A marriage, Chapter 7

Title : A marriage

Author : magnaegihyun

Main Cast : Jung Soojung, Choi Minho

Support Cast(s) : Choi Jinri, Lee Taemin, etc.

Genre : Romance, Family, Married life, Friendship.

Rating : PG

Poster by Author

 .

Jung Soojung dan Choi Minho adalah dua orang yang sama. Mereka benci kata pernikahan yang membuat orang yang mereka sayangi benar-benar terluka. Mereka seperti dua makhluk yang hidup tanpa rasa cinta. Mereka bertemu untuk menjalankan sebuah pernikahan tanpa dasar cinta dan tanpa perjodohan. Dua orang yang tidak mengenal satu sama lain menjalani hubungan pernikahan yang tanpa mereka sadari mengubah diri mereka…

poster marriage photoshop

 .

Ost : Love, Lalala by VIXX | Disclaimer : This storyline is belong to magnaegihyun. The cast is belong to god and their parents. Don’t claim it’s as yours. Hate the pairing? Hate the plot? Don’t read and don’t leave a bashing, PLEASE! | Warning for typo(s) and OOC><

Cuma saran, bacanya sambil denger Ost-nya ya. Download dulu atuh kalo bisa, saran sih di http://mp3komplit.net/

***

 

“Tumben sekali kau berangkat begitu pagi, sayang?”

 

Myungsoo menoleh pada istrinya yang sedang menyeruput segelas americano hangat itu. Ya, hal ini cukup membuatnya heran, karena biasanya wanita ini lebih memilih untuk berangkat sendiri dengan mobilnya dibanding berangkat dengannya yang berstatus sah sebagai suaminya. Tidak, Myungsoo bukannya sakit hati atau kecewa karena istrinya tidak mau berangkat dengannya, ia hanya heran. Biasanya Myungsoo memang harus berangkat pagi karena ia sebagai manajer perencanaan di salah satu perusahaan bidang periklanan di Seoul. Selain itu, Suzy, istrinya yang memiliki butik sendiri lebih memilih berangkat siang sekaligus menyelesaikan pekerjaan wajibnya sebagai istri yaitu mengurus rumahnya dahulu. Sering, Myungsoo menyuruh Suzy menyewa pembantu namun istrinya itu menolaknya dan selalu berkata ingin menjadi istri sekaligus ibu yang baik bagi anak-anak mereka nanti. Sikap keras kepala itulah yang sering membuat Myungsoo gemas sendiri pada istrinya.

 

“Ya, aku harus pergi ke butik Soojung. Ia bilang benar-benar butuh bertemu denganku segera, oppa.”

 

Myungsoo mengangguk mengerti,”Jadi kau berangkat bersama denganku karena searah juga ya dengan butik Soojung. Tapi, apa kau yakin Soojung sudah berangkat sekarang?”

 

“Aku yakin. Dia benar-benar sibuk akhir-akhir ini. Bahkan kurasa aku harus merekomendasikan seseorang untuk membantunya kali ini. Beruntung, Minho selalu berangkat bersama dengannya, paling tidak, ia tidak harus mencari taksi terlebih dahulu,” jelas Suzy panjang lebar.

 

“Minho baik sekali mengantarnya pagi-pagi terus.”

 

“Tentu saja, Minho kan suaminya. Lagipula Minho juga melarang Soojung membawa mobilnya. Tapi, kasihan ya, keduanya harus menunda bulan madu karena kesibukan.”

 

Myungsoo mengangguk menyetujui. Saat pernikahan mereka, ia pernah bertanya pada sahabatnya itu. Ia tahu bahwa sebenarnya kedua orang tua sahabatnya sudah merencanakan bulan madu namun oleh sahabatnya itu ditolak dengan alasan pekerjaan. Ya, memang jelas sebagai direktur utama perusahaan bintang enam di Korea, Minho harus bekerja keras. Begitupun, Soojung, istri Minho memang memiliki butik yang lebih dulu berjalan dibanding milik Suzy, karena itu, tentu lebih banyak pelanggannya daripada milik Suzy.

 

Oppa, apa perlu kita ikut membantu mereka?” Suzy tiba-tiba bergumam.

 

Myungsoo menoleh dengan tersenyum,”Kau benar, sayang. Kurasa kita perlu ikut campur—”

 

Then they looked at me once and became jealous

Those guys would only imagine it

 

.

 

 

“Ah, kau sudah datang, Suzy-ya.”

 

Soojung menoleh mendengar pintu ruangannya dibuka. Ia dapat melihat sahabatnya itu tersenyum cerah menyapanya. Well, penampilan sahabatnya benar-benar masih segar, berbeda dengannya yang sedikit acak-acakan karena ia benar-benar sibuk sejak tadi pagi. Ya, tadi ia juga sempat menelepon sahabatnya untuk menyuruhnya kesini.

 

“Kau benar-benar sibuk ya, Soojung. Aku sampai iri, kapan butikku sepertimu?”

 

“Jangan begitu. Ah ya, pelanggan yang kau rekomendasikan padaku lewat email itu belum menghubungi sama sekali, apa kau yakin dia mau memesan bajuku?”

 

“Maksudmu Nona Kwon, ya? Entahlah, aku juga sudah lama tak mendengar kabarnya, nanti akan kuhubungi segera. Oh ya, ada apa kau menyuruhku kesini?”

 

Suzy mulai duduk di sofa dan menatap Soojung di balik komputer berlayar tipis. Soojung pun bangkit dan duduk di samping Suzy. Ia menghela nafas sebentar kemudian menyampaikan maksudnya itu dengan perlahan.

 

“Jadi, begini. Aku sedang mencari orang dan kurasa aku bisa menemukannya jika kau membantuku. Jadi, bisakah kau membantuku?”

 

Suzy mengangkat alis heran,”Mencari orang? Kau yakin aku bisa membantu?”

 

“Ya, kau bisa. Lebih tepatnya, adik suamimu yang bisa. Ia seorang polisi di Jepang kan?”

 

“Ah, Moonsoo maksudmu. Ya, ia seorang polisi. Jadi, siapa yang kau cari di Jepang?

 

Soojung puas mendengar jawaban Suzy itu kemudian melanjutkan merespon ucapan Suzy,”Im Yoona, umur 29 tahun. Aku butuh nomor telepon atau alamatnya.”

 

“Oke, akan kutanyakan padanya nanti. Omong-omong, kau tahu dari siapa mengenai Moonsoo?”

 

Soojung terdiam sejenak. Ya, ia jadi sadar mendengar ucapan Suzy ini. Ia jadi sadar bahwa ia menjadi lebih dekat dengan Minho seminggu ini. Meski keduanya sering lembur dan hanya berbincang saat pagi hari dalam mobil, ia dan Minho lebih dekat. Soojung, sadarlah, batinnya pada diri sendiri. Ia harus sadar dan tak boleh berpikiran aneh. Ia dan Minho sudah menjadi pasangan suami-istri kan? Tentu, wajar kan jika mereka dekat.

 

“Dari Minho oppa.”

 

Suzy tersenyum,”Ah… Lalu, kau kapan mau bulan madu?”

 

Mata Soojung membelalak mendengar pertanyaan tidak sopan Suzy. Ia jadi ingat kejadian malam itu. Tidak—tidak, lupakan hal memalukan itu, Soojung!

 

“Kim Suzy. Jangan bertanya hal yang tidak sopan seperti itu!”

 

“Kenapa hal itu tidak sopan? Kita kan sudah menikah, kenapa malu? Ah ya, bagaimana malam pertamamu?” Suzy bersikeras menanyai sahabatnya itu.

 

YA, KIM SUZY—”

 

“Jangan-jangan, kau belum melakukannya ya?” Suzy tidak menghiraukan bentakan sahabatnya itu malah terus menggodanya.

 

“Suzy… Itu benar-benar tidak sopan. Lagipula, benar aku belum melakukannya. Memangnya kenapa? Apa itu masalah buatmu?” Soojung menjawab dengan ketus.

 

Suzy menggeleng-geleng heran,”Ya ampun, anak ini. Huh, aku akan mengirim buku-buku untuk kau baca, paling tidak, kau akan mengerti suamimu setelah membaca.”

 

*

 

Minho tersenyum kecil melihat Soojung sudah berdiri di depan butiknya yang sudah tutup itu. Minho pun segera berhenti tepat di depan butik itu dan membukakan pintu mobil untuk istrinya itu. Soojung sempat tersenyum manis membuatnya tak dapat menyembunyikan kelegaannya bahwa Soojung tidak marah bahwa ia sedikit terlambat.

 

“Maaf, Soojungie. Jonghyun sempat menahanku tadi untuk berunding proyek bulan depan.”

 

“Ya, tidak apa-apa, oppa. Jadi, kita akan bertemu dengan teman-teman oppa sekarang?” Soojung mengangguk kemudian menoleh pada suaminya untuk mendapatkan kepastian.

 

Minho menoleh sebentar sambil mengangguk,”Teman-temanku dan istri mereka sebenarnya. Apa tidak apa-apa kita ke klub hari ini?”

 

Soojung sejenak terdiam. Itu sudah lama sekali sejak ia terakhir ke klub. Ya, itu benar-benar lama sejak Suzy belum menikah. Jujur, mungkin jika dilihat dari kenyataan itu, ia benar-benar gadis yang baik. Well, sebenarnya bukan semudah itu alasannya. Ia hanya saja tidak suka tempat seramai itu, seolah-olah semua lelaki yang ada di sana sebrengsek Jaejoong yang meninggalkan unninya, Sooyeon.

 

Lalu bagaimana sekarang? Apa yang harus ia lakukan? Ia tidak mungkin begitu saja membatalkan acara Minho dan teman-temannya itu kan? Ya ampun, bagaimana ini?

 

“Soojung-a?”

 

Soojung mengerjapkan matanya sadar,”Ah, ya?”

 

“Kau tidak apa-apa kan?”

 

“Ya, tidak apa-apa, oppa.”

 

Minho terdiam. Ia sebenarnya cukup khawatir jika Soojung tidak nyaman jika ia ajak bertemu dengan teman-temannya. Apalagi mengingat kejadian Soojung saat bertemu dengan Kyuhyun, mereka sempat perang dingin sejenak. Hari ini tidak akan seperti itu lagi kan? Tampaknya Minho hanya bisa berharap di dalam hati.

 

You who looks at me, can never dare to overlook me

 

 

 

“Well, aku cukup paham mengapa Minho memilihnya sekarang!”

 

Suho, teman sepermainan Minho sejak kuliah itu berkata semangat. Kedua teman lainnya, Jonghyun dan Kyuhyun hanya memandang Suho dengan pandangan ‘benarkah?’. Minho hanya memandang tak peduli pada ucapan Suho itu. Ia lebih memilih melirik Soojung yang duduk di meja yang selang satu meja dari tempatnya sekarang. Istrinya itu sedang tertawa mendengar lelucon istri Suho.

 

“Lihat, hyung! Bahkan dia sedang memperhatikan istrinya itu sekarang, berbeda sekali dengan dia yang dulu bergonta-ganti teman kencan,” Jonghyun ikut menambahkan membuat Kyuhyun tertawa.

 

Minho mengalihkan pandangannya dari Soojung pada ketiga temannya itu. Huh, ketiga temannya kini benar-benar senang membullynya.

 

“Kalian berdua senang sekali ya menggodaku. Bukankah kita disini untuk membicarakan proyek Kyuhyun hyung?”

 

Kyuhyun tersenyum balasan dingin Minho padanya, Suho dan Jonghyun,”Baik, kita akan kembali ke tujuan awal, Minho-ya. Jadi begini, aku kan baru-baru ini bekerja sama dengan salah satu sutradara film. Dia ingin aku merekomendasikan seorang desainer pakaian dan kurasa jika istrimu mau, aku akan bilang padanya.”

 

Minho mengangguk-angguk mengerti. Ia yang awalnya menyeruput wine miliknya pun ditaruhnya gelas yang sudah kosong itu. Sejenak ia memandang Soojung yang sekarang ikut tersenyum bersama istri Kyuhyun, tunangan Jonghyun dan adik Suho. Adik Suho memang orang yang benar-benar ceria hingga tampaknya dapat membuat Soojung berada di sana dengan nyaman tanpa ada kecanggungan.

 

 

.

 

 

“Omong-omong, selamat atas kehamilannya ya, Seohyun eonni!”

 

Ji Yeon atau yang selalu meminta dipanggil Kei itu mengucapkan selamat dengan raut menggoda pada Seohyun, istri Kyuhyun. Soojung yang tahu itu juga ikut mengucapkan selamat. Jujur, sudah lama sekali ia tidak berkumpul dengan teman-temannya yang lain selain Suzy. Namun sekarang, ia baru mengenal mereka sejak hari ini dan sejak hari ini juga ia bisa ikut tertawa mendengar cerita Kei dan bahkan juga bercerita. Ini tentu bukan kebiasaannya, tetapi ketiga wanita yang baru ia kenal ini begitu ramah dan sama sekali tidak membuatnya merasa canggung.

 

“Wah, selamat ya, Seohyun-ssi! Pasti menyenangkan sekali.”

 

“Jangan terlalu formal begitu, Soojung-a. Kita sudah menjadi teman sekarang, panggil aku eonni,” Seohyun membalas ucapan Soojung dengan ramah.

 

“Ah, baik, eonni.”

 

Kei ikut menimpali,”Nah begitu dong, Soojung eonni. Jangan seperti, Seungyeon eonni yang bahkan baru bisa berkata banmal pada kami berdua sejak dua hari yang lalu.”

 

Seungyeon yang duduk di samping Soojung menatap kesal Kei yang mengolok-oloknya. Soojung ikut tertawa bersama Seohyun mendengar balasan telak Seungyeon,”Ya, ya, dan kau sudah menceritakan mengenai Jimin yang kausukai tapi tak direstui oleh Suho kan?”

 

“Ah, eonni. Tak perlu diceritakan juga dong.”

 

“Kenapa? Apa aku tidak boleh tahu? Memangnya apa alasan oppamu tidak menyukainya?”

 

Soojung ikut menatap Kei dengan penasaran. Tak perlu menunggu lagi, Kei pun menceritakan cerita mengenai Jimin secara lengkap. Seohyun dan Seungyeon hanya menggelengkan kepala mereka, tidak habis pikir pada Kei yang sebelumnya mengatakan tak perlu diceritakan, namun sekarang malah diceritakan sendiri.

 

“Apa kami boleh bergabung, ladies?”

 

Soojung, Seungyeon, Seohyun maupun Kei yang sedari tadi bercerita pun menghentikan ucapannya dan menoleh pada siapa yang menyelanya. Soojung tersenyum menyapa Minho yang sekarang sudah menghampirinya dan duduk di sampingnya. Begitupun dengan Seungyeon dan Seohyun yang juga menyambut hangat Jonghyun dan Kyuhyun. Kecuali Kei yang memandang malas kakak kandungnya yang benar-benar posesif padanya.

 

“Huh, andai saja oppaku memiliki kekasih, pasti aku tidak akan selalu ikut dalam pertemuan ini. Apa Soojung eonni punya teman yang masih single?” Kei berceletuk pelan membuat Suho mencubit lengannya.

 

Soojung benar-benar bersyukur ia ikut kesini sekarang. Jujur, ia merasa kelelahannya karena pekerjaannya sedikit berkurang disini begitupun dengan saat ia pulang ke rumah melihat Minho dan keluarganya. Tunggu, apa yang Soojung pikirkan tadi? Ah tidak, itu pasti hanya salah bicara, ia tentu tidak punya hak untuk begitu senang ketika ia melihat Minho. Mereka bukan pasangan suami istri yang saling mencintai hanya membutuhkan dalam artian status sesuai dengan apa yang mereka bicarakan saat mereka setuju untuk mulai bertingkah seolah sepasang kekasih.

 

“Wah, wah, kenapa para sahabatku ini sekarang tidak mengundangku seperti ini?”

 

Soojung mendongak mendengar suara yang tidak asing di telinganya itu. Tentu saja, bagaimana bisa ia merasa asing dengan suara orang yang tinggal satu rumah dengannya sekarang berstatus sebagai suami kakak iparnya. Penampilan lelaki itu, Changmin benar-benar acak-acakan. Tercium bau alkohol yang menandakan bahwa lelaki itu sudah mabuk berat dan tambahan, dia tidak sendirian. Dia bersama seorang wanita tidak dikenal dengan riasan make up yang tebal dan baju yang begitu mini di setiap sudutnya. Changmin berbisik mesra di telinga wanita itu mengisyaratkan untuk ia pergi duluan dan Changmin akan menyusulnya nanti. Soojung membuang nafasnya kasar mencoba menahan amarah yang sudah terpendam penuh di dalam dadanya. Di sebelahnya, Minho membuang muka melihat kelakuan Changmin yang memalukan itu.

 

“Ah, Changmin. Aku tidak tahu kau disini, bro,” Kyuhyun yang tahu kecanggungan di sini begitu tinggi mencoba mencairkan suasana dengan ucapan ringan.

 

“Tentu saja, bukankah sudah lama sekali aku tidak ikut kumpul? Tunggu, ini pesta penyambutan menantu keluarga mertuaku yang baru ya sekaligus merayakan status playboy Minho yang harus dihentikan sejenak hingga kemudian ia akan menjadi sepertiku lagi?” Changmin menatap Soojung dan Minho bergantian dengan senyum meremehkan.

 

“Benarkah? Bukankah yang brengsek itu Changmin oppa sejak dulu?” Kei ikut buka suara dengan ketus.

 

“Kim Ji Yeon. Oh, adikmu ini tidak pernah berubah sejak dulu ya, Suho-ya? Tentu saja aku tetap brengsek jika hidup dengan wanita gila yang tidak pernah mau melepaskanku dan mengurungku dalam adat dan pernikahan dalam ke—”

 

Plass

 

Perkataan Changmin itu terhenti bukan karena ia dibungkam ataupun diinterupsi. Ia hanya kaget menyadari seseorang menyiramnya dengan minuman. Ya, Soojung sudah benar-benar tidak tahan mendengar ucapan suami kakak iparnya yang benar-benar keterlaluan itu. Ia tahu tindakannya ini keterlaluan dan tidak sopan, tapi ia benar-benar sudah habis kesabarannya.

 

“Tuan Shim Changmin, wanita gila yang Anda bicarakan tadi itu istri Anda sendiri. Aku tidak tahu mungkin Anda sudah tidak memiliki urat malu atau memang benar-benar brengsek seperti kata Kei, tapi seorang suami tentu mengucapkan janji pernikahan dengan kata-kata saling menghargai dan mencintai tapi ini buktinya bahwa Anda tidak menghargai istri Anda. Ah, maaf ya tanganku sepertinya agak licin sehingga tidak sengaja menumpahkan minuman seperti ini dan ingat, aku akan menjauhkan Anda dari istri Anda, Choi Sooyoung, kakak iparku mulai sekarang. Ayo pergi, oppa!”

 

Soojung meluapkan amarahnya melupakan rasa canggungnya dengan tatapan sinis pada raut menyebalkan suami kakak iparnya itu. Ia meletakkan gelas wine yang sedari tadi dipegangnya. Ia kemudian berbalik menghadap Minho dan melirik memohon pada suaminya itu agar segera pulang. Minho yang memang sedang terbengong mendengar amukan Soojung itu pun sadar kemudian bangkit dengan tersenyum dan pamit ke teman-temannya dan berjalan pergi menggandeng Soojung sambil menabrak bahu Changmin dengan sengaja.

 

Behind that innocent face, you have a different side

(You know what I mean)

Lady who has attitude and mentality

You make my heart swing this way and that

 

 

 

 

Oppa, maafkan aku yang terlalu lancang dan mempermalukanmu seperti tadi. Aku hanya—hanya—tidak tahan mendengar ucapannya.”

 

Minho melirik Soojung yang ia tahu sedang benar-benar menyesal akan perbuatannya tadi. Mereka sudah berada di kamar mereka, sudah berganti baju dengan piyama tidur. Selama perjalanan tadi, keduanya tidak membicarakan apapun hanya sekali dan itupun hanya Minho yang bertanya apakah Soojung baik-baik saja, itu hanya dijawab dengan anggukan. Jujur, Minho tidak menyangka bahwa Soojung akan marah seperti itu, tapi ia tahu bahwa apa yang diucapkan Soojung itu ada benarnya. Jika ia punya keberanian meluapkan semua amarahnya, ia pasti akan melakukan apa yang dilakukan Soojung. Ia tidak akan malu, lagipula untuk apa malu terhadap apa yang benar-benar terjadi dan semua teman-temannya di sana memang tahu kenyataan itu. Itulah alasan teman-temannya tidak pernah berhubungan lagi dengan Changmin sejak pernikahan Changmin dan Sooyoung, karena Changmin sudah menjadi lelaki yang benar-benar menjengkelkan.

 

“Tidak, kau benar, Soojungie. Aku juga pasti akan melakukan hal itu tidak lama lagi, aku juga sudah tidak tahan terhadapnya.”

 

Soojung mendongak menatap Minho,”Ya—tapi… Aku berani melakukan itu di depan teman-teman oppa.”

 

Minho tersenyum lalu mengelus puncak kepala istrinya itu,”Tidak apa-apa, mereka tahu semuanya. Hanya saja—terima kasih sudah peduli pada nunaku.”

 

Soojung tahu bahwa Minho begitu menyayangi nunanya seperti Soojung menyayangi unninya. Ia rela melakukan apapun demi kebahagiaan nunanya bahkan lebih dari Soojung. Ia merelakan nunanya menikah dan ia hanya bisa diam saja agar nunanya dapat menikah dengan orang yang dicintainya. Soojung tentu tidak akan pernah membiarkan hal itu buktinya adalah ia memang tidak membiarkan unninya menikah dengan si brengsek Jaejoong.

 

Soojung balas tersenyum pada Minho,”Bukankah seorang istri memang harus peduli pada kakak iparnya? Aku harus mulai menjalankan tugas istri dari sekarang dengan benar, oppa.”

 

Minho terdiam melihat Soojung yang mengatakan jawaban yang tidak pernah diduganya itu dengan tulus. Ia pikir ini seperti pernikahan kontrak lainnya, memang ia tidak menuliskan kontrak tapi ia dan Soojung memang seolah-olah saling mencintai maupun selalu ingin melakukan tugas suami atau istri dengan benar. Jadi inikah kebahagiaan pernikahan yang sejak dulu tidak pernah ia pikirkan? Ada seseorang yang akan mengerti dirinya, peduli terhadap keluarganya dan selalu menemaninya. Minho benar-benar tidak tahu itu.

 

“Terima kasih, Soojungie. Kau adalah orang yang benar-benar baik.”

 

Soojung membeku, ia tahu ucapan Minho memang tak begitu kuat jika ia merayu Soojung. Tapi ekspresi dan kesungguhan Minho mengucapkan itu dapat Soojung rasakan dengan benar. Lelaki itu benar-benar bersungguh-sungguh dan apa adanya. Soojung tahu ia memang harus bersyukur suaminya ini benar-benar orang yang baik juga.

 

Soojung tahu Minho mulai mengurangi jarak di antara mereka. Soojung bukan seseorang yang polos sejujurnya, tapi ia bingung dan gugup sekarang. Ia tidak tahu apa yang harus dilakukan sekarang. Mata Minho begitu jelas menunjukkan bahwa lelaki ini sungguh-sungguh. Sudah lama sekali, ia tidak pernah bertemu orang yang tidak berhati baik seperti ini.

 

Perlahan, ketika ia merasakan bibir Minho sudah menempel di bibirnya, ia memejamkan mata ikut melakukan apa yang dilakukan Minho. Beberapa detik, Minho hanya menempelkannya seolah-olah mengadaptasikan bibirnya. Kemudian perlahan namun pasti, Minho melumat bibir Soojung lembut. Soojung tahu dirinya benar-benar sudah jatuh pada pesona lelaki di hadapannya ini. Perasaannya seolah-olah terbakar oleh lumatan itu membuatnya tidak mau melepaskannya. Tidak mau melepaskan dirinya dari pelukan lelaki yang memeluknya dengan posesif ini.

Today, this night belongs to you and me, the night that only we both know of

I’m trembling when it’s spreading

 

*

 

“Choi Jinri, aku benar-benar tidak mengerti dirimu sekarang. Kau bilang kau membencinya tapi—tapi—kau tinggal satu apartemen dengannya?”

 

Jinri tahu Sohyun akan merespon seperti ini pada keputusannya. Tapi tidak, inilah yang paling benar. Ia tidak akan pulang ke rumah keluarga Choi, tentu saja. Ia juga tidak akan mau menginap di rumah Sohyun, menunjukkan bahwa begitu memalukannya di kabur dari rumah pada orang tua Sohyun, tentu saja tidak akan dilakukannya. Inilah satu-satunya pilihan terakhir yang bisa ia lakukan.

 

“Kwon Sohyun, jangan bodoh. Aku hanya tinggal sendiri di sini, ia tidak boleh pergi dari rumah sebelum menyelesaikan proyeknya di Jeju oleh ayahnya,” jawab Jinri santai sambil menggonta-ganti stasiun televisi yang menyala di depannya.

 

Sohyun menatap sahabatnya ini sabar,”Tapi—Jinri. Kau tahu kan kalau Lee Taemin itu brengsek padamu dulu. Aku takut kau—dibohongi lagi.”

 

“Sohyun-a, aku tahu maksudmu baik, tapi aku dan Taemin benar-benar hanya teman. Aku hanya meminjam apartemennya selama sementara,” Jinri membalas ucapan Sohyun dengan senyum tulus.

 

“Sementara? Sampai kapan? Sampai kau tidur dengannya lagi?” Sohyun menatap sahabatnya yang sangat keras kepala itu dengan sinis.

 

Jinri menatap Sohyun dengan nanar. Ia tahu, ia bodoh dulu. Itu adalah kesalahan terbesarnya dan paling memalukannya sejak dulu. Hal itu seharusnya tidak ia lakukan, dan sekarang ialah yang memang begitu malu pada dosanya sendiri yang mudah terperdaya pada Taemin. Ia harusnya tidak dengan mudahnya jatuh pada ucapan Taemin.

 

“Aku tahu—itu—memang salahku. Tapi aku akan berada di sini selama ia tidak ada, Sohyun. Jadi, kumohon bantu aku!”

 

Sohyun mengerutkan keningnya tidak mengerti pada ucapan Jinri,”Bantu? Aku kan sudah dari dulu menawarkanmu untuk tinggal di rumahku, tapi kau tetap menolah, Jinri-ya.”

 

Jinri tersenyum,”Bukan, bukan itu bantuan yang kubutuhkan. Aku butuh pekerjaan, Sohyun-a. Aku butuh agar aku dapat menyewa apartemen baru sebelum Taemin pulang ke sini.”

 

“Baiklah, aku tahu. Aku punya kenalan seorang desainer, kurasa ia sedang butuh seorang asisten. Kau bisa pergi denganku besok.”

 

Desainer? Dia bukan istri Minho oppa kan? Seingatku, kata Taemin dulu, istri Minho oppa adalah desainer terkenal, batin Jinri gelisah.

 

LOVE la la la

 

-TBC-

Thursday, April 30th 2015 – 6.33 am

Aloha! Really long time no see~ Thanks for waiting this story. Selang empat bulan aku nulis ini dari Chapter sebelumnya ya dan tetep aja cerita ini nggak selesai-selesai 😀 Aku bener-bener minta maaf karena hibernasiku kelamaan, semoga aja deh aku nggak hibernasi lagi setelah ini. Yo, di Chapter ini aku terinspirasi dikit dari Kyu-line, gengnya Minho yang terdiri dari para HolKay *baca Holang Kaya* sama WGM-nya Jonghyun-Seungyeon yang romantis abis, buat kalian yang belum nonton, recommended banget! Buat momen MinStalnya, ada sih dikit tapi ya, dan aku juga takutnya itu nggak ngefeel. Well, butuh kritik, saran kalian banget deh. Bocoran untuk Chapter depan, sepertinya ada Chapter spesial lagi loh, nah kira-kira Chapter spesialnya siapa yaaa? Hayo, tebak siapa? Oh ya, kalau mau tanya-tanya sesuatu, silakan aja tulis di komentar kalian. Insya Allah, langsung kubalas~

Thankful,

magnaegihyun

Advertisements

34 thoughts on “A marriage, Chapter 7

  1. izin baca
    sudah lama yah…
    aku gak rela JONGHYUN ikutan WGM
    karena aku pembaca ff JongZy karya @titinsri27
    Peace. (*゚ー゚)v
    “amazing cinerella’ ditunggu lanjutanya

    sayang flutering india cuma 4 episode

    1. iya, makasih udah baca~
      oh gitu ya, aku sih emang bukan jjongzy jadi oke aja, seungyeonnya cantik juga sih menurutku. amazing cinderellanya masih proses, ditunggu aja ya!

  2. Waaaahhhh asiikk soojung minhonya udah deket niihhh
    Bikin tambah deket doong hihihi
    Ditunggu terus chap berikutnya

    1. iya dong mereka akhirnya bisa deket juga. kalo nggak gitu mah nggak habis-habis entar konfliknya 😀 semoga deh semoga mereka bisa lebih deket lagi. nah kira-kira gimana caranya agar mereka lebih deket dong? 😉

  3. Istrinya itu sedang
    tertawa mendengar lelucon istri Suho.
    Sejenak ia memandang Soojung yang sekarang
    ikut tersenyum bersama istri Kyuhyun, tunangan Jonghyun
    dan adik Suho.
    Sherly!!!!!!!!!! akhirnya kamu ngelanjutin ini. betapa setingnya aku ngecheck blog km cuma buat tau a marriage ini udah dipublish apa blm. serius ini bagus banget!!! aku bacanya sambil senyum2 sendiri. oh my minstal manids banget. ayok lanjutin trrus jangan end dulu please
    eh btw maaf mau nanya. jd itu istri suho apa adik suho ya? km yg awal nulisnya istri tp pas akhir adik
    maaf ya panjang banget komennya

    1. hai, kak. makasih loh komen panjangnya, jujur suka banget bacanya~ nggak, nggak, ini masih belum end kok, masih banyak konflik di awal yang belum diselesaikan.
      btw itu typo banget, maaf/.\
      gini, sebenernya aku pengen si suho punya istri tapi nggak tahu siapa yang cocok, aku belum nemuin cast cocok buat dia sih, jadi akhirnya aku ganti adik deh, keinya lovelyz. nah typo itu kayaknya nggak keliatan olehku pas baca lagi tadi. makasih koreksinya 😀

      1. huahahaha panjang banget ya komenku wkwk
        minho tipe bad boy gitu jd kek gitu itu manis bangetttt
        ohh adeknyaaa maaf yaa aku nggapahm soalnya bukan mau ngritik kok niatnyaaa
        nggak suka suho-chorong ya? maaf aku ship banyak idol wkwk
        ku suka kei btw biasku jg. kei-jimin boleh jugaaaa
        eh eh jadi soojung nyari yoona gitu ya? ohya aku sampek lupa kalo ada haesica wkwk. aku taecsica shipper maaf yaaa

  4. udah lama nungguin ff ini.. dan akhirnya di post juga 🙂 suka banget sama moment minstal..di tunggu haesica nya 😀 fighting

    1. makasih mau nungguin~ akhirnya deh momen minstalnya nggak seawkward yang kukira. haesica ya? ntar kucoba deh, masih nggak tahu nyelipin haesica di mana soalnya 😀

  5. yea akhirnya terbit juga…aku suka moment minstalnya ya wlopun dikit itu gpp stidaknya mreka udah mkin deket 🙂 ga sabar liat moment mreka lg.. n dpart ini jdi bnyak karakter baru yaa.. Jujur aku rada riwet bacanya tpi its ok tetep suka qok
    Thx ya udah update, keep writing 🙂

  6. meski minstal momentnya sedikit tapi enggak papa lah…
    suka sama pembelaan soojung buat sooyoung sampai buay minho vengong..
    changmin kapan sadar sih kalau ada org yg sgt mencintainya yaitu sooyonng…

  7. great!! maaf baru ninggalin jejak. keep writing author!!! suka banget minstal:333 tambahin kai sama minhyuk biar greget:3333 ditunggu next chapternyaaa:)))

  8. kerennnnnn… bingggo…. !!!!*-*
    next chap ya thor. jangan lama lama. kalo bisa lebih panjang cerita nya..

  9. kereeeeennnnn thorrr….!!!!!!!
    ditunggu chap selanjutnya…
    kalo bisa lebih panjang ya thorrrr… *-*

  10. sempat shock aku-,- dikira gk di lanjut, tiba” chap 7.. ternyata aku yg ketinggalan-_- jadi loncat” bacanya hahah *curhat
    makin daebak aja! minstal moment nya dong.. Next!!^^

  11. Ya ampun.. Jujur aku baru baca FFnya hari ini. Dan aku semangat banget bacanya. Udah lama bangetnih jadi minstal shipper, dan beberapa kali nyari FF minstal tp pada singkat bgt, dan krg bikin gereget. Makasih bgt buat authornya. Paraaaah ceritanya seru,ga ngebosenin. Tp request dong, moment minstalnya ditambah yaa. Hehe bikin lbh romantis lagi ya thor. Semangaaaat :))

  12. annyeong, sebelumnya salam kenal author. aku baru pertama kali baca FFmu ini, dan baru pertama kali juga comment di FF ini hehe. ceritanya seru, keren, alurnya ngalir banget, diksi nya juga bagus mudah di mengerti. aku suka bgt sama semua karakter yg ada di ff ini. apalagi minho yg sweet abis, berusaha keras buat soojung nerima minho, akhirnya soojung lama lama luluh juga ya hehe mungkin sampe part ini blm keliatan konflik yg geregetnya ya, gapapa lah aku tunggu deh:>
    ayo lanjut yang cepet ya, fighting:^)

  13. Waaah, telat. Author nim, maaf ini pertama kalinya aku ninggalin jejak disini. Over all ceritanya bagus cm karena terlalu lama jd aku lupa jalan ceritanya gimana. Semangat terus buat nulisnya author nim :D. Di tunggu kelanjutannya….

  14. Waaaaaahhh ….. akhirnya update juga setelah sekian lama. Sungguh senangnya diriku ….
    Aku makin suka dengan kisah ini. Minstal, Myungzy, Seokyu, apalagi ditambah couple WGM baru Jonghyun-Seungyeon, they’re really perfect couple I think. Tapi sayangnya Taelli belum bersatu and Taemin gak jadi cowok polos. Changsoo juga masih bermasalah gitu, padahal aku juga suka couple ini.

    Beneran udah gak sabar nunggu next chap.nya. Tolong sedikit lebih cepat ya thor …. #ngerayu-author
    Klo boleh ikutan nebak, special chap.nya kayanya sih bahas kisahnya Taelli ya …

  15. Akhirnya nongol jga nih ff. Sampek lupa tntg ff ini lho. Ayo cepet dilanjutin chingu. Minstal udh ada feeling. Jdi seneng nih 😊

  16. Daebak eonnnn !! Makin seru lanjutkan!!! Hehehhe 😉 changmin oppa ngeselin banget sih -,- apa penyebab yoona eonni pergi sebenarnya? Kasihan sooyoung eonni merasa bersalah terus-,-

  17. Annyeong aku baru disini
    Ceritanya seru, asyik lagi
    Penasaran nih sama kelanjutannya
    Lanjut ne Eonni
    Jangan lama” update nya ya

  18. Seneng deeehhh skrng soojung m minho udh mulai dket bhkan kynya skrg mereka udh saling suka…
    nyebelin bgt sh changmin malah mabuk2n trus gk brubh2 kshan sooyoungnya…
    enk jg ngumpl brgt gto kyuline untung aja da yeoja2 mereka jd soojung gk cangguh deeehh…
    mdh2n soojung cpet nemuin yoona biar yoona ma sooyoung bsa brtmu…

    Ditunggu part 8nya

  19. FF nya keren!! Suka banget sama MinStal nya. Tambahin lg dong MinStal moment nya. Lanjut terus yaa thor:) seneng deh masih ada yg nulis FF MinStal, karna FF mereka udah jarang banget bahkan bisa dihitung. Aku FlaMINSTALized sejati. Makasih udah buat FF minstal. Walaupun lama, tapi aku bakal nunggu update nya 🙂 Keep Writing minstal and Fighting ! 🙂

  20. Keren ceritanya. Kapan dilanjut? Kan sayang kalo kagak dilanjutin.
    Penasaran sama Yoona kenapa pergi ke Jepang? Pengen deh Sooyoung ketemu sama Yoona lagi.
    Oh iya, kalau boleh saran sih, mungkin hubungan Minho sama Soojung dideketin lagi. Atau mungkin banyakin moments mereka haha.
    Lama lama aku gemes sama Changmin, gitu banget sama Sooyoung. Aku suka banget adegan pas Soojung nyiram air ke Changmin. Paling demen deh kalo ada acara siram2an kek gitu. LOL~

    Maaf, sebelumnya aku gk komen dipart2 sebelumnya. Dan baru komen dipart ini. Maaf.

    Aku si berharap ini cerita dilanjutin. Kan kasian Minho sama Soojung kalau digantung kek gini. Wkwk.

    Semangat buat author. Teruslah menulis. 😊

  21. salam kenal sherly, aku kemaren (udah lama sebenernya) sempet baca sampe chap 2 dan maap nggak sempet komen.

    kemudian lupa lagi, eh ini lagi pengen bca minstal fanfic dan berakhir ketemu sama fanfic ini.

    selalu suka sama couple ini, nunggu chapter selanjutnya gak sabar. selalu deg2an apalagi pas mau nikah soojung sempet punya perasaan nggak enak dan ada klien namanya nona kwon.

    maaf komennya kepanjangan, salam kenal lagi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s