Attracted to You [Songfic]

 

Attracted To You

magnaegihyun presents

Starring by Apink, Slight of EXO(Luhan, Sehun, Chanyeol)

Included in Romance, Fluff

Written under T rating

Short Series(1.967 words)

.

Summary

Ya, Chorong, Hayoung dan Bomi memang sedang tertarik dengan seseorang. Tidak-tidak bukan pada satu orang tapi masing-masing dari mereka tertarik dengan seseorang yang mereka sukai. Lalu bagaimana mereka mengatasi ketertarikan mereka? Let’s check it out the story!

attractedtou

Music by Apink ‘Attracted to You’

This storyline is belong to magnaegihyun. The cast is belong to god and their parents. Don’t claim it’s as yours. Hate the cast? Hate the plot? Don’t read and don’t leave a bashing, PLEASE! | Warning for typo(s) and OOC><

***

August 5th, 2015 – 4.00pm

I keep noticing the smallest changes in my appearance

I keep looking in the mirror and try smiling again and again

Getting up in the mornings feel lighter now

 

Eonni, kau tidak apa-apa kan memakai baju ini?”

 

“Oh, tidak apa-apa, Namjoo-ya. Terima kasih sudah diambilkan,” Chorong menjawab pertanyaan Namjoo singkat tanpa mengalihkan pandangannya dari layar ponselnya.

 

Namjoo yang sudah bersiap-siap menerima amukan Chorong itu mengernyit kemudian hanya mengangkat bahu,”Kalau begitu cepatlah bersiap-siap ya, eonni sudah ditunggu Ha Young untuk melakukan MC rehearsal.”

 

“Baik.”

 

Sekali lagi Chorong hanya menjawab sambil lalu. Tangannya masih sibuk mengutak-atik ponselnya kemudian tidak lama ia tersenyum-senyum sendiri seperti orang aneh. Well, siapa yang tidak bahagia jika kekasihmu mengabari mungkin akhir minggu ini ia akan ke korea. Bagi Chorong itu tentu saja kabar yang sangat baik. Luhan, kekasihnya yang sudah hampir setahun kembali ke kampung halamannya dan meninggalkan Chorong di Korea. Andai saja keduanya bukan seorang idol, mereka pasti dengan mudah berkencan terang-terangan. Tapi apa, keduanya idol dan apalagi kekasihnya itu berasal dari agensi dan grup yang besar dan terkenal. Chorong bisa apa coba?

 

Ketika keduanya berkenalan, saat berada di satu acara televisi, Luhan sudah mencuri perhatiannya. Lelaki yang ramah, baik hati dan juga tampan. Selain itu, ia adalah sport-dol yang sering membuat hati Chorong kebat-kebit sendiri saat ia menggiring bola. Dia benar-benar keren. Campuran dari idol yang tampan dan manis sangat pas di wajahnya. Bahkan Chorong pun masih ingat benar saat Luhan menarikan No No No yang benar-benar membuatnya gemas sendiri.

 

Semangat untuk mc-ing hari ini, uri Chorongie

Maaf aku tidak bisa menonton live, aku sedang sedikit sibukTT

Tidak apa-apa, oppa c: aku tahu oppa sedang syuting mv, semangat juga~

 

Chorong tersenyum membaca pesan singkat dari Luhan yang baru ia terima. Ia benar-benar senang hari ini. Iapun mengetik cepat balasan kemudian sedikit mengernyit melihat baju yang harus dipakainya tadi. Iapun menimbang-nimbang memilih memakainya atau tidak. Ia paham Luhan akan marah jika tahu ia memakai rok sependek ini.

 

IGE BWOYA?”

 

Chorong terpekik sendiri melihat foto yang diupload Luhan kekasihnya di akun jejaring sosialnya. Iapun berganti baju dengan cepat kemudian tersenyum manis di depan cermin mengetahui dandanannya hari ini cukup bagus. Meskipun ia sedang senang mendengar kekasihnya akan mengunjunginya akhir minggu ini tapi bukan berarti kekasihnya bisa melakukan hal-hal dengan seenaknya sendiri kan? Chorong harus benar-benar memberi pelajaran pada kekasihnya itu.

 

Oppa, lihat aku dengan baik ya hari ini.

Tapi sayang aku kurang cantik dibandingkan foto di weibomu ya?

Chorong-a?

Dia hanya seniorku di perusahaan

Jangan salah paham, tolong

Chorong-a?

PARK CHORONG

BAGAIMANA BISA KAU MEMAKAI ROK SEPENDEK ITU?

YA!

 

August 5th, 2015 – 6.00 am

When I’m into one person, there are several symptomps that arise

Should I call you first? Or should I wait?

All day, I wonder what you’re doing

I’m attracted to you

 

Hayoung memegang ponselnya dengan gelisah. Ia mengigit bibirnya sedikit frustasi tidak dapat menenangkan pikirannya. Hayong bahkan tidak pernah sekalipun segelisah ini kecuali hari ini. Ia kemudian mengerjapkan matanya melihat perubahan layar ponselnya. Terlihat foto seorang pria dengan tema hitam putih disana.

 

“Wuah, kenapa kita harus berangkat sepagi ini sih?”

 

Hayoung yang langsung kaget mendengar suara Naeun tiba-tiba masuk dan menghampirinya. Hayoung pun terlihat terkesiap dan buru-buru mengunci layar ponselnya hingga layarnya mati. Naeun yang melihat gelagat Hayoung itu sedikit sadar ada keanehan dari kelakuan member termuda grup mereka.

 

“Apa yang kau sembunyikan, Hayoung-a?” Naeun bertanya sarkastik.

 

Hayoung refleks menggeleng kuat-kuat,”Tidak—tidak ada apa-apa, unni.”

 

“Oh Hayoung, Kau bukan orang yang pandai berbohong.”

 

Hayoung menunduk menyetujui bahwa pernyataan Naeun itu ada benarnya,”O—oh.” Hayoung pun memilih menceritakannya pada Naeun yang notabenenya tidak akan bisa ia bohongi,”Jadi begini, jika ada seorang senior yang unni kenal itu beberapa waktu lalu mengontak unni dan kemudian sampai sekarang ia tidak mengontak unni lagi, apa yang unni lakukan?”

 

Naeun diam sejenak mempelajari ekspresi wajah Hayoung kemudian menghela nafas dan menjawab,”Kau suka pada senior itu? Apa aku mengenalnya?”

 

Hayoung menganga syok bahwa Naeun akan menjawab seperti itu. Ia kehabisan kata-kata, bagaimana bisa tebakan Naeun itu benar seratus persen sesuai dengan apa yang dirasakan Hayoung. Naeun bukan peramal kan? Naeun tersenyum menang bahwa tebakannya itu pasti benar melihat ekspresi Hayoung yang seperti itu.

 

“Senior itu—Oh Sehun kan?” Naeun menebak sekali lagi.

 

“Ti—tidak…”

 

“Aku meliat fotonya di ponselmu tadi, Hayoung-a,” jawab Naeun sambil tersenyum menggoda.

 

Hayoung menunduk merasakan pipinya memerah sambil menjawab dengan pelan,”Be—begitulah, eonni.”

 

Naeun mengangguk-angguk kemudian kembali bergumam,”Jadi dia tidak ada kabar beberapa hari ini? Kenapa kau tidak meneleponnya saja?”

 

“Ta—tapi, perempuan kan seharusnya menunggu, eonni. Kalau seperti itu kan, aku terlalu agresif.”

 

“Benar juga,” kata Naeun pendek sambil mengangguk-angguk menyetujui ucapan Hayoung. “Tapi tunggu, bukankah kau tahu kabarnya dari foto tadi, kenapa kau masih ingin menghubunginya?”

 

Pertanyaan itu memukul Hayoung telak. Ya, itu benar. Dari unggahan foto di akun media sosial, ia sudah tahu bahwa Sehun sedang sibuk hari ini. Tapi kenapa ia masih ingin menghubunginya? Pertanyaan itu seolah-olah menjadi pertanyaan juga bagi Hayoung, ia tidak bisa menjawabnya.

 

“I—itu… Aku juga tidak tahu.”

 

“Baiklah, begini saja, ketik pesan apa yang ingin kau kirimkan padanya,” Naeun menyalakan layar ponsel Hayoung itu kemudian membuka pola kuncinya.

 

Hayoung mengangguk menuruti kemudian mengetik pesan di ponsel itu dengan memakan waktu paling tidak sepuluh detik. Ia bahkan menghapus kemudian mengetik kembali kata-kata yang sama. Naeun yang melihatnya meringis geli melihat tingkah manis member termuda grupnya itu. Benar-benar menggemaskan. Siapa bilang Oh Hayoung yang katanya sexy magnae itu tidak bisa menggemaskan seperti sekarang.

 

“Apakah ini tidak terdengar menggelikan, eonni?”

 

Hayoung menunjukkan pesan yang ditulisnya itu pada Naeun. Naeun pun tersenyum kemudian tanpa dosa mengklik perintah mengirim pesan tersebut. Hayoung yang awalnya tersipu malu kini membelalakkan matanya melihat bahwa pesannya tadi sudah terkirim. Ia memandang Naeun dengan ekspresi yang tidak bisa ditebak antara syok, khawatir dan kesal.

 

“Nah kalau begini kan kau sudah tidak khawatir toh? Lihat dia sudah membalasnya!” Naeun berkata ringan.

 

Sunbae, apa kabarmu baik-baik saja setelah konser? Dari foto sunbae di instagram, sunbae kelihatan sangat lelah, jangan lupa istirahat~

Aku baik-baik saja, Hayoung.

Terima kasih atas perhatian dan nasehatmu c;

 

 

August 12th, 2015 – 07.00 am

I’m attracted to your smile that I keep wanting to see

I’m definitely in love

Why is your smile is so handsome? (I’m so deep in love)

You’re so charming

I can’t hide my heart

 

Bomi tersenyum sendiri sambil memakai headset dan pandangan yang sangat fokus pada ponselnya. Pagi ini, dia terbangun cukup pagi namun dia tidak mempunyai niatan untuk turun dari kasurnya dan bangun. Rambut blondenya masih sangat berantakan seperti rambut singa dan wajahnya masih bersih tanpa make up.

 

“Bomrilla, selamat ulang tahun!”

 

Jung Eunji, sahabatnya sekaligus member satu grupnya itu menganggu kegiatan menyendiri di kamarnya. Gadis itu tersenyum ceria seperti biasanya kemudian memeluk Bomi dan menciumi pipinya membuat Bomi geli sendiri.

 

“Oh-oh, gomawo, Eunji-ya! Tapi bisakah kau hari ini tidak menganggu waktu istirahatku yang merupakan hadiah manajer oppa?” Bomi menjawab dengan tersenyum.

 

Oh my friend, kau pasti tidak menyangka betapa menyenangkannya hadiahku untukmu tahun ini,” Eunji tersenyum lebar sambil memasang wajah menggoda pada Bomi.

 

“Benarkah?”

 

Bomi hanya merespon malas kemudian kembali fokus pada ponselnya. Eunji yang sadar bahwa Bomi tidak terarik sedikitpun mengenai hadiahnya pun mengerucutkan bibirnya. Tetapi sedetik kemudian ekspresinya berubah menjadi senyum menyeringai. Ia mengeluarkan ponselnya yang sedari tadi ada di kantong bajunya. Ia mengetikkan sesuatu cepat kemudian mengangkat suara menggoda Bomi.

 

“Bbom, kau tahu berita terbaru gebetanmu itu?”

 

Bomi melepas headsetnya kemudian menoleh pada Eunji,”Jangan bilang hadiahmu itu berita terbaru tentangnya? Aku sudah tahu, dia dikritik tidak sopan kan pada Kim Yuna?”

 

Eunji menggelengkan kepalanya sabil tersenyum menang,”Tidak, itu bukan hadiahku. Kau ketinggalan jaman juga ternyata ya? Berita terbarunya adalah dia dan junior satu agensinya dirumorkan berpacaran.”

 

“Be—benarkah?” Bomi yang syok dengan berita itu hanya bisa bertanya dengan nada pelan refleks.

 

“Ya, lihat foto-foto ini!”

 

Eunji menyerahkan ponselnya pada Bomi yang langsung diterima Bomi dengan ekspresi sedih. Eunji pun meraih ponsel Bomi dan mulai menjalankan rencananya. Bomi yang masih tenggelam dalam kesedihannya dengan foto-foto yang beredar di internet sedangkan Eunji tampak dengan mahir mengutak-atik ponsel Bomi.

 

“Bomi-ya, ada telepon, kuangkat ya?” Eunji menunjukkan layar ponsel Bomi yang menunjukkan ada panggilan masuk dari aplikasi chatting.

 

Bomi pun hanya mengangguk dan menjawab teleponnya dengan nada normal,”Halo.”

 

Tanpa Bomi ketahui Eunji tertawa terpingkal-pingkal di belakang punggung Bomi sadar bahwa Bomi belum menyadari apapun. Kemudian seseorang yang memanggil Bomi itu mulai mengangkat suara dengan suara beratnya yang khas,”Halo, Bomi-ssi. Ini Park Chanyeol.”

 

Jantung Bomi seolah-olah berhenti berdetak kemudian melirik Eunji tajam. Ia mengirimkan sinyal pada Eunji ‘Apa ini? Ini benar-benar Park Chanyeol’ tanpa suara. Eunji hanya mengangguk dan menjawab ‘aku mendapat nomornya dari Suho’ juga tanpa suara.

 

“O-oh, Chanyeol-ssi, ada apa?”

 

“Pertama-tama, aku berterima kasi karena kau mengirimku pesan dahulu, aku memang sudah mendengar dari Suho hyung bahwa kau ingin berteman denganku, sejujurnya aku juga ingin berteman denganmu,” suara Chanyeol itu tampak sedikit gugup menunjukkan bahwa Chanyeol disana pasti sedang tersipu-sipu.

 

Bomi yang mendengar itu langsung ikut tersipu dan memandang Eunji. Eunji hanya menahan tawanya sambil menutupi mulutnya. Bomi kembali berkata ‘apa yang sudah kau lakukan sih?’ tanpa suara dengan Eunji. Eunji hanya menjawab ‘ini hadiahku, bagus bukan? Silakan melakukan pendekatan deh, sampai jumpa!’ dengan bahasa tubuhnya.

 

Setelah Eunji keluar dari kamarnya sambil menutup pintunya, Bomi menjawab malu-malu,”Te—terima kasih sudah mau menjawab pesanku.”

 

“Ah ya, selamat ulang tahun ya. Kudengar hari ini kau berulang tahun, semoga semua keinginanmu terkabul.”

 

Jantung Bomi rasanya bisa meledak kapan saja mendengar ucapan itu. Mimpi apa dia semalam, ia mendapatkan ucapan selamat ulang tahun dari orang yang disukainya dan selalu ia pandangi dari jauh. Halo, dia adalah Chanyeol EXO, idol group milik SM yang sangat terkenal dan Bomi hanyalah member girlgroup yang sudah sering dikritik bahkan dibash karena sering terpergok berada di dekat mereka, padahal itu tidak sengaja.

 

“Bomi-ssi?”

 

“Ya?”

 

“Bisakah kau mengirimkan alamat dorm-mu? Aku ingin mengirim hadiah ulang tahunmu, paling tidak untuk ucapan selamat berteman,” Chanyeol berkata dengan hati-hati kentara sedikit takut mendengar respon Bomi.

 

“Tidak usah begitu, aku tampaknya seolah-olah merepotkanmu—“

 

“Tidak, Bomi-ssi. Aku saja yang ingin mengirimkan hadiahku padamu, anggap saja sebagai fansmu.”

 

Bomi menutup mulutnya sedikit tak percaya dengan apa yang didengarnya,”Wah, sungguh terhormat sekali aku mendapat fans sepertimu, Chanyeol-ssi. Baiklah akan kukirimkan lewat pesan. Sekali lagi terima kasih.”

 

“Ya, kututup ya?”

 

“Oke, terima kasih ya.”

 

Bomi memegang ponselnya dengan tangan lemas. Ia tidak percaya apa yang baru saja terjadi padanya. Apakah ini nyata? Huh, dasar Jung Eunji. Bomi tersenyum sendiri. Ia sepertinya harus membelikan kado untuk Eunji besok atas hadiah ulang tahun yang sangat bagus ini untuknya. Ya ampun, ia masih tidak menyangka bahwa ia sedang bertelepon dengan Park Chanyeol tadi.

 

Getaran ponsel Bomi yang menandakan ada pesan yang masuk iu menyadarkan Bomi dari lamunannya. Ia sadar bahwa tadi Eunji mengirim pesan pada Chanyeol melalui ponselnya dan mengaku-ngaku sebagai Bomi. Tunggu… Apa ini? Aish, Jung Eunji benar-benar!

Ini nomor Park Chanyeol-ssi bukan?

Hai, ini aku Yoon Bomi. Kau sudah mendengar dari Suho-ssi bukan?

Oh, hai Bomi-ssi!

Benar ini aku Chanyeol

Aku sungguh-sungguh berterima kasih mendengar kau ingin berteman denganku

Ya, sama-sama

Oh ya, bolehkah aku bertanya?

Ya, silakan saja bertanya dengan nyaman, kita sudah berteman sekarang c:

Rumormu dan Joy-ssi

Apa itu… benar?

Ah, itu..

Tidak, itu hanya kesalahpahaman, jangan percaya pada hal itu

Aku dan Joy hanya senior dan junior saja

Ah begitu

Bolehkah aku meneleponmu?

Oh, boleh saja

Silakan c;

Apakah… kau sudah selesai mengetik alamatnya?

 

Bomi tersenyum geli sendiri membaca pesan itu. Ya ampun, Eunj benar-benar menjadikannya gadis agresif ala gadis Busan sepertinya. Ya ampun, ini pasti sangat memalukan jika dia bertemu dengan Chanyeol langsung, astaga Jung Eunji. Bomi kembali tersenyum melhat pesan baru kembali datang dari Chanyeol. Ya ampun, Yoon Bomi rasanya sudah gila sedari tadi tertawa sendiri. Ia sepertinya tidak bisa mengejek Hayoung dan Chorong lagi setelah ini. Ia juga sudah attracted pada Park Chanyeol seperti Chorong pada Luhan dan Hayoung pada Sehun.

 

Makes me so happy, I think I’m crazy

Attracted to you

-FIN-

Wednesday, August 12th 2015 – 8.15 pm

Haihai, aku minta maaf tidak comeback dengan ff myungzy karena sebenarnya aku udah nulis songfic myungzy dan udah hampir selesai tapi kemabali kehabisan ide dan sedikit kurang mood. Aku mau minta ijin dulu sama para readers kalo aku sepertinya absen lagi deh, aku mulai kuliah hari jumat besok dan masuk asrama. Itupun aku tidak akan bawa laptop dulu jadi nggak bisa ngelajutin dulu. Aku juga baru ospek tanggal sembilan belas besok, mohon doanya ya biar lancar. Ini ff exopink dengan cast mereka loh, minta saran dan kritiknya yaa~ Nah ini inspirasiku buat ff ini 😀

 

Advertisements

One thought on “Attracted to You [Songfic]

  1. ga nahan buat mencet like. aku suka pair exopinknya XD dua teratas adalah OTPku, chan biasanya ga kupairing sama bomi sih :p
    tapi tetep aja, ini malah kebalik ya, chohannya lebih kekanakan, seyoungnya lebih dewasa >.< gapapa dah, sesuai ama mukanya. satunya pair magnae palsu satunya pair leader palsu :p
    keep writing!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s