan bibi dari anaknya karena takut nama keluarga tercemar. Aku juga tahu sesungguhnya bibi tidak menginginkan dirinya berpisah dengan Jinri tapi itu mustahil karena ia juga ingin anaknya bahagia tanpa mengetahui bahwa ia lahir tanpa ayah.

 

Sejenak dari luar keluarga kami adalah keluarga yang bahagia, pasti. Semua tampak memimpikan menjadi seperti keluarga kami. Tapi itu salah, setelah kakek mengirim bibi dan beliau melihat Jinri tumbuh, kakek merasa bersalah hingga sakit-sakitan. Kakek dan nenek pun memilih hidup di Daegu dengan alasan kesehatan. Aku tahu ayah dan ibu bahagia tapi aku juga paham Jinri tidak menyukai kenyataan bahwa ia hanya diadopsi bukanlah anak kandung. Ia begitu menyayangiku dan Minho seperti kakaknya sendiri. Aku tahu semua itu.

 

 

.

 

 

Tapi itu semua bukan akhir dari hidupku…

 

Tentu saja, mengapa masalah bibiku harus menghancurkanku? Hidupku masih panjang dan aku tentu tidak bisa hanya terpuruk di masa itu. Aku masih berada di sekolah dasar, guys. Masa-masa dimana aku tidak mengerti kegelisahan kakek ataupun bibi. Ya, keluarga kami berhubungan jarak jauh dengan bibi hingga sekarang. Hanya Jinri yang tidak tahu dan mengerti itu. Ia hanya menemukan kenyataan bahwa ia seorang yatim piatu yang diadopsi keluarga kami. Ia bahkan tidak mencari tahu orang tuanya dan berkeras menyayangi kedua orang tuaku seolah orang tua kandungnya.

 

Hal itu tidak berpengaruh banyak ke kehidupanku sejujurnya. Hidupku–bukan maksudku hidup kami semua berjalan begitu sempurna. Aku masih bersama Yoona di SMA. Kami tetap menjadi gadis populer seperti biasanya. Saat itulah, aku mengenal Yuri. Nama lengkapnya Kwon Yuri. Dia gadis cantik yang begitu sempurna. Banyak lelaki yang menyukainya tentu saja. Sayang, ia memiliki kepribadian dingin yang berbeda denganku dan Yoona. Kami sekelas di kelas dua sehingga kami mulai berteman saat itu.

 

Awalnya aku tak begitu tahu bahwa Minho dan Yuri begitu dekat. Kami bertiga-aku, Yoona dan Yuri-memang sering mengerjakan tugas di rumahku. Yuri yang pintar selalu selesai mengerjakan tugas duluan lalu mengajariku dan Yoona menyelesaikannya. Sering, ia pergi meninggalkanku berdua dengan Yoona untuk bermain dengan Jinri atau kenyataan yang tidak kuketahui adalah ia sering bersama Minho. Aku tidak benar-benar tahu sebelum Jinri mengadu padaku bahwa ia cemburu pada Yuri yang mencuri begitu banyak perhatian Minho. Jinri yang memang manja dan begitu menyukai Minho saat itu sering pulang terlambat karena ia menemukan teman baru.

 

Jujur, aku mendukung Minho menyukai Yuri karena aku tahu Yuri gadis yang baik dibalik kedinginannya itu. Lagipula untuk apa aku terlalu protektif pada adik laki-lakiku, kurasa aku harus protektif jika mengetahui adik laki-lakiku lah yang menyakiti orang lain. Minho tampaknya begitu menyukai Yuri, hal itu ditunjukkan dengan ia masuk sekolah yang sama dengan kami, bahkan ia mengantar-jemput Yuri setiap hari. Aku jujur turut bahagia dengan mereka.

 

Saat itu juga, sahabatku, Yoona juga mempunyai kekasih seorang sunbae kami saat SMA yang sekarang seorang mahasiswa di Universitas Seoul. Aku tahu, jujur sejak saat itu aku merasa kesepian. Di lain waktu, aku juga mengetahui bahwa Jinri memiliki kekasih, Lee Taemin. Aku benar-benar kesepian dalam kesendirian. Ya, aku tidak memiliki kekasih. Itu bukan karena aku tidak pernah disukai seseorang atau kenapa, tapi aku tidak sedang menyukai seseorang. Tidak ada seseorang yang membuatku menyayangi mereka seperti aku menyayangi Minho.

 

Saat itu, aku baru mengenal suamiku pertama kali. Ia adalah teman satu klub teater dengan Minho. Aku tahu aku salah karena menyukainya saat itu, padahal aku tahu bahwa ia mempunyai kekasih, Song Victoria. Ia begitu tampan dengan tubuh proporsional yang selalu ku impi-impikan untuk menjadi kekasihku. Ia tinggi seperti Minho dan ia rupawan seperti ayahku. Ya, Shim Changmin adalah kriteria yang sempurna untuk menjadi suamiku, pikirku saat itu.

 

Akupun berpikir untuk melupakannya hingga ternyata aku masuk universitas yang sama dengannya. Ia mengenalku tentu saja dan sayang sekali ia masih bersama dengan kekasihnya itu. Aku satu jurusan dan universitas dengan Yoona. Kami sepertinya benar-benar sehidup semati bersama. Sayangnya, Yuri tidak. Ia akan pindah ke Busan karena beberapa masalah. Sejak hari itu, aku tidak mendapat kabar apapun darinya. Hari itu juga, Minho datang dan bercerita padaku.

 

“Nuna benar-benar tidak mendapat kabar darinya sedikitpun, Minho. Bukankah kau kekasihnya? Bagaimana sih Yuri itu kok tidak mengabarimu?”

 

“Aku bukan kekasihnya, nuna

 

“A–apa? Jangan bercanda.”

 

“Aku serius.”

 

“Lalu untuk apa selama ini kau mengantarnya dan perhatian padanya?”

 

“Aku sudah mengatakannya namun Yuri nuna berkata aku seharusnya tak menyukainya. Ia tak pantas untukku, katanya. Meskipun aku membujuknya, ia tetap tak mau menerimaku. Selama ini ia menolak tapi ia akhirnya mengalah karena merasa bersalah padaku namun aku senang karena itu tidak ada yang mendekatinya.”

 

“Ta–tapi apa alasannya? Bagaimana bisa ia tidak menyukai adikku yang sempurna ini?”

 

“Aku juga tidak tahu. Tapi aku benar-benar menyayanginya dengan tulus, nuna.”

 

“Ya aku tahu itu.”

 

Saat itulah aku tahu dan berpikir apa mungkin aku dan adikku terkena kutukan. Kami berdua tidak disayangi oleh orang yang kami sayangi. Begitu menyedihkan bukan? Akupun mulai saat itu tidak peduli lagi mengenai Changmin oppa dan serius menjajaki karirku sebagai model dan aktris bersama Yoona. Aku pikir adikku menyadarkanku bahwa kehidupan cinta bukan segalanya selama aku masih memiliki keluargaku yang begitu menyayangiku. Aku masih sempurna meski aku tak memiliki Changmin oppa.

 

 

.

 

 

Saat itu tahun terakhirku di Universitas. Aku tahu Changmin oppa sudah lulus dua tahun sebelumnya dan saat itulah aku mendengar bahwa ia putus dengan kekasihnya. Aku mendengar keseluruhan ceritanya bahwa kekasihnya dijodohkan oleh orang tuanya kemudian disuruh memutuskannya. Awalnya kekasihnya itu memang hanya menganggap perjodohan hanya perjodohan tapi lama-kelamaan kekasihnya dan suami kekasihnya itu sudah memiliki anak yang ternyata keduanya sudah saling mencintai.

 

Pada hari pernikahan kekasih Changmin oppa, aku pergi ke rumah sakit menjenguk Kibum oppa, kekasih Yoona. Tanpa sengaja, aku melihat Changmin oppa dan Yuri keluar dari ruang dokter bersama. Keduanya tampak akrab bahkan aku dapat mendengar bahwa perawat disitu mengatakan bahwa mereka benar-benar cocok sebagai pasangan kekasih. Ya, aku cemburu. Tapi tidak, saat itu aku ingat. Yuri adalah gadis yang begitu dicintai adikku. Namun gadis itu menggantungkan perasaan adikku dan meninggalkannya tanpa kabar selama tiga tahun. Lalu saat itu ia sudah bahagia berpacaran dengan Changmin oppa, lelaki yang kusukai sejak dulu. Bahkan selalu kubahas dengannya dan Yoona. Gadis itu benar-benar tega pada adikku dan aku.

 

Akupun berbalik menjauhi mereka merasakan hatiku begitu sakit dan sesak melihat keduanya. Keduanya yang berbincang-bincang dengan tawa. Keduanya begitu bahagia di atas penderitaanku dan adikku. Aku tahu saat aku berbalik gadis itu melihatku dan malah mengejarku. Aku semakin mempercepat jalanku menghindarinya tentu saja.

 

“Sooyoung-a!”

 

“Sooyoung-a!”

 

“Jangan sok akrab denganku, gadis jahat!”

 

“A–a–ada apa, Sooyoung-a?”

 

“Jangan sok polos. Aku tak menyangka kau tega padaku dan Minho.”

 

“A–apa?”

 

“Kau pergi selama tiga tahun tidak mengabari Minho, membuatnya khawatir dan selalu gelisah. Sekarang kau kembali bersama Changmin oppa. Kau menolak Minho dan berpacaran dengan Changmin oppa yang sejak dulu kusukai!”

 

“Ti–tidak, Sooyoung-a!”

 

“Aku tidak percaya padamu. Kau egois karena menggantungkan Minho dan menolaknya tanpa alasan. Kau jahat, Kwon Yuri!”

 

Aku berkata mengeluarkan unek-unekku dengan tumpahan air mata yang membasahi wajahku. Akupun memilih berbalik kembali dan berjalan menjauhinya. Jujur, aku tidak mau Changmin oppa tahu ini. Ya, sejak saat itu aku diam saja ketika Minho bercerita mengenaik Yuri. Kasihan adikku. Aku diam saja tidak menceritakannya pada siapa-siapa. Biarkan menjadi rahasiaku dan Kwon Yuri mengenai itu. Aku tidak mau adikku semakin terluka.

 

 

.

 

 

Hari itu hari kelulusanku. Hari itu juga Changmin oppa diumumkan sebagai calon suamiku oleh ayah. Aku tidak begitu peduli mengenai hal itu sejujurnya. Yang kuherankan, mau dikemanakan Kwon Yuri oleh calon suamiku itu. Hari itu pula Yoona mengabariku bahwa Yuri berada di rumah sakit. Adiknya, Kwon Sohyun yang mendatangi kami berdua dan mengatakan bahwa kakaknya ingin berbicara pada kami untuk yang terakhir.

 

Awalnya aku tidak percaya dan mengerti apa yang dimaksud gadis itu yang ternyata salah satu sahabat Jinri. Namun raut wajahnya yang keruh dan pipinya yang sembab mengatakan bahwa apa yang dikatakan gadis itu adalah kebenaran. Yang tidak aku tahu, Minho sudah dua hari disana menemani Yuri. Aku diam saja mengenai keputusan itu melihat Changmin oppa tidak ada di ruang rawat Yuri. Hari itu aku tahu bahwa dugaanku salah besar. Yuri yang sudah kumaki dengan kasar ternyata itu salah semua.

 

“Maafkan aku, Sooyoung-a…”

 

“Sst, kau tidak boleh berkata seperti itu. Kau tidak bersalah, hei!”

 

“Tidak, kau benar. Kau benar aku jahat. Aku jahat karena aku tidak memberitahukan perasaanmu sejak dulu pada Changmin oppa. Jika saja aku mengatakannya, kau pasti tidak salah paham padaku dulu.”

 

“Ti–tidak, Yuri-ya.”

 

“A–a–aku juga egois kan. Aku egois tidak mau memberitahukan Minho kenyataan bahwa aku sakit. Aku egois karena aku tidak ingin Minho sedih karenaku. Namun sekarang aku merasakan bahwa aku sakit tanpa Minho.”

 

“Jangan begitu. Kau tidak jahat ataupun egois.”

 

“Aku jahat… Jahat… Egois… E–e–“

 

Saat itu, Yuri mulai sesak nafas. Akupun buru-buru memanggil dokter. Aku ikut menangis bersama dengan ibu dan adik Yuri. Kami semua berdoa atas keselamatannya. Ya, hal yang kukira salah. Yuri adalah gadis baik dan begitu menyayangi Minho. Ia juga tidak berpacaran dengan Changmin oppa yang ternyata merupakan adik dari dokter keluarganya. Yuri juga tidak egois karena ia tidak mau Minho terluka jika Minho tahu bahwa hidupnya tidak lama lagi karena penyakit kanker darah yang dideritanya.

 

Aku salah dan akulah yang bersalah sekarang. Saat itulah saat Yuri meninggal. Yuri meninggal karenaku. Aku pembunuh Yuri. Karena berbicara padaku lah, saat terakhir Yuri. Akulah yang gadis jahat. Akulah yang egois.

 

On a long and tiring day

I got together that my heart that was filled with sighs

 

 

.

 

 

Hari pernikahanku akhirnya tiba. Aku menerimanya saja. Jujur, aku masih menyukainya-ah bukan aku mencintai suamiku itu. Aku sadar bahwa Minho menolaknya karena mengetahui alasan suamiku mau saja menikahiku. Aku tahu suamiku tidak mencintaiku. Ia cenderung ingin membalas Minho yang sudah mengenalkan mantan kekasihnya, Song Victoria pada suaminya sekarang. Aku tahu bahwa suamiku itu hanya membalaskan apapun padaku.

 

Aku menerimanya. Aku benar-benar menerima itu demi adikku. Aku akan lebih tak tega jika adikku terluka karena suamiku itu. Biarkan aku saja. Aku memang bersalah atas meninggalnya Yuri. Ya, dan aku terpuruk begitu dalam. Aku bolak-balik mengunjungi psikiater. Aku meninggalkan dunia modelling dan perfilmanku. Aku bersalah dan aku merasa aku membunuh Yuri secara tidak langsung.

 

Hal yang membuatku semakin merasa bersalah, keluarganya malah menghiburku dan tidak menyalahkanku. Padahal mereka tahu itu semua salahku, tapi mereka diam. Yoona bahkan meninggalkanku pindah ke Jepang mengikuti suaminya. Meskipun itu alasan yang ia katakan padaku, aku tahu ia hanya beralasan. Yoona pasti merasakan bahwa aku pembunuh Yuri. Aku perlu dihukum dan dijauhi. Aku memang wanita jahat.

 

Aku tak apa-apa aku menjadi objek balas dendam suamiku. Aku tak apa-apa dicintai suamiku. Hal itu menenangkanku seolah-olah itu memang balasan yang tepat untukku. Meski ia memperlakukanku dengan kasar dan bahkan meniduriku seolah-olah meniduri gadis bayaran tidak mau diriku hamil, aku tidak apa-apa. Toh, aku memang sedari dulu tidak mempunyai hati kan. Aku pantas mendapatkannya karena kesalahanku pada Yuri. Tapi satu hal yang aku yakin. Aku menyayangi suamiku.

Vague expectations, dry laughter

They change a time goes bye

My sad heart and apparent scars

They won’t dissapear

 

 

 

 

Soojung terdiam mendengar keseluruhan cerita Sooyoung. Sooyoung tahu ia pasti kaget dan tidak tahu harus merespon apa. Sooyoung paham dia pasti mengatakan bahwa Sooyoung memang jahat. Toh memang itu kenyataannya. Jujur, ia bersyukur Minho memiliki Soojung sebagai istri. Soojung begitu sempurna dan baik seperti Yuri dan Yoona. Hal itulah yang memang ia inginkan untuk adiknya tersayang. Seseorang yang menyayangi adiknya dengan tulus dan baik.

 

“Kurasa itu bukan salah eonni. Maaf, tapi menurutku itu bukan salah siapa-siapa. Yuri yang eonni ceritakan itu pasti menganggapnya seperti itu juga. Jadi eonni tidak perlu trauma akan rasa bersalah itu,” Soojung menjawab dengan nada datar menyadarkan Sooyoung.

 

Ia tersenyum memandang ketulusan Soojung,”Kau baik seperti Yoona dan Yuri. Minho tidak salah memilihmu. Beruntung kau bukanlah wanita sepertiku.”

 

“Tidak, aku tetap ingin menjadi seperti eonni. Eonni begitu menyayangi adik dan teman eonni. Eonni bahkan menanggung semuanya. Changmin oppa yang salah. Aku akan berbicara padanya segera,” jawab Soojung keras kepala.

 

“Tidak, tidak, Soojung-a. Itu tidak perlu. Aku begitu mencintai suamiku dan aku tak mau ia pergi meninggalkanku.”

 

Ya, Sooyoung tidak mau Changmin meninggalkannya. Ia rela karena ia begitu mencintai Changmin. Mungkin suatu saat akan ada saatnya ia melupakan traumanya dan merasa bahwa Yuri tidak menyalahkannya. Suatu saat ketika suaminya mengatakan bahwa suaminya itu juga mencintainya. Suatu saat ketika kehidupan sempurnanya kembali. Ia yakin itu pasti karena Soojung yang berada di depannya saat ini. Tanpa ia sadari, Soojung memandangnya kosong.

 

Apa aku juga mau melakukan apa saja untuk suamiku?, batin Soojung sambil tersenyum pahit.

Today and tomorrow, I will get up again

And live through the day

-TBC-

Saturday, January 3rd 2015 – 11.18 pm

Haihai, ini nulis cepet, beneran. Aku dari jam sembilan sampe jam sebelas nulisnya. Menuangkan ide buntuku. Jangan protes kalo pendek dan jelek ya. Cuma ini yang keluar dari otakku, guys. I’m sorry, really sorry. Ini udah akhir liburanku jadi aku akan hibernasi cukup lama menjelang UN, tapi karena paketan ponselku habis kemungkinan aku akan nulis ff lebih sering. Doain moga cepet bisa nyelesaiin ya. Hope you like it~ GIVE ME YOUR FEEDBACK>>>

Time to sleep,

magnaegihyun

Advertisements

25 thoughts on “A marriage, Chapter 6(Sooyoung’s Feeling)

  1. Alhamdulillah ga diprotect 🙂

    keliatan sher, tadi nemu typo beberapa doang tapi 🙂
    oh iya, aku udah follow acc twitter kamu, follback ya @achristyaa .

    di chapter2 sblumnya, rada2 bingung..abis baca chapter ini, makin ngerti jalan ceritanya.
    next chap, ditunggu ya.

  2. Kshan sooyong ngrsa brsalah ma yuri..
    Mdh2n changmin sdar n baik ma sooyong..
    Tmbhn moment Minho ma soojung donk thor….
    Next chap ditunggu…
    Faighting

  3. kyaaaaa aku pikir bakal lama update’n selanjutnya wkwk *peace
    aku belum komen yg di part 5b,jadi sekalian disini ya… keseluruhan dari ff ini DAEBAK !!!! aku jadi penasaran ama perasaannya changmin masa wkwk
    hwaiting

  4. Enggk nyangka Sooyoung ngerasa bersalah sama Yuri sampai mengalami trauma…
    Changmin kapan baik dan cinta sama Sooyoung seperti Sooyoung yang tulus cinta sama dia…
    Soojung kapan sadar sama perasaannya…
    Minstal moment di banyakin donk eon…

  5. aduuh, kenapa sooyoung ngerasa bersalah banget sih?? padahal yuri kan udah jelasin semuanyaa..
    dan yang pasti soojung baik bingoo sih, beruntung tuan choi minho memilikinya…
    cepet dilanjut ya eonni… kasih moment minstal yg banyak dan sweet2 yah????

  6. Menurutku, yang paling baik itu justru Sooyoung eonnie. Moment minstalnya makin dibanyakin ya author-nim ….
    Gak sabar nunggu chapter2 selanjutnya. Tolong segera ya author-nim… And, tolong jangan diprotect yeah … hehe #kebanyakan-permintaan-deh

  7. Oh gra2 ini sooyung trauma, duh moga si changmin nyadar secepatnya n balik sayang juga ke sooyung, kasian dia 😦
    dn buat jungie moga cepat nyadar juga kalo dy tuh udah sayank ama minho, kasian minho nya digantung gitu, biar moment be2 mkin nambah hihi
    so update soon ok, thx u 🙂

  8. Wuah aku nangis habis baca ini TwT
    kasian banget ternyata sooyoungnya
    semoga soojung mau nerima minho apa adanya jadi mereka bisa banyak momentnya deh..
    soalnya kan perlahan-lahan, pernikahan yang selama inj mereka benci, ternyata nggak seburuk yang mereka kira
    good job ^^

  9. kisahnya sooyoung unni bikin nyesek yah, mian baru bisa comment dipart ini soalnya bcanya lewat hp. Keep writing eon fighting

  10. ternyata itu yg bikin sooyoung traumaa
    bukan salah sooyoung sepenuhnya sih menurutkuu
    changmin jangan sakitin sooyoung lagi dong
    aku shipper changsoo juga nih :”
    minstal momentnya mau dong hihi

  11. you are such an amazing author !! aku maaig terkagum kagum dengan penggunaan kata yg kau pakai. benar benar dimengerti dan ga berbelit belit. Alur nya pas dan ga terlalu terburu buru. yg kurang paling cuma MinStal momentnya aja. hehe tapi keren kok. ditunggu karya selanjutnya 🙂

  12. ternyata kisahnya sooyoung menyedihkan banget hiks hiks, tp dibalik itu semua dia baik banget huhu
    thor banyakin moment minstal dong, sekalian jgn di protect ya hehe

  13. Sebenernya udah lama baca ff ini, tapi bener” baru sadar kalo belum meninggalkan jejak, maaf ya author #bow. Ceritanya bener” bagus apalagi main castnya minstal.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s