Prolog of new Story

Prolog

 

“Hhh, hhh, hhh… Kalian harus membawa mereka berlima pergi dari sini! Kumohon!” Seorang perempuan terengah-engah menyerahkan lima anak kecil kepada sepasang lelaki dan perempuan yang baru berumur dua puluh tahunan.

 

“Tapi nuna, kami belum bisa. Apalagi mengendalikan kekuatan sihir mereka nanti?” Si lelaki memandang nuna-nya tidak yakin.

 

“Aku yakin kalian berdua bisa! Kumohon, Ji Hoo, Hye Yoo!” Ucap perempuan yang dipanggil nuna itu.

 

Pasangan lelaki dan perempuan itu saling pandang bingung. Mereka tak yakin akan keputusan nuna-nya itu yang menyerahkan kelima anak kecil itu kepadanya.

 

“Ji Hoo, Hye Yoo, kalian tahu mereka berlimalah yang dapat menghentikan perang ini. Dan disaat waktunya, akan datang keturunan-keturunan mereka yang membawa kunci untuk penyelesaian akan perang ini!” Nuna Ji Hoo berujar lagi.

 

Perempuan yang dipanggil Hye Yoo memandang iba,”Baiklah, unnie! Aku akan merawat mereka berlima seperti anak-anakku. Dan ayo unnie, kita ber-apparate!”

 

“Anniyo, kalian berdua ber-apparate-lahh! Aku akan menahan mereka sebelum menangkap kalian semua terlebih dahulu!” Perempuan yang dipanggil unnie/nuna itu lalu berbalik meninggalkan mereka.

 

Unnie, tapi…” Hye Yoo hendak mengejar namun ditahan oleh Ji Hoo.

 

“Sudahlah, kurasa itu keputusan nuna. Dan kitalah yang harus berusaha beberapa tahun ke depan! Hana, Dul, Set…” Ji Hoo memegang tangan Hye Yoo erat dan menggendong tiga perempuan kecil yang mulai menangis sekaligus memegangi dua perempuan kecil yang digendong Hye Yoo lalu mereka semua menghilang dari tempat itu.

***