The Amazing Cinderella, Chapter 6A

 

Title : The Amazing Cinderella | Author : magnaegihyun & Evil_Yeol ‘^_^’ | Length :Chaptered | Genre : Romance, School Life, Family, Other | Rating : PG | Main Cast : Bae Soo Ji, Kim Myung Soo, Lee Jeong Min, Lee Sung Yeol, Wu Yi Fan and others | Poster by nunaw

Previous

Bae Soo Ji tidak sengaja bertemu dengan seorang kakek yang sedang kesakitan. Tentu saja, dengan sigap ia menolong kakek itu ke rumah sakit meski menyadari bahwa ia sudah terlambat bekerja. Ia merasa aneh ketika ia ditanyai apa impiannya oleh kakek itu. Meski begitu, ia tetap menjawab dan bercerita pada kakek yang baru dikenalnya itu. Tanpa disangkanya, keesokan harinya impiannya benar-benar menjadi nyata. Inilah kehidupan barunya yang ia rasakan layaknya seorang Cinderella.

the-amazing-cinderella

Disclaimer : This storyline is belong to magnaegihyun & evil_yeol. This fanfiction is inspired by ‘Cinderella dan Empat Ksatria’, a novel by Bae Myo. The cast is belong to god and their parents. Don’t claim it’s as yours. Hate the pairing? Hate the plot? Don’t read and don’t leave a bashing, PLEASE! | Warning for typo(s) and OOC><

*

Tidur nyenyak sehingga tanpa merasakan bahwa ia sudah berada di negara lain saat bangun tidur, pernahkah mengalaminya? Tidur di Korea tapi bangun di Thailand. Kalau Soo Ji, inilah pertama kali ia mengalaminya.

Saat ia baru bangun, ia menyadari terik yang begitu menyengat mengenai tubuhnya sehingga membuatnya langsung membuka mata. Ia terheran-heran, bau kamar barunya tidak seperti ini. Kamar dan perabotan seperti ini bukan miliknya. Apa kemarin-kemarin ia hanya mimpi memilik kamar seperti itu di Sky House? Ini bukan apa yang dilihatnya kemarin.

Ketika ada sesuatu bergerak menyentuhnya, Soo Ji menoleh. Ia dapat melihat wajah mungil nan cantik Sun Young. Tapi mengapa gadis ini tidur di sebelahnya, Soo Ji benar-benar tidak menemukan jawabannya. Berarti in pasti bukan Sky House. Ya, ini pasti bukan Sky House. Setahunya kemarin setelah melakukan percakapan panjang dengan Sung Yeol, ia langsung tertidur. Lalu, bagaimana bisa ia ke rumah Sun Young?

Ya ampun, penyakit tidur berjalannya saat kecil tidak kambuh kan? Tapi, ia kan tidak tahu rumah Sun Young, bagaimana bisa ia berjalan begitu jauh dari kamarnya kan? Lalu apa yang terjadi sekarang? Ia ada dimana?

Hm…” Sun Young mengerang pelan merasakan tidurnya terganggu oleh terik matahari.

Soo Ji…”

Sun Young memanggil nama Soo Ji dengan manja sesaat setelah ia membuka matanya. Gadis itu lalu menyentuh kedua pipi Soo Ji dengan senyum manisnya. Sentuhan yang tidak pernah disangka Soo Ji. Jujur, Soo Jung dan Jin Ri sudah sering berskinship dengannya sebagai teman, jadi Sun Young sudah menganggapnya teman ya?

Kau sudah bangun? Huh, senang sekali bisa tidur semalaman denganmu.”

Oh—ini, dimana?”

Hm—Thailand.”

Tha—Thailand?” Soo Ji terjengit, telinganya pasti bermasalah, kan? Ia tidak mungkin berada di Thailand, kan?

Kau tidur sangat nyenyak. Walaupun dipindahkan ke tempat tidur setelah sampai di Thailand, kau tetap tidak terbangun.”

Tidak mungkin—Thailand?”

Ya. Kalau tidak percaya lihatlah keluar!”

Soo Ji pun bangkit untuk memastikan sendiri dengan kedua matanya bahwa apa yang dikatakan Sun Young tidak benar. Soo Ji keluar dari kamar itu menuju balkonnya. Ya benar, ialah yang tertipu. Ada banyak papan bertuliskan bahasa asing yang tidak dapat ia baca sekaligus terik matahari begitu terasa sangat berbeda dengan apa yang dirasakannya di Korea.

INI THAILAND!” Soo Ji tanpa sadar memekik keras.

Astaga, jadi kau benar-benar senang bisa ke sini ya?” Sun Young ikut bangun perlahan mendekati Soo Ji dengan tersenyum. “Iya, ini Thailand. Sudah lama rasanya aku tidak ke Thailand.”

Tapi—kenapa aku ada di Thailand?”

Hah—Jeong Min dan oppa-oppanya ingin berlibur bersama denganmu di Thailand. Jadi selama kau tidur, kami membawamu ke sini.”

Mu—mustahil, kan harus melewati bagian imigrasi?”

Semuanya sudah dibereskan oleh Yi Fan gege.”

Soo Ji mendesah dalam hati, jadi gege juga ikut-ikutan membohonginya. Ketika melihat senyum Sun Young yang cerah tanpa maksud jahat, Soo Ji sadar bahwa Sun Young maupun Yi Fan ataupun ketiga cucu kakek Lee pasti tidak bermaksud jahat membawanya ke Thailand saat tidur. Ya ampun, Soo Ji baru ingat!

Tapi—aku belum ijin ke atasanku untuk tidak masuk kerja hari ini.”

Kerja? Apa maksudmu?” Sun Young sempat mengernyit tidak paham lalu kemudian ia mengangguk-angguk paham. “Maksudmu kerja paruh waktu seperti apa yang diceritakan Sung Yeol oppa itu ya? Tenang saja, aku bisa mengirim pesan pada Yi Fan gege untuk mengatakannya pada atasanmu.”

Yi Fan gege tidak ikut?”

Tentu saja, Yi Fan gege harus mengurus urusanmu dan oppa-oppa di Korea,” jelas Sun Young kemudian tampak paham dengan perasaan Soo Ji, ia mulai menenangkan Soo Ji. “Sudahlah, ini adalah liburan bersama kita yang pertama, kita harus bersenang-senang.”

Ta—tapi ini terlalu mendadak,” Soo Ji bergumam pelan.

Kau tidak suka Thailand?”

Tidak—aku suka—tentu saja suka—hanya saja…”

Soo Ji terdiam. Ia sadar Jeong Min dan Sung Yeol lah yang pasti merencanakan ini semua secara diam-diam tanpa sepengetahuannya. Bahkan mereka memindahkannya dengan hati-hati agar ia tidak terbangun. Wajah Soo Ji perlahan memerah dan hangat ketika menyadari kejutan manis yang mereka untuknya ini.

Apa hanya aku yang tidak tahu rencana ini?”

Sepertinya begitu…” Sun Young memamerkan senyum meminta maafnya pada Soo Ji.

Siapa saja yang ikut ke Thailand?” tanya Soo Ji.

Hm—anak-anak klub kami.”

Klub?”

Ya, klub jalan-jalan. Mulai sekarang kau masuk sebagai anggotanya.”

Jalan-jalan?”

Kami jalan-jalan ke seluruh dunia, makan makanan yang lezat dan mengambil banyak foto.”

Oh…”

Soo Ji paham. Ji Yeon pernah bercerita dengan manja pada ibunya sendiri, tidak sengaja terdengar oleh Soo Ji. Ji Yeon buru-buru membuat paspor dan sibuk membeli majalah wisata. Jadi karena ini ya? Karena ketiga cucu grup Gamseong masuk ke dalamnya. Jangan-jangan, Ji Yeon juga berada di sini sekarang?

Seakan dapat membaca pikiran Soo Ji, Sun Young langsung berkata lagi,”Oh ya, kakakmu… Park Ji Yeon, kan? Dia juga ikut kesini.”

“Benarkah?”

“Ya, ini pertama kalinya dia ikut kegiatan wajib kami. Kau mau kami melindungimu darinya?”

Soo Ji menggeleng perlahan,”Tidak… Hanya sajajika ia mengatakan apapun, bisakah kalian bertanya padaku dulu?”

Sun Young tersenyum anggun melihat raut Soo Ji yang tampak ragu. Senyuman itu begitu menenangkan Soo Ji seolah senyuman malaikat pembawa kebahagiaan. “Jangan khawatir. Apapun yang dia katakan, aku tidak akan percaya padanya. Bahkan tanpa bertanya padamu, aku hanya akan percaya padamu.”

“Dia selalu berbohong.” Anak-anak yang dekat dengan Ji Yeon selalu yakin apapun yang dikatakan Soo Ji adalah bualan semata. Mereka hanya percaya pada perkataan Soo Ji dan selalu memandang Soo Ji sebagai ‘adik yang kurang ajar’. Beruntung, dari dulu hanya Soo Jung dan Jin Ri lah percaya padanya.

“Tatapi, kenapa kau percaya padaku?”

Mendengar pertanyaan Soo Ji yang polos itu, Sun Young memasang raut wajah ‘bukankah sudah jelas sekali’ sambil berkata,”Aku hanya percaya perkataan orang yang kusukai dan orang yang cantik.”

.

Setelah pembicaraan ringan bangun tidur dengan Sun Young, Soo Ji mandi menghilangkan rasa pengap yang menderanya karena tidak terbiasa dengan suhu di negara lain negaranya sendiri ini. Ia terbelalak melihat Jeong Min sudah menunggunya sambil duduk di atas kasur sambil tersenyum lebar menyapa Soo Ji. Ia kemudian beranjak bangun menghampiri Soo Ji.

“Tidurmu nyenyak?”

“Aku sangat kaget. Kukira oppa tidak akan membuat rencana seperti ini.”

“Aku adalah orang yang penuh kejutan. Bagaimana? Aku sangat romantis kan?”

“Ya, benar-benar romantis.”

Jeong Min tersenyum lebar mendengar pujian Soo Ji. Ia mengambil handuk di tangan Soo Ji, kemudian merangkul bahu gadis itu dengan lembut dan membimbingnya duduk di kursi. Jeong Min berdiri di belakangnya, lalu mulai mengeringkan rambut Soo Ji yang basah dengan handuk itu. Soo Ji merasa nyaman dengan gerakan Jeong Min yang begitu lembut.

“Kau benar-benar pintar mengeringkan rambut. Sangat cekatan dan terasa lembut.”

“Tentu saja, aku seorang lelaki yang lembut. Jadi, kau semakin menyukaiku kan?”

Soo Ji tertawa mendengar jawaban Jeong Min,”Ya ampun, jangan terlalu percaya diri.”

Jeong Min balas tersenyum,”Oh ya, kau baik-baik saja kan? Tidak pusing atau mual kan?”

Soo Ji diam. Apa sih yang dibicarakan lelaki ini? Memang apa yang dia lakukan kemarin hingga ia bisa mual atau pusing ataupun tidak baik-baik saja. Aneh, ini pasti ada yang lain. Tunggu, ia juga aneh. Bukankah ia selalu masih bisa merasakan apapun yang dilakukan orang lain dalam radius dua meter darinya saat tidur? Tapi kenapa kemarin ia tidak terbangun?

Soo Ji pun menoleh pada Jeong Min sambil menyipitkan mata. Wajah lelaki itu merona bertemu pandang dengan Soo Ji. Jelas ia sedikit terganggu sekarang, heran dengan pandangan aneh Soo Ji. Soo Ji jelas tidak pernah memandangnya seintens itu.

“Kekenapa?”

“Bukankah mencurigakan?”

“Mememencurigakan?”

“Ya, mencurigakan. Secapek apapun, aku pasti bisa bangun jika ada yang menyentuhku, lalu kenapa juga oppa bertanya mengapa aku mual atau pusing. Apa oppa memberiku obat?”

“Iiitu…”

Bibir Jeong Min kelu. Ia tidak menyangka dan mengira bahwa Soo Ji akan sadar bahwa ia bertanya terlalu merujuk pada apa yang ia lakukan sebelumnya. Sialnya, ia tidak menemukan alasan untuk berkilah dari pertanyaan Soo Ji itu. Soo Ji yang sedari tadi melihat wajah kebingungan Jeong Min dengan geli itu pun menyuarakan tawanya.

Dengan ekspresi bersalah, Jeong Min mulai beralasan sambil menunduk, “Kami hanya ingin berlibur bersamamu

“Ya, aku mengerti,” Soo Ji tersenyum manis. “Oppa hanya ingin memperlihatkan Thailand padaku, kan?”

“Ya,” Jeong Min mulai menegakkan kepalanya.

“Terima kasih sudah peduli padaku seperti ini, oppa.”

“Tidak perlu berterima kasih, Soo Ji.”

“Tapijika kalian memberikan obat lagi, awas saja!”

“Tidak, ini yang terakhir kalinya. Sebagai gantinya

Jeong Min ragu-ragu berjalan mendekati Soo Ji membuat Soo Ji mengernyit heran. Jeong Min kemudian menunduk dan mengecup ringan puncak kepala Soo Ji. Karena kecupan itu begitu ringan, Soo Ji hanya merasa ada sesuatu yang menyentuhnya, tidak disangka yang menyentuhnya itu adalah bibir Jeong Min. Sejenak, hati Soo Ji terasa menghangat. Ia tahu, terakhir kali seseorang mengecupnya adalah ibunya. Ya, hatinya sedikit lega, ia merasakan bahwa ia disayangi seseorang lagi sekarang.

“Lain kali kita jalan-jalan ya

“Ya.”

Lain kali? Apa masih ada lain kali?

Meskipun berpikir seperti itu, Soo Ji tetap menjawab,”Baiklah. Sekali lagi, terima kasih, oppa!”

.

Restoran yang ada di rooftop gedung itu dapat dilihat dengan sekilas saja bahwa itu sangat mewah. Dengan interior yang benar-benar keren dan dibuat seolah-olah alam terbuka penuh dengan tanaman yang eye-catching. Ada beberapa orang asing berwajah eropa yang kelihatannya berupa turis kaya dan di sayap kanan restoran itu ada anak-anak dari klub jalan-jalan. Entah ada hal apa, Soo Ji memandangi wajah anak-anak itu dengan gelisah. Ia tahu dirinya seolah-olah sedang mencari Ji Yeon, kakak tirinya itu. Anehnya, gadis itu tidak terlihat sama sekali.

Jangan bermuka waspada seperti itu, Soo Ji-ya. Murid dari kelas biasa tidak akan berada di sini,” Sun Young berkata tiba-tiba seolah-olah bisa membaca apa yang dipikirkan Soo Ji.

Be—benarkah?”

Ya. Uang saku mereka tidak akan sanggup membeli satu porsi makanan di sini.

Soo Ji menelan ludahnya pelan. Ia sebenarnya sudah dapat mengira bahwa ini pasti restoran yang mahal. Mana mungkin anak-anak SMA Gamseong makan di restoran murah. Ia tentu berfikir lebih baik tidak perlu tahu berapa pengeluaran anak-anak dari keluarga kaya. Ada beberapa orang yang belum Soo Ji kenal tapi mereka menyapa Soo Ji seolah-olah mereka sudah menjadi teman dekat Soo Ji. Iapun tidak ambil pusing hanya membalas sapaan mereka dengan sopan kemudian duduk di samping Jeong Min. Soo Ji bingung harus menghadap ke mana ketika Jeong Min meninggalkannya mengambil makanan untuknya dan Jeong Min sendiri, sedang Myung Soo sedang duduk di depannya sambil memandang ke pemandangan kota yang terlihat jelas.

Tidak sakit kepala?” Myung Soo bertanya pada Soo Ji dengan nada dingin seperti biasanya.

Ya, aku tidak sakit kepala.”

Mual?”

Aku merasa baik-baik saja hari ini.”

Kau baik-baik saja atau tidak itu aku peduli.”

Soo Ji mengernyit heran mendengar ucapan lelaki itu,”Aku kan hanya menjawab pertanyaanmu.”

Oh—aku pergi dulu.”

Myung Soo berkata singkat lalu beranjak dari tempat duduknya. Myung Soo sadar bahwa ia memang selalu berkata bodoh jika berada di dekat gadis itu. Ia harus duduk jauh-jauh agar pikirannya lebih jernih. Myung Soo sedari kemarin cukup malas berada di dekat Sung Yeol, Jeong Min maupun Sun Young. Apalagi mengingat apa yang dikatakan Jeong Min di pesawat pribadi membuatnya semakin sebal duduk satu meja dengan mereka.

Kudengar hyung pacaran dengan YoonA nuna ya?”

Myung Soo tahu. YoonA masih mencitai Jeong Min, meski gadis itu berkata ingin berhenti mencintai Jeong Min, sebenarnya ia tidak sungguh-sungguh melakukannya. Walau ia dan Myung Soo berpacaran tapi Myung Soo tahu dia tidak berada dalam hati gadis itu sama sekali. Ia hanyalah jembatan agar YoonA lebih dekat pada Jeong Min. Myung Soo tahu sekali hal itu tapi tidak apa-apa. Myung Soo akan baik-baik saja selama YoonA bisa tersenyum ceria. Walaupun ia hanya dimanfaatkan atau apapun alasannya, ia rela demi YoonA.

Ya, kami pacaran,” Myung Soo menjawab sambil lalu.

Jeong Min menatap Myung Soo serius lalu mengeluarkan suara,”Hyung, sebaiknya hentikan saja semua itu. YoonA nuna pasti ha—“

Kenapa? Kau menyesal karena sekarang nuna pacaran denganku?”

Jeong Min mengernyit,”Tidak-tidak—bukan seperti itu, hyung. Hanya—“

Jangan ikut campur urusanku, Jeong Min. Kita sama-sama tidak tahu perasaan YoonA nuna sekarang, tetapi dia tidak akan terpaku oleh masa lalunya. Setiap orang bisa berubah.”

…”

Ya, percakapannya kemarin hanya sampai disitu saja. Myung Soo langsung memasang headphonenya menghindari pertanyaan Sung Yeol yang saat itu baru kembali dari toilet. Ia juga tahu bahwa Sun Young yang berada di kabin sebelahnya pasti mendengar percakapan mereka. Sejak tadi pagi, Sun Young sudah menatapnya dengan khawatir. Myung Soo sampai mencelos dalam hati, kenapa semuanya tampak khawatir jika ia dan YoonA pacaran.

Toh bukankah cintanya sudah bertepuk sebelah tangan sejak sepuluh tahun yang lalu. Sedari dulu, ia hanya mengharapkan satu gadis saja, meski ia tahu bahwa gadis itu begitu mencintai orang lain, mereka hanya diam saja. Keadaan Myung Soo tidak pernah berubah. Walaupun ia sudah berpacaran dengan gadis itu, rasa sepi dan kosong yang dirasakannya tidak pernah hilang.

Myung Soo mendatangi kamar hotel YoonA yang berisi beberapa orang, tentu saja karena ia berasal dari kelas biasa. Ia mengetuk pelan pintu kamar hotel itu. Rautnya tidak berubah lebih hangat ketika melihat Ji Yeong yang membukakan pintu itu. Ia bertanya dengan nada dingin karena ia memang tidak kenal pada Ji Yeon,”YoonA nuna ada?”

Ah—oh—ya—“

Bisa kau panggilkan dia?”

Meski Myung Soo berkata dengan nada dingin memerintah, Ji Yeon tidak merasa tersinggung sedikitpun.Ia merasa syok bahwa ini pertama kalinya ia bicara dengan Myung Soo yang memang terkenal tampan itu. Ji Yeon pun hanya mengangguk dan berjalan masuk menghampiri YoonA yang sedang berbicara dengan temannya. Ji Yeon sebenarnya tidak suka dengan YoonA karena gadis itu bisa dekat dengan cucu pemilik grup Gamseong meski ia berada di kelas biasa. Tapi apa boleh buat, Myung Soo sendiri yang datang ke sini hanya untuk mencari YoonA. Toh, incaran Ji Yeon bukanlah Myung Soo, biarkan saja YoonA dengan Myung Soo.

Eonni, Kim Myung Soo datang mencarimu.”

YoonA menghentikan pembicaraannya dengan temannya dan menoleh pada Ji Yeon dengan senyum dewasa,”Oh, benarkah?”

Tuan Muda Kedua Grup Gamseong berada disini mencarinya, tetapi gadis itu malah beranjak dengan santai. Ji Yeon semakin benci padanya. Ia berkomentar sinis,”Ya, sepertinya sih mau mengajak kencan.”

YoonA hanya tersenyum berterima kasih lalu berjalan keluar kamar. Ji Yeon menyipit memandang gadis itu keluar dengan sebal. Ji Yeon disadarkan oleh Hyo Min yang mendekatinya.

Apa benar kalau eonni itu berpacaran dengan Myung Soo sunbae?”

Ji Yeon menoleh dengan mengangkat bahu,”Entahlah, bukankah dari dulu ia selalu mengejar Jeong Min?”

Ya sih—tapi kan sejak dulu Myung Soo sunbae menyukainya. Jadi akhirnya berpindah hati ya, duh senangnya!” Hyo Min menganalisa sendiri.

Ji Yeon melirik gadis di sebelahnya ini dengan aneh. Ia tahu meski kepandaian gadis di sebelahnya ini bisa diacungi jempol tapi ia bodoh mengenai memahami seseorang. Ji Yeon jelas-jelas sudah bisa mengira bahwa YoonA pasti sudah menyerah mendapatkan Jeong Min sehingga berpacaran dengan Myung Soo. Oke, ia tahu bahwa YoonA adalah gadis yang sangat terkenal dengan kecantikannya apalagi ia diketahui dekat dengan cucu grup Gamseong, Ji Yeon semakin kecil hati mendekati Jeong Min. Tapi tidak, sekarang ia lebih mudah mendekatinya. Ya, penghalangnya tinggal satu… Bae Soo Ji, adik tirinya itu.

***

Pulau karang?”

Ya, hari ini kita akan ke pulau karang dan menikmati suasana laut.”

Sun Young menjawab pertanyaan Soo Ji dengan ceria kemudian menggandengnya turun bersama naik lift. Klub jalan-jalan berencana pergi ke pulau karang yang terletak di Pattaya. Pulau karang yang pernah dibacanya dari buku. Air lautnya yang sangat biru dan pemandangannya yang benar-benar indah. Akhirnya Soo Ji akan ke sana.

Ketika sampai di depan hotel, Soo Ji yang masih digandeng Sun Young dapat melihat bahwa Ji Yeon ada di sana. Ia bertemu pandanga dengan Ji Yeon. Ji Yeon hanya menunduk seolah-olah Soo Ji sudah menatapnya dengan tatapan membunuh. Ji Yeon hanya menyapanya dengan nada takut seolah-olah Soo Ji sudah melakukan hal yang tidak-tidak padanya.

Soo—Soo Ji, kabarmu bagaimana?”

Kau siapa sampai berani bicara tidak formal seperti itu, ha?”

Soo Ji cukup kaget mendengar bentakan Sun Young yang begitu tiba-tiba itu. Ia tidak pernah mendengar Sun Young berbicara begitu dingin padanya. Hyo Min yang berada di sebelah Ji Yeon yang sedari tadi menatap Soo Ji dengan sinis langsung terkaget.

Hey, sadarlah posisimu! Bagaimana bisa kau berbicara tidak formal dengan Soo Ji seperti itu,” Sun Young mengeluarkan suara dinginnya lagi.

Ji Yeon yang tidak pernah menyangka akan mendapat bentakan seperti ini memucat. Ia melangkah mundur ketakutan apalagi menyadari bahwa Sung Yeol mulai menghampiri mereka.Sung Yeol menghampiri mereka lalu merangkul bahu Soo Ji dengan santai.

Ada apa?” Sung Yeol bertanya dengan nada ceria.

Gadis ini bicara tidak formal dengan temanku, oppa. Benar-benar kurang ajar,” tukas Sun Young.

Sung Yeol menatap Ji Yeon dari atas ke bawah seolah menilai gadis itu,”Jadi—begitu.”

Ji Yeon yang memasang ekspresi hampir menangis berusaha mencari alasan,”Bu—bukan begitu… Soo Ji adalah adik tiriku, ja—ja—jadi aku hanya ingin menyapanya… Orang tua kami sedikit khawatir…”

Benarkah? Bukankah Soo Ji pergi dari rumahmu sudah meminta izin ke orang tuamu? Anggap saja adikmu yang bernama Bae Soo Ji sudah tidak ada lagi. Gadis bernama Bae Soo Ji ini anggota keluarga Sky House. Jangan mengusiknya.”

Dengan wajah yang dihiasi senyum cerah, Sung Yeol melontarkan ucapan-ucapan tajam yang begitu menusuk hati. Soo Ji sedikit kaget, ia sama sekali tidak menyangka bahwa Sung Yeol yang selalu bertingkah seperti anak kecil polos bisa berkata seperti itu. Tapi hatinya lega karena Sung Yeol menggunakan kata ‘keluarga’ saat menyebut namanya.

“Aayo pergi,” Hyo Min berkata pelan tanpa berani menatap balik Sung Yeol. Baginya, hal yang tepat dilakukannya saat ini adalah pergi dari mereka. Dengan menunduk, Hyo Min membawa Ji Yeon pergi.

Setelah Hyo Min dan Ji Yeon pergi, Sung Yeol menoleh pada Soo Ji dengan khawatir,”Apakah kau baik-baik saja?”

“Aku bukan terbuat dari kaca. Kalian terlalu melindungiku.”

“Kau lebih-lebih berharga dari apapun yang terbuat dari kaca, Soo Ji-ya.”

Soo Ji tersenyum tidak tahu harus menjawab apa. Kemudian Sun Young mulai tersenyum dan merangkul Soo Ji masuk mobil mewah yang sudah ada Myung Soo dan Jeong Min di dalamnya. Mobil mereka tentu berbeda dengan apa yang dinaiki klub jalan-jalan lainnya yang menaiki mobil travel yang sudah disewa.

Mereka langsung naik kapal dari dermaga dan berlayat di laut biru yang penuh dengan sejuta pessona itu. Soo Ji senang merasakan angin laut yang menyentuh pipi dan rambutnya. Sinar matahari yang lembut terpantul di ombak-ombak kecil laut. Pemandangan di sana benar-benar menakjubkan baginya. Ia ingat ia pernah ke laut sekali sebelum ibunya meninggal. Akhirnya ia ingat kenangan-kenangan bersama ibunya yang tampaknya sudah begitu lama itu.

“Ternyata tidak begitu banyak kenangan bersama Ibu,” gumam Soo Ji sambil menatap langit biru cerah.

Sung Yeol yang tadi sibuk mencari burung camar sambil mendongak ke langit, mendadak menoleh pada Soo Ji,”Kau teringat kenangan dengan ibumu ya?”

Soo Ji menoleh dengan kaget,”Ohsedikit.”

“Sedikit?”

“Ya, aku hanya pernah sekali berlibur dengan Ibu. Ibu yang kuingat selalu

Dipukul ayah.

Ya, itulah yang selalu teringat di benak Soo Ji. Soo Ji tidak sanggup mengatakannya sehingga ia hanya menelan ludah. Ia jelas tidak mungkin mengatakannya pada Sung Yeol. Tidak perlu, keluarga Sky House mengetahui masa lalu itu, sudah cukup mereka tahu mengenai Ji Yeon dan Ibunya.

“Kalau pulang dari sekolah, apakah ibumu menyambutmu dengan ‘selamat datang’,” Sung Yeol bertanya dengan riang.

Soo Ji hanya tersenyum kecil sambil mengangguk,”Kalau berangkat sekolah, apakah ibumu berkata ‘hati-hati di jalan’?”

“Ya.”

“Kalau kau sakit, ibumu juga mencemaskanmu kan?” Sung Yeol kembali bertanya dan lagi-lagi Soo Ji menganggukkan kepalanya.

Sung Yeol tersenyum lembut,”Semua itu kenangan. Apapun yang dilakukan ibumu sehari-hari juga sebuah kenangan, Soo Ji.”

“Ahbenar juga.”

“Sayangku Soo Ji, kau tidak dipukuli kan?”

“Tidak, bu. Aku malah memukul anak yang mengejek Jin Ri.”

“Dasar anak ini!”

“Aaa… Kenapa aku dipukul?”

“Dari dulu Ibu kan sudah bilang, kau tidak boleh sembarangan memukul orang.”

“Tapi mereka mengejek temanku, bu.”

“Kau harus menasehati mereka dulu, sayang. Kekerasan bukanlah jalan terbaik untuk menyelesaikan masalah.”

Ya, ia ingat semua. Ia ingat Ibu yang selalu memberinya nasehat dan tersenyum padanya. Ia heran, kenapa ibunya masih saja bisa tersenyum dan tertawa padahal bukan dalam situasi menyedihkan? Situasi di mana Soo Ji selalu menutup telinganya dan dilarang melihat oleh Ibunya. Situasi ketika Ayahnya berlaku buruk pada Ibunya yang membuat Soo Ji benar-benar ingin kabur dari rumah.

“Ibukukenapa Beliau masih bisa tertawa seperti itu?”

“Tentu saja bisa. Di depannya ada putrinya yang sangat cantik, tentu Ibumu akan tertawa setiap hari.”

“Oh ya?”

“Ya, coba lihat. Sekarang saja aku melihatmu dengan tertawa.”

Soo Ji menggelengkan kepalanya dengan tersenyum,”Oppa ini ada-ada saja. Jangan bercanda!”

“Aku heran kenapa banyak orang berkata aku bercanda ketika aku berbicara serius,” jawab Sung Yeol dengan nada rendah.

“Ahoppa…”

***

Friday, May 8th 2015 – 9.24 am

Jangan protes pendek ya, ini kubagi 2. Di 6B bisa saja lebih pendek karena memang sesuai lanjutan chapter ini. Aku bagi dua soalnya yang 6B akan kuprotect dengan password. Syaratnya nggak susah kok cukup tinggalkan jejak di setiap chapter khususnya chapter ini, nanti setiap kalian komen akan muncul email kalian kan, nah akan kucatat dan akan kukirimkan email berisi password pada kalian. Maaf nggak banyak ocehan, cuman minta doa buat besok, aku pengumuman SNMPTN~ Makasih udah baca, like dan komen. GIVE ME YOUR FEEDBACK»»»

Hopeful,

magnaegihyun

Advertisements

75 thoughts on “The Amazing Cinderella, Chapter 6A

  1. Kisah suzy sama eommanya sedih ih -_- heh kapan ya suzy sama jeongmin pisah jeongmin sama yoona ajalah biar suzy sama myung hahhaha. Suzy sama myung sama sama punyaasa yang kelam tapi cara nyikapinnya berbeda. Rasanya alu benci banget sama appa suzy -_- entah kenapa berharap jiyeon sadar dan akhirnya bener bener jadi keluarga sama suzy. Ditunggu kelanjutannya ^^ sekalian minta passworndnya ne ^^

  2. sungguh salut dg karakter suzy hanya menyimpan kesedihan seorg diri dan selalu terlihat tegar wlo kehidupanya sangat menyedihkan..!pw nya boleh minta kan?

  3. Hmmmmmm….. kok jadi kepengennya suzy jadinya sama gege yaaaa….. kris gege ganteng, dewasa, pengertian, sabar, pokonya bener2 namja berkualitas deh.. sebetulnya knp sihh dgn masa lalu yoona.. knp sampe dibenci gtu? apa bakal muncul 1 orang lagi disini?

  4. Akhirnya Sooji bisa merasakan lagi disayangi oleh orang2 disekitarnya, ikutan seneng… semoga Sooji bisa bahagia seperti ini terus tanpa ada orang yg mengganggunya… gomawo author sudah boleh ikutan baca, semoga author selalu semangat dalam nulis ff ini, karena ceritanya benar2 menarik, fighting! 🙂

  5. Wahh ceritanya Seru bngt. . penasaran sama kisah cinta myung.. soo ji itu beneran pacran ama jeong min.. Tpi bkanya dri awal cuma pura2… pengen baca partai selanjutnya.. Tpi gmna nasib kami sebagai reader baru?? apa masih bisa baca?? author beri kami passwardnya donk. .

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s